Al-Hujurat di Tengah Industri Ghibah

Al-Hujurat di Tengah Industri Ghibah

Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta-dok. Disway-

Di sinilah kita perlu berhati-hati.

Jangan sampai seseorang yang semula ingin mencari kebenaran justru terseret menjadi bagian dari industri kegaduhan. Jangan sampai perkara hukum kehilangan tujuan awalnya karena berubah menjadi panggung pertunjukan.

BACA JUGA:Panggung yang Terlalu Lama: Penudaisme Maximus Jilid Kedua

Apalagi jika yang dibicarakan menyangkut kehormatan seseorang.

Islam memberikan perhatian besar terhadap kehormatan manusia. Karena itu, larangan ghibah dalam Al-Hujurat ayat 12 bukan sekadar larangan agar manusia tidak "bergosip".

Ia mengandung pesan yang jauh lebih dalam: jangan menjadikan keburukan orang lain sebagai bahan kenikmatan sosial.

Ghibah bukan hanya soal benar atau salahnya informasi. Bahkan sesuatu yang benar tentang seseorang pun dapat menjadi ghibah apabila dibicarakan di belakangnya dalam bentuk yang tidak ia sukai.

Karena itu, persoalan moralnya bukan semata-mata apakah informasi tersebut benar, tetapi juga 'untuk apa informasi itu disebarkan dan bagaimana cara menyampaikannya'.

BACA JUGA:Panggung yang Terlalu Lama: Penudaisme Maximus Jilid Kedua

Dalam konteks perkara ijazah, pertanyaan moral tersebut menjadi relevan.

Jika memang terdapat dugaan pemalsuan, bukti semestinya diserahkan kepada institusi yang berwenang.

Jika ada bukti ilmiah, sampaikan secara terbuka melalui mekanisme hukum. Jika ada keberatan terhadap proses hukum, tempuh jalur hukum. Jika seseorang merasa dirugikan, gunakan hak hukumnya.

Tetapi apabila setiap persoalan selalu dibawa kembali ke ruang publik, diperdebatkan berulang-ulang, kemudian menjadi bahan siaran dan tontonan, kita patut bertanya: apakah kita sedang mendekati kebenaran atau justru semakin menjauh darinya?

Ada waktunya sebuah perdebatan harus berhenti.

Bukan karena kritik harus dibungkam. Bukan karena masyarakat tidak boleh bertanya. Tetapi karena setiap perkara membutuhkan ruang untuk diselesaikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: