El Niño Kembali, Kini Rupiah yang Diuji
Steffy Jeslyn, Research Analyst, PT Infovesta Utama-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengkonfirmasi fenomena El Niño yang berkembang sejak pertengahan tahun 2026 telah melampaui level kuat.
Puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026 dan bertahan hingga awal 2027.
Bagi Indonesia, dampak praktisnya berupa musim kemarau yang lebih kering, tertundanya masa tanam, serta menurunnya hasil panen komoditas yang bergantung pada curah hujan seperti padi dan kelapa sawit.
BACA JUGA: Soal Rekening Koordinator AMPB Botok Diblokir, Qodari: Jika Tak Sesuai Regulasi Akan Dikoreksi
Bagi investor, pertanyaannya adalah mengapa anomali curah hujan perlu mendapat perhatian yang sama dengan keputusan suku bunga atau kinerja emiten.
Jawabannya, El Niño tidak menggerakkan pasar secara langsung, tetapi melalui efek transmisi.
El Niño mempengaruhi hasil panen, hasil panen mempengaruhi harga pangan, harga pangan mempengaruhi inflasi, dan inflasi pada akhirnya mempengaruhi respon Bank Indonesia (BI).
Ketika dampaknya sampai ke pasar saham, obligasi, dan nilai tukar rupiah, transmisi tersebut sudah melewati beberapa lapis kebijakan.
Memahami rantai ini jauh lebih bermanfaat dibandingkan sekadar mengikuti prakiraan cuaca.
BACA JUGA: Revaldo Kini Jadi Tersangka Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Polisi Bongkar Temuan Mengejutkan
Tiga episode El Niño sebelumnya, yaitu 2009-10, 2015-16, dan 2023-24, menunjukkan siklus yang konsisten.
Curah hujan berkurang, hasil panen padi tertekan, lalu harga beras melonjak lebih dulu dan lebih tajam dibandingkan inflasi pada umumnya.
Mengingat bobotnya yang besar dalam keranjang konsumsi masyarakat, beras menjadi penyumbang paling terlihat pada inflasi harga bergejolak (volatile food).
Pada Oktober 2023 harga beras eceran nasional naik 19,12% secara tahunan, dan sepanjang tahun 2023 beras menjadi kontributor inflasi terbesar dengan andil 0,53 poin persentase dari total 2,61% (BPS).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: