Bukan Ukuran Langsung, Ini Dia Fungsi Desil Dalam Data Sosial
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasan-dok Disway-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Belum lama ini, istilah Desil kerap kali menjadi perhatian usai kemunculannya dalam berbagai pembahasan program pemerintah, terutama setelah pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan bersama.
Dalam penuturannya, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan bahwa istilah Desil sendiri merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya.
BACA JUGA:Polisi: Botok Pati Tidak Ditangkap karena Demo di Gedung DPR!
Dalam DTSEN, keluarga diberi peringkat berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, kemudian dibagi menjadi 10 kelompok. Masing-masing kelompok mencakup sekitar 10 persen keluarga.
"Karena itu, keluarga yang masuk desil tertentu tidak otomatis memiliki tingkat pendapatan, kekayaan, atau pengeluaran yang sama dengan keluarga lain pada desil tersebut," jelas Amalia kepada media, pada Senin (24/08).
Kendati begitu, Amalia menambahkan, desil tidak bisa diartikan sebagai ukuran langsung kondisi ekonomi sebuah keluarga.
BACA JUGA:IHSG Merah di Tengah Ramainya Demo Jakarta, Investor Perlu Waspada?
Menurutnya, angka desil harus dipahami sebagai posisi relatif, bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi keluarga.
"Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," tegas Amalia.
Dalam hal ini, faktor yang diperhitungkan antara lain kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta kondisi disabilitas.
Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah. Sementara desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
BACA JUGA:Air di Rumah Bisa Pengaruhi Kulit dan Rambut? Ini Rahasia Water Softener ala Korea
Sebagai contoh, keluarga yang masuk desil 3 berarti berada dalam kelompok ketiga dari 10 kelompok pemeringkatan kesejahteraan relatif.
Untuk menjaga agar pemeringkatan tetap mencerminkan kondisi masyarakat, DTSEN juga terus diperbarui. Pemutakhiran dilakukan menggunakan berbagai sumber, seperti data administrasi, hasil sensus, serta informasi yang disampaikan masyarakat melalui kanal yang tersedia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: