Belanja Negara Capai 69,2 Persen dari Target APBN, Defisit Tembus Rp319 Triliun

Jumat 09-10-2026,20:58 WIB
Reporter: Anisha Aprilia |
Belanja Negara Capai 69,2 Persen dari Target APBN, Defisit Tembus Rp319 Triliun

Realisasi belanja negara hingga September 2026 mencapai Rp2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). -Istimewa-

“Kenapa? Karena kita ingin belanja saat ini supaya manfaat bagi masyarakat itu benar-benar maksimal dari hari ke hari,” imbuh Suahasil.

Menkeu menjelaskan bahwa defisit APBN per September 2026 mencapai Rp319 triliun atau 1,24 persen dari PDB. Angka tersebut turut dipengaruhi oleh realisasi belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp2.061,3 triliun atau 65,4 persen dari pagu. 

Realisasi belanja pemerintah pusat tersebut tumbuh 29,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA:Antisipasi Risiko Kerugian di Industri Energi, UPER Dorong Pengelolaan Risiko Berbasis Aktuaria

Serapan belanja terbesar berasal dari belanja kementerian/lembaga (K/L), yang mencapai Rp1.069,4 triliun atau 70,8 persen dari pagu.

Belanja pemerintah digunakan untuk membiayai berbagai program, antara lain belanja pegawai, termasuk pembayaran tunjangan profesi guru non-PNS; agenda prioritas pembangunan, seperti infrastruktur jalan, bendungan, dan jalan tol; belanja bantuan sosial; subsidi dan kompensasi; serta anggaran pendidikan dan kesehatan.

“Total belanja pemerintah pusat Rp2.061,3 triliun, 65,4 persen dari APBN ini juga bagus. Karena tiga perempat tahun, 65 persen. Akan ada sedikit peningkatan di menuju bulan November dan Desember, tapi ini relatif sehat,” kata Menkeu.

Dari sisi pendapatan, penerimaan negara hingga September 2026 mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen dari target APBN. Secara tahunan, pendapatan negara tumbuh 25,5 persen.

“Pendapatan negara secara total tumbuh 25,5 persen, dan belanja negara meningkat 19 persen,” ujar Suahasil.

BACA JUGA:Hasil Kajian Internasional Telusuri Hubungan Rokok Elektronik dan Diabetes

Ia mengatakan bahwa realisasi pendapatan negara yang telah mencapai 74 persen menunjukkan bahwa penerimaan negara masih berada pada jalur yang sesuai dengan target. Sementara itu, penerimaan pajak telah mencapai 68 persen dari target, dengan nilai sebesar Rp1.607,6 triliun.

Pertumbuhan pendapatan negara juga ditopang oleh penerimaan kepabeanan dan cukai. Hingga September 2026, penerimaan dari sektor tersebut mencapai Rp240,1 triliun, meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp221,3 triliun. Laju pertumbuhannya juga meningkat dari 7,1 persen pada tahun lalu menjadi 8,5 persen tahun ini.

Sementara itu, penyaluran transfer ke daerah hingga September 2026 mencapai Rp599,2 triliun atau 82,4 persen dari alokasi APBN. Alokasi awal transfer ke daerah ditetapkan sebesar Rp693 triliun.

Namun, seiring berjalannya waktu, terdapat kebutuhan tambahan bagi daerah, termasuk untuk penanganan bencana alam. Oleh karena itu, alokasinya diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp727 triliun setelah seluruh perhitungan diselesaikan.

BACA JUGA:PSI Sebut Polemik Ijazah Gibran Lukai Lulusan Luar Negeri dan Diaspora

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait