Kadin dan Pegadaian Luncurkan 'MengEMASkan Indonesia'
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie -bianca-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kendati masih menghadapi berbagai hambatan di pasar global, komoditas emas hingga kini dinilai sebagai instrumen investasi jangka panjang yang efektif, sekaligus sumber pembiayaan dan tabungan bagi masyarakat.
Untuk mendukung ekosistem emas di Indonesia, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara resmi menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero).
Kedua pihak meluncurkan program “Kolaborasi Strategis Kadin dan Pegadaian untuk MengEMASkan Indonesia”.
BACA JUGA:Cegah Aksi Joget Terulang, DPD Evaluasi Pemilihan Lagu Sidang Tahunan MPR agar Lebih Khidmat
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, kerja sama ini membuka peluang bagi anggota Kadin untuk mengakses berbagai layanan berbasis emas.
“Bisa bekerja sama, paling sedikit dari sisi saving atau simpanan, baik untuk perusahaan maupun individu. Yang kedua, tentu ini adalah cara yang baik untuk pendanaan ke depannya,” ujar Anindya di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Ia menambahkan, salah satu fokus utama kerja sama adalah meningkatkan sosialisasi dan literasi mengenai emas sebagai instrumen tabungan masyarakat.
Emas dinilai memiliki nilai penyimpanan yang relatif stabil, sehingga dapat menjadi alternatif menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
Menurut Anindya, menabung emas juga bisa menjadi salah satu kunci Indonesia keluar dari middle income trap.
BACA JUGA:Pramono Ralat Tarif Transum 17 Agustus dari Rp1 Jadi Rp8, Ikut Arahan Pusat
“Keberhasilan Indonesia untuk keluar dari middle income trap adalah dengan menabung, dan menabung yang paling bagus adalah menabung di emas. Kita bisa menggiatkan, menyosialisasikan emas sebagai tabungan,” ucapnya.
Sebelumnya, Direktur PT Bank BCA Syariah Pranata juga menyoroti performa emas yang masih memuaskan.
Ia mencontohkan, aset emas perseroan naik 127,6 persen dari Rp301 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp684 miliar pada Juni 2026. Dalam kurun 10 tahun terakhir, kenaikan bahkan melebihi 200 persen.
“Secara prospek ke depan, emas masih tetap menarik walau animonya tidak setinggi di awal tahun,” tutur Pranata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: