Cak Imin Targetkan Kemiskinan Turun Jadi 5 Persen pada 2029

Rabu 14-10-2026,14:30 WIB
Cak Imin Targetkan Kemiskinan Turun Jadi 5 Persen pada 2029

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar -Dody Suryawan-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan, pemberdayaan masyarakat harus menjadi arah baru pembangunan nasional. Pemerintah tidak cukup hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga perlu mendorong masyarakat agar mandiri dan mampu meningkatkan pendapatan.

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menyampaikan hal tersebut dalam Dialog Nasional Pemberdayaan bertema Langkah Transformasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut dia, perubahan paradigma pembangunan diperlukan agar masyarakat, terutama kelompok miskin, tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah. Mereka harus diberi kesempatan dan kemampuan untuk menjadi pelaku pembangunan.

BACA JUGA:Kata Erick Thohir Uji Coba Timnas di Timur Tengah Bisa Batal, Siapkan Skenario Cadangan

“Setiap rupiah dari APBN yang dikeluarkan harus menjadi pemberdayaan masyarakat,” ujar Cak Imin, di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.

Cak Imin menjelaskan, penanggulangan kemiskinan perlu dilakukan melalui tiga strategi. Pertama, mengurangi pengeluaran masyarakat lewat jaminan sosial, jaminan kesehatan, akses pendidikan terjangkau, serta penyediaan infrastruktur dan transportasi.

Kedua, memperkuat program pemberdayaan agar masyarakat memiliki kemampuan meningkatkan penghasilan. Ketiga, mengurangi hingga menghapus kantong-kantong kemiskinan melalui program yang terarah.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam forum tersebut, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 22,9 juta jiwa atau 8,07 persen dari populasi. Pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun menjadi maksimal 5 persen pada 2029.

“Bansos sementara, berdaya selamanya,” kata Cak Imin, menggambarkan arah kebijakan yang ingin dibangun pemerintah.

Ia menilai, anggaran pemberdayaan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Keberhasilan program diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.

BACA JUGA:Tak Perlu Perantara, Kementerian ATR/BPN Permudahkan Masyarakat dalam Mengurus Tanah

Karena itu, ia mengingatkan agar anggaran pemberdayaan tidak menjadi sasaran pemangkasan ketika pemerintah melakukan efisiensi anggaran.

Menurut Cak Imin, program pemberdayaan yang berhasil justru berpotensi meningkatkan produktivitas masyarakat dan memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.

Data dan Kolaborasi Jadi Kunci

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: