Kalbe Perkuat Ekosistem Pengelolaan Diabetes, Dorong Pencegahan hingga Perawatan Jangka Panjang

Kamis 06-08-2026,06:55 WIB
Kalbe Perkuat Ekosistem Pengelolaan Diabetes, Dorong Pencegahan hingga Perawatan Jangka Panjang

Kalbe mengangkat pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support, Dari Pencegahan hingga Manajemen Jangka Panjang-Disway.id/Dody Suryawan -

JAKARTA, DISWAY.ID - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) terus memperkuat ekosistem pengelolaan diabetes di Indonesia melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari pencegahan, deteksi dini, terapi hingga pemantauan jangka panjang.

Langkah ini dilakukan di tengah tingginya beban diabetes di Indonesia. International Diabetes Federation (IDF) mencatat Indonesia berada di peringkat kelima dunia dengan lebih dari 20 juta penyandang diabetes. 

Sementara Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi diabetes sebesar 11,7 persen pada penduduk usia 15 tahun ke atas.

BACA JUGA:Asam Lambung Naik saat Kerja? Ini Penyebab, Gejala, dan Waktu yang Tepat untuk Endoskopi

Kalbe mengangkat pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support, Dari Pencegahan hingga Manajemen Jangka Panjang dalam Media Discussion yang digelar di Jakarta.

Pendekatan tersebut menekankan pentingnya kesinambungan pengelolaan diabetes setelah seseorang mendapatkan diagnosis.

Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, dr. Selvinna, M.Biomed, mengatakan diabetes bukan penyakit yang dapat dikelola hanya melalui terapi sesaat.

Pasien membutuhkan pendampingan sejak memahami faktor risiko, menjalani deteksi dini, memulai terapi hingga mengelola penyakit dalam jangka panjang.

“Diabetes bukan penyakit yang dapat dikelola dengan terapi sesaat. Penyandang diabetes membutuhkan pendampingan sejak memahami faktor risiko, menjalani deteksi dini, memulai terapi, hingga mengelola penyakit dalam jangka panjang,” ujar Selvinna, Selasa 4 Agustus 2026.

BACA JUGA:BPOM Perketat Standardisasi Klaim Kesehatan Produk Probiotik Guna Jamin Mutu Produk Pangan Fungsional

Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI), dr. Ida Ayu Made Kshanti, Sp.PD-KEMD, menilai edukasi menjadi fondasi penting dalam pengelolaan diabetes.

Pemahaman yang baik dapat membantu pasien meningkatkan kepatuhan terhadap tata laksana medis dan menekan risiko komplikasi.

Hal senada disampaikan Ketua Cabang PERSADIA Jakarta Barat, dr. Marshell Tendean, Sp.PD, Subsp. E.M.D., FINASIM. 

Menurutnya, tantangan sering muncul setelah pasien didiagnosis, terutama dalam mempertahankan kepatuhan terapi dan perubahan gaya hidup.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: