Prabowo di KTT BRICS: Perdagangan dan Mata Uang Jangan Dijadikan Senjata

Minggu 13-09-2026,09:11 WIB
Prabowo di KTT BRICS: Perdagangan dan Mata Uang Jangan Dijadikan Senjata

Presiden Prabowo Subianto dalam sesi pertemuan BRICS-ist-

JAKARTA, DISWAY.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta agar perdagangan dan mata uang tidak dijadikan sebagai senjata dalam hubungan internasional.

Ia menyebut, kedua instrumen tersebut justru harus mampu merespons kebutuhan negara-negara berkembang, termasuk melalui akses yang lebih baik terhadap sumber daya.

"Perdagangan dan mata uang tidak boleh dijadikan sebagai senjata. Keduanya harus lebih mampu merespons kebutuhan negara-negara berkembang, termasuk dengan memberikan akses yang lebih baik terhadap sumber daya," kata Prabowo di KTT BRICS, Sabtu, 12 September 2026.

BACA JUGA:Prabowo: Indonesia Harus Tangguh agar Tak Didikte Satu atau Dua Kekuatan

BRICS Punya Peran Strategis

Eks Menteri Pertahanan ini menilai BRICS memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas negara-negara berkembang agar dapat berkontribusi terhadap ketahanan global.

Salah satu langkah yang dinilai penting yakni mobilisasi sumber daya untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan negara-negara Global South dalam membiayai pembangunan dan menentukan masa depannya secara lebih mandiri.

"Dengan memobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan, kita dapat memperkuat kapasitas Global South untuk membiayai masa depannya sendiri," ujarnya.

Kekuatan Kolektif Harus Berdampak Nyata

Ia menekankan kekuatan kolektif BRICS tidak boleh berhenti sebatas komitmen di atas kertas. Kekuatan tersebut harus diterjemahkan menjadi peluang nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:Kepala Daerah Didorong Tak Cuma Pintar Bikin Program, Ini yang Diminta Kemendagri

"Inilah jenis kekuatan kolektif yang kita butuhkan kekuatan yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat kita," imbuhnya.

Menurut Indonesia, penguatan kapasitas Global South juga penting agar negara-negara berkembang memiliki suara yang lebih besar dalam menentukan arah masa depan mereka sendiri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: