Riset Libatkan Ribuan Responden, LPPOM Dinilai Unggul dalam Reputasi Layanan Halal

Minggu 09-08-2026,18:43 WIB
Riset Libatkan Ribuan Responden, LPPOM Dinilai Unggul dalam Reputasi Layanan Halal

Penilaian tersebut mengantarkan LPPOM meraih penghargaan Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026 kategori Corporate Reputation untuk sektor non-governmental organization (NGO).--LPPOM

BACA JUGA:LPPOM MUI Soal Nampan MBG Diduga Mengandung Babi: Ini Isu yang Krusial

Menurut Muti, reputasi pada akhirnya merupakan cerminan dari apa yang dilakukan organisasi secara konsisten. Karena itu, komunikasi yang baik perlu berjalan seiring dengan kinerja dan pengalaman positif yang dirasakan publik.

“Reputasi tidak cukup dibangun melalui narasi yang baik. Narasi harus didukung oleh apa yang benar-benar dilakukan dan dirasakan oleh publik. Karena itu, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat komunikasi yang transparan dan edukatif, serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan pelaku usaha,” lanjutnya.

Di tengah lanskap komunikasi yang terus berubah, reputasi menjadi aset penting bagi sebuah organisasi.

Publik tidak lagi hanya menilai apa yang disampaikan melalui media atau kanal komunikasi resmi, tetapi juga melihat bagaimana organisasi bekerja, memberikan layanan, merespons kebutuhan, dan menghadirkan manfaat.

BACA JUGA:Karding Tegaskan Produk Bersertifikat Halal yang Mengandung Porcine Berpotensi Dipidana

Bagi LPPOM, hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang. Sebagai lembaga pemeriksa halal, kepercayaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari layanan yang diberikan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Karena itu, komunikasi bagi LPPOM tidak berhenti pada aktivitas menyampaikan informasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman, memperkuat transparansi, serta memastikan publik memahami peran dan kontribusi LPPOM dalam ekosistem halal Indonesia.

Muti menegaskan bahwa membangun reputasi bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi komunikasi, melainkan hasil dari kerja seluruh insan LPPOM.

“Setiap insan LPPOM memiliki peran dalam membangun reputasi lembaga. Reputasi bukan hanya tanggung jawab fungsi komunikasi, tetapi merupakan akumulasi dari seluruh pengalaman publik ketika berinteraksi dengan LPPOM. Mulai dari layanan, kompetensi, integritas, hingga bagaimana kita hadir dan memberikan solusi. Semuanya berkontribusi terhadap kepercayaan,” jelasnya.

BACA JUGA:HEI 2026 Dibuka, Indonesia Dorong Perdagangan Halal Global bersama Negara D-8

Capaian ini menjadi momentum bagi LPPOM untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menatap langkah ke depan.

Apresiasi ini menjadi energi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan membangun komunikasi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap penghargaan ini tidak membuat kami berhenti pada sebuah pencapaian, tetapi justru menjadi pengingat untuk terus menjaga amanah publik. Ke depan, LPPOM akan terus berupaya menjadi lembaga yang profesional, kredibel, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem halal Indonesia,” pungkas Muti.

BACA JUGA:Dorong Produksi Halal, BPJPH Bakal Undang 70 Negara, Babeh Haikal : Saat Ini Nomor 1 Masih Cina

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait