Menperin Buka ILF Expo 2026, UMKM hingga Investor Global Bertemu di JIExpo Kemayoran
ILF Expo & IGT Expo 2026 Resmi Digelar, Peluang Ekspor dan Investasi Industri Manufaktur Makin Terbuka---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Krista Exhibitions Group kembali menghadirkan ajang pameran berskala internasional melalui Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026 dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 yang resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran ini menjadi momentum penting dalam memperkuat daya saing industri manufaktur nasional, khususnya sektor kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen.
Pembukaan pameran dilakukan langsung oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi industri nasional agar semakin kompetitif di tengah persaingan pasar global.
Tahun ini, ILF Expo dan IGT Expo diikuti oleh 210 peserta, termasuk 50 pelaku UMKM, serta perusahaan dari 14 negara, yakni Indonesia, China, Italia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Spanyol, India, Bangladesh, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Singapura, dan Korea Selatan. Tingginya partisipasi internasional memperlihatkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap potensi industri manufaktur Indonesia.
Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat melihat berbagai inovasi terbaru mulai dari produk kulit, alas kaki, tekstil, garmen, bahan baku, aksesori, hingga mesin produksi modern, teknologi otomasi, dan solusi manufaktur berbasis efisiensi. Seluruh inovasi tersebut dihadirkan untuk mendukung peningkatan kualitas produk sekaligus mempercepat transformasi industri menuju proses produksi yang lebih berkelanjutan.
Tidak hanya menjadi ajang pameran produk, ILF Expo dan IGT Expo 2026 juga menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan industri masa depan. Berbagai isu strategis seperti digitalisasi manufaktur, penerapan teknologi modern, penggunaan material ramah lingkungan, hingga penguatan rantai pasok menjadi fokus utama dalam rangkaian seminar dan forum industri.
Salah satu agenda penting adalah Seminar Nasional Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) yang mengangkat tema "Membangun Industri TPT yang Kompetitif, Berkelanjutan, dan Menjadi Pemain Utama dalam Rantai Pasok Nasional dan Internasional." Seminar tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, asosiasi, serta pelaku usaha untuk membahas strategi memperkuat industri tekstil dan produk tekstil Indonesia melalui inovasi dan peningkatan daya saing.
Selain itu, ILF–IGT Manufacturing Forum 2026 mengusung tema "Jaya di Pasar Domestik, Unggul di Pasar Global." Forum hasil kolaborasi Krista Exhibitions Group bersama APRISINDO tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Dalam forum tersebut, sejumlah topik penting menjadi pembahasan, mulai dari revitalisasi industri padat karya, peningkatan investasi sektor manufaktur, pemberdayaan UMKM dan industri kecil menengah, hingga pemanfaatan peluang ekspor melalui kerja sama Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Pameran juga semakin semarak melalui penyelenggaraan The Fashion Show yang menampilkan beragam karya terbaru dari industri kulit, alas kaki, tekstil, hingga fesyen nasional. Sementara itu, Networking Cocktail Dinner menjadi wadah business matching yang mempertemukan produsen dengan buyer, investor, asosiasi, dan mitra bisnis dari berbagai negara.
Program networking tersebut melibatkan sejumlah asosiasi nasional seperti APRISINDO, APRINDO, APPMI, APKI, serta APGAI, dengan dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Kehadiran buyer domestik maupun internasional diharapkan membuka peluang kerja sama strategis sekaligus memperluas akses pasar produk Indonesia.
CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan penyelenggaraan ILF Expo dan IGT Expo 2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, investor, asosiasi, dan mitra internasional akan mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan investasi, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.
Melalui penyelenggaraan pameran internasional ini, Indonesia tidak hanya menunjukkan perkembangan sektor manufaktur, tetapi juga mempertegas ambisinya menjadi salah satu pusat industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen paling kompetitif di kawasan Asia. Dengan hadirnya inovasi terbaru, forum bisnis, hingga peluang investasi, ILF Expo dan IGT Expo 2026 diharapkan mampu menjadi katalis percepatan pertumbuhan industri manufaktur nasional menuju pasar internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: