Simpanan Warga NTB di Bawah Rp 100 Juta Tumbuh 8,49 Persen
Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) di NTB-ist-
MATARAM - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat kinerja simpanan masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih tumbuh positif.
Hingga Juli 2026, pertumbuhan tahunan simpanan pada berbagai kelompok nominal berkisar 3,63 persen hingga 11,05 persen secara tahunan (year on year/yoy), meski terjadi kontraksi pada kelompok simpanan di atas Rp 5 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah II Bambang S. Hidayat mengatakan, pertumbuhan antara lain terlihat pada simpanan di bawah Rp 100 juta yang mayoritas merupakan milik perorangan atau rumah tangga.
BACA JUGA:LPS Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda melalui Kuliah Perdana Malang Mbois
Simpanan kelompok tersebut tumbuh 8,49 persen secara tahunan dibandingkan Juli 2025.
"Hal ini merupakan indikasi bahwa kemampuan menabung di kelompok tersebut masih cukup terjaga lintas waktu," kata Bambang.
Menurut dia, membaiknya kinerja simpanan rumah tangga juga menunjukkan semakin kuatnya basis penghimpunan dana ritel di tengah tren kenaikan suku bunga.
Kondisi tersebut dinilai positif bagi stabilitas pendanaan perbankan. Sebab, pertumbuhan dana tidak hanya ditopang deposan besar, tetapi juga penghimpunan dana ritel yang relatif lebih stabil.
Di sisi lain, Bambang mengatakan, LPS terus memperkuat kepercayaan masyarakat melalui program penjaminan simpanan dan pelaksanaan resolusi bank.
BACA JUGA:LPS Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Desa Adat Sade
Hingga Juli 2026, sebanyak 99,98 persen rekening bank umum di NTB mendapatkan penjaminan penuh hingga Rp 2 miliar. Jumlahnya mencapai sekitar 9,9 juta rekening.
Adapun pada BPR dan BPRS, rekening yang dijamin penuh mencapai 99,97 persen atau sekitar 357.000 rekening.
LPS juga mencatat proporsi simpanan bank umum di NTB yang memperoleh imbal hasil di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) meningkat.
Pada Juli 2026, porsinya mencapai 23 persen dari total simpanan, naik dibandingkan Juli 2025 yang sebesar 18 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: