Banting Tulang Cari Cuan, Fenomena Berburu Penghasilan Tambahan di Era Digital
fenomena side hustle yang semakin mudah ditemui di tengah pekerja.--Unsplash/Getty Image
JAKARTA, DISWAY.ID - Pulang kerja bukan lagi selalu berarti waktunya beristirahat.
Bagi sebagian pekerja, berakhirnya jam kerja utama justru menjadi awal untuk kembali memburu penghasilan.
Ada yang menjadi content writer, membuat konten, menjadi affiliate, hingga mengambil pekerjaan lepas melalui berbagai platform digital.
Waktu yang semula digunakan untuk bersantai harus disisihkan demi satu tujuan: menambah pemasukan.
Fenomena itu salah satunya dijalani Deddy (35).
BACA JUGA:BNI Ajak Generasi Muda Cakap Kelola Keuangan di Era Digital
Sejak 2022, ia menjalankan pekerjaan sampingan sebagai content writer setelah menyelesaikan pekerjaan utamanya sebagai karyawan swasta.
Sekitar 12 jam dalam sepekan ia gunakan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.
Waktu itu harus dijalani beriringan dengan kewajiban pekerjaan utama, keluarga, sekaligus kehidupan pribadinya.
“Dijalankan secara beriringan aja,” kata Deddy.
Bagi Deddy, keputusan memiliki pekerjaan kedua bukan semata-mata karena ingin mengejar lebih banyak uang.
Penghasilan dari pekerjaan utama yang dirasanya belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari membuat pekerjaan sampingan menjadi salah satu cara untuk menciptakan ruang finansial tambahan.
BACA JUGA:Buku Induk Sekolah SD-SMP Mulai Didigitalisasi, Pemkab Bogor Perkuat Perlindungan Arsip
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: