Kantornya Digeruduk Ormas, Pihak OT Akhirnya Minta Maaf di Atas Mobil Komando

Jumat 14-08-2026,18:58 WIB
Reporter: Candra Pratama |
Kantornya Digeruduk Ormas, Pihak OT Akhirnya Minta Maaf di Atas Mobil Komando

Direktur Newport, Handoko Sasongko (baju batik), sedang menyampaikan permohonan maaf di atas mobil komando. -Disway/Candra Pratama-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Massa aksi menggeruduk Kantor Orang Tua (OT) yang berada di Jalan Outer Ring Road (Jorr), Jakarta Barat, Jumat 14 Agustus 2026.

Aksi tersebut dipicu oleh polemik video tantangan menghafal Al-Quran berhadiah minuman keras yang melibatkan produk  mereka di acara The Sounds Project (TSP) beberapa waktu lalu. 

BACA JUGA:The Art of Joy Resmi Hadir di BMW Astra, 10 Persen Hasil Penjualan Lukisan Siap Didonasikan

Dari pantauan Disway di lokasi sejak pukul 14.00 WIB, sejumlah orator silih berganti naik ke mobil komando untuk menyuarakan aspirasi. Mereka pun sempat mengumandangkan mars aksi bela islam.

Massa aksi terus menyuarakan aspirasi ditengah perwakilan pihaknya sedang melakukan pertemuan dengan pihak OT group. Audiensi tersebut berlangsung kurang lebih selama satu jam.

Setelahnya, massa aksi bergemuruh. Sebab, perwakilan OT dengan gagah menemui demonstran untuk meneduhkan suasana.

Pria yang mengenakan batik itu dikawal oleh sejumlah koordinator aksi untuk menaiki mobil komando. Sementara salah satu orator yang sedang menyuarakan aspirasinya meminta massa lebih tenang.

BACA JUGA:Ribuan Penggemar MAXi Ramaikan MAXi Yamaha Day di Sumatera Selatan, Wali Kota Prabumulih Turut Hadir

"Bapak dan ibu sekalian yang saya hormati, saya Handoko, izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada umat islam," kata Direktur Newport, Handoko Sasongko, di atas mobil komando, Jumat.

Tak berhenti di situ--Handoko  menegaskan, kasus tantangan menghafal surah Al Quran dengan iming-iming sebotol miras sudah masuk ke ranah hukum.

Ia meminta kepada massa aksi dan seluruh pihak yang merasa dirugikan untuk bersama-sama menunggu proses hukum yang tengah bergulir.

"Kepada khususnya umat islam atas dugaan penistaan agama dan mohon izin ini sudah masuk pada ranah hukum yg lagi berproses," tegasnya.

BACA JUGA:Dove Hairfall Control Luncurkan AI Analisis Kulit Kepala untuk Perawatan Rambut Rontok Lebih Tepat

"Dan kita bersama-sama untuk menunggu hasil dari proses tersebut. Itu yang bisa saya bawakan, terima kasih atas perhatiannya dan selamat sore," sambungnya menutup.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait