Prabowo: Indonesia Harus Tangguh agar Tak Didikte Satu atau Dua Kekuatan

Minggu 13-09-2026,07:49 WIB
Prabowo: Indonesia Harus Tangguh agar Tak Didikte Satu atau Dua Kekuatan

Presiden Prabowo saat berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS, Sabtu, 12 September 2026-ist-

JAKARTA, DISWAY.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan besar. Menurutnya, negara-negara Global South harus memperkuat ketahanan nasional agar benar-benar menjadi negara yang merdeka.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS, Sabtu, 12 September 2026.

Prabowo mengatakan Indonesia sebagai anggota baru BRICS ingin memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain untuk melindungi kepentingan bersama.

BACA JUGA:Prabowo Ungkap Proyeksi Ekonomi Indonesia, Jadi Kekuatan Ekonomi Terbesar Keempat Dunia pada 2050

"Kami tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan saja. Kita harus tangguh agar benar-benar menjadi negara yang merdeka," kata Prabowo.

Kekuatan Harus Dibangun dari Dalam Negeri

Prabowo menilai kekuatan sebuah negara harus dibangun dari dalam negeri. Hal tersebut mencakup kemampuan negara menyediakan pangan bagi rakyat, menjamin kebutuhan energi, memberikan pendidikan, serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang dan mencapai kesejahteraan.

"Kekuatan selalu dimulai dari dalam negeri, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk menyediakan pangan bagi rakyat, menjamin energi yang mereka butuhkan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk berkembang dan mencapai kesejahteraan," ujarnya.

BACA JUGA:Purbaya Soal Anggaran Rp11 Triliun Rekening Massal Belum Final, Masih Hitungan Kasar

Menurut Prabowo, kemandirian tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun negara yang tangguh dan benar-benar merdeka.

Semangat Bandung dan Kebangkitan Global South

Ia kemudian mengutip pepatah Indonesia, "bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh". Menurutnya, prinsip tersebut mencerminkan semangat negara-negara Global South yang beberapa dekade lalu bertemu dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung.

"Kini, kami di Global South merasa bahwa suara kami didengar. Negara-negara yang baru memperoleh kemerdekaan, yang telah berjuang melawan imperialisme dan kolonialisme, kini berkumpul sebagai negara-negara yang setara," imbuhnya.

Prabowo menilai dengan berdiri bersama, negara-negara Global South dapat memiliki suara yang lebih kuat sekaligus memperjuangkan kepentingan masing-masing.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: