Menhut Raja Juli Antoni Beri Perhatian Khusus Soal Karhutla yang Tembus 202 Ribu Hektar
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait antisipasi dan penanganan dampak karhutla terhadap layanan masyarakat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno sec-Dok. Kemenhut-
Sejumlah wilayah yang sebelumnya bukan daerah prioritas kini menunjukkan peningkatan kasus karhutla.
BACA JUGA:Pasar Modal RI Terdampak Pengumuman MSCI, BEI Buka Suara
Perubahan tersebut membuat pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
Sebab, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat secara langsung mengganggu kehidupan masyarakat.
Salah satu perhatian pemerintah adalah dampak asap yang dihasilkan dari kebakaran.
Pada karakteristik lahan tertentu, proses pembakaran dapat berlangsung tidak sempurna sehingga menghasilkan emisi dan partikulat dalam jumlah lebih besar.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama ketika asap menyebar ke kawasan permukiman.
Karhutla juga dapat berdampak terhadap aktivitas pendidikan, layanan kesehatan, kegiatan sosial, hingga perekonomian masyarakat.
Karena itu, pemerintah tidak hanya fokus memadamkan kebakaran, tetapi juga menyiapkan langkah untuk memastikan layanan dasar tetap berjalan ketika masyarakat terdampak.
Pemerintah Perkuat Deteksi Dini Karhutla
Untuk mencegah kebakaran meluas, Kementerian Kehutanan bersama kementerian/lembaga terkait terus memperkuat pengendalian karhutla.
Langkah yang dilakukan antara lain:
BACA JUGA:Mengejutkan! 10 Persen Anak Terindikasi Masalah Mental, Mendiktisaintek Serukan Aksi Psikologi
- Pemantauan titik panas atau hotspot.
- Pengecekan langsung ke lapangan.
- Patroli pencegahan karhutla.
- Deteksi dini potensi kebakaran.
- Intervensi terhadap titik yang berpotensi berkembang menjadi karhutla.
Selain pengendalian di lapangan, pemerintah juga memperkuat komunikasi publik melalui Media Center di BNPB.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: