Bukan Dibakar, Lahan Warga Dimanfaatkan untuk Tanam Jagung Cegah Karhutla

Selasa 15-09-2026,07:27 WIB
Bukan Dibakar, Lahan Warga Dimanfaatkan untuk Tanam Jagung Cegah Karhutla

Warga Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur, mulai mengembangkan budidaya jagung yang tak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi salah satu upaya mencegah karhutla.--istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Ada cara lain untuk memanfaatkan lahan tanpa harus membakarnya.

Warga Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur, mulai mengembangkan budidaya jagung yang tak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi salah satu upaya mencegah karhutla.

Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan tanpa pembakaran terus dikembangkan di Desa Benua Baru, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur.

PT Surya Hutani Jaya (SHJ), unit usaha APP Group, bersama Polsek Muara Bengkal, pemerintah kecamatan dan desa, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Muara Bengkal menggelar kegiatan Tanam Jagung Bersama di lahan masyarakat.

BACA JUGA:2.263 Hektare Lahan Terdampak, Polda Kaltim Tetapkan 16 Tersangka Kasus Karhutla

Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda ketahanan pangan nasional sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Budidaya jagung juga diharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan lahan bernilai ekonomi sehingga masyarakat tidak perlu membuka atau mengelola lahan dengan cara membakar yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan kali ini dilaksanakan di lahan milik petani Desa Benua Baru, Kamili, seluas sekitar 1,5 hektare. PT SHJ memberikan dukungan berupa benih jagung hibrida, pupuk, serta sarana pengendalian gulma untuk mendukung proses budidaya.

BACA JUGA:PT Mayawana Persada Perkuat Sinergi Tangani Karhutla, Libatkan MPA hingga Instansi

Program tersebut melanjutkan pengembangan budidaya jagung yang sebelumnya telah dilakukan PT SHJ bersama petani Desa Benua Baru lainnya, Sukardi, pada lahan sekitar 4,5 hektare.

Tanaman jagung tersebut telah berhasil dipanen dan hasilnya direncanakan dipasarkan kepada Bulog sebagai bagian dari dukungan terhadap ketersediaan pangan di daerah.

District Manager Muara Bengkal PT Surya Hutani Jaya, Budi Kuswanto, mengatakan keberhasilan panen sebelumnya menjadi salah satu pijakan untuk memperluas manfaat program kepada masyarakat.

“Melalui pengembangan budidaya jagung ini, kami ingin membantu masyarakat memperoleh sumber pendapatan yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami berharap keberhasilan panen yang telah dicapai sebelumnya dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk mengembangkan usaha pertanian dan memanfaatkan lahan secara produktif tanpa pembakaran,” ujar Budi.

BACA JUGA:APBD Perubahan 2026 Disiapkan, Ria Norsan Perkuat Anggaran dan Kolaborasi Tangani Karhutla Kalbar

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: