Efek Insentif Purbaya Mulai Terasa, Kemenperin Gaspol Dongkrak Daya Saing IKM Alas Kaki
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita -ist-
JAKARTA, DISWAY.ID – Kebijakan pemberian insentif kepada sektor padat karya yang digulirkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai menunjukkan dampak lanjutan.
Seiring kebijakan tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tancap gas memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM), khususnya pada sentra industri alas kaki yang selama ini menghadapi tekanan berat dari produk impor dan tantangan struktural.
Bukan tanpa alasan.
Menurut Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, secara umum, sektor industri alas kaki sendiri hingga kini masih terus menghadapi sejumlah tantangan struktural.
BACA JUGA:Purbaya Sindir Pengusaha soal Bea Keluar Batu Bara, Kementerian ESDM: Masih Dievaluasi
Beberapa contoh tantangan tersebut sendiri diketahui terdiri dari keterbatasan akses permodalan dan pasar, rendahnya literasi manajemen usaha dan keuangan, serta kurangnya inovasi produk.
"Di sisi lain, sentra IKM juga dihadapkan pada perubahan tren pasar yang cepat dan meningkatnya persaingan dengan produk impor," jelas Menperin Agus kepada media secara daring, pada Senin 5 Januari 2025.
Untuk menghadapi tantangan ini sendiri, Kemenperin sebelumnya juga telah menggelar sejumlah kegiatan berupa pembinaan peningkatan literasi digital, bimbingan teknis, serta pendampingan oleh mentor dari perguruan tinggi untuk 14 perajin perwakilan sentra IKM alas kaki Ciomas, Jawa Barat.
BACA JUGA:Ngeri! Anak Menkeu Purbaya Ramal Saham-saham Ini Bakal Meledak di 2026, Singgung Logam Mulia!
Menurut Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi Direktorat IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan (IKM KSK), Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, sebagai bentuk dukungan kepada peningkatan daya saing bagi perajin sentra IKM alas kaki di Ciomas.
"Pembinaan ini bertujuan agar perajin semakin familiar dengan pemasaran digital, memiliki pemahaman mengenai desain dan pola alas kaki terkini untuk mendorong inovasi produk, serta mampu mengelola usaha secara lebih efisien melalui pendampingan mentor," jelas Budi.
BACA JUGA:Heboh Susi Pudjiastuti Idem Ucapan Anak Menkeu Purbaya soal Mental Korup Pejabat
Sementara itu, industri alas kaki sendiri juga dinilai memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemenperin menunjukkan, industri alas kaki bersama industri kulit telah sukses mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,31 persen (year on year) pada triwulan II tahun 2025, serta tumbuh 0,72 persen (quarter to quarter) pada triwulan III-2025.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: