Balai Kota Limoges Prancis Dibakar Pengunjuk Rasa

Minggu 18-10-2026,13:14 WIB
Reporter: Reza Permana |
Balai Kota Limoges Prancis Dibakar Pengunjuk Rasa

Kantor Balai Kota Lomoges Perancis dibakar pengunjuk rasa pada Sabtu 17 Oktober malam.-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID – Kantor Balai Kota Lomoges Prancis dibakar pengunjuk rasa pada Sabtu 17 Oktober malam.

Menurut pejabat tinggi kota tersebut, pembakaran Kantor Balai Kota Lomoges dilakukan oleh pengunjuk rasa yang mengenakan topeng.

Maurice Barate yang merupakan pejabat setempat menyampaikan jika atapnya Balai Kota runtuh menimpa lantai-lantai di bawahnya, kecuali di sayap barat.

“Dua pertiga bagian luarnya telah lenyap," tambahnya seperti dilansir dari France24.

BACA JUGA:Heboh Macron Presiden Perancis Diduga Sembunyikan Kantong Kokain Saat ke Ukraina

Barate juga mengungkapkan jika bangunan yang berusia 143 tahun tersebut mengalami kerusakan parah dan hal ini merupakan bencana warisan sejarah.

Balai Kota Limoges sendiri dibangun pada tahun 1883 dan ditetapkan sebagai situs bersejarah pada tahun 1975.

Diketahui aksi domonstrasi digelar oleh warga Perancis terkait dengan biaya hidup yang melonjak tinggi.

Saksi mata menjelaskan bahwa sekelompok pengunjuk rasa bertopeng juga telah membakar membakar mobil polisi di luar balai kota dan setelah itu melanjutkan dengan memecahkan jendela kemudian masuk ke dalam gedung untuk menyulut api.

BACA JUGA:Sosok Gabriel Attal: Perdana Menteri Perancis Usia 34 Tahun, Mengaku Gay dan Keturunan Yahudi Tunisia

Menurut Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez, sekitar 400 orang ditangkap pada hari Sabtu, dari lebih setengah juta orang yang berpartisipasi dalam lebih dari 100 aksi unjuk rasa di seluruh Perancis.

Nunez melaporkan bahwa kelompok-kelompok bertopeng selain membakar Balai Kota, mereka juga juga berupaya menerobos masuk ke balai kota di Lille dan Calais, serta kantor polisi di Brest.

Tindak kekerasan juga terjadi di kota-kota lain, termasuk Rennes, Toulouse, Montpellier, dan Grenoble.

Sedangkan di Paris, pihak keamanan setempat melarang unjuk rasa di beberapa lokasi, di antaranya sekitar istana kepresidenan Elysee, kantor perdana menteri, kawasan Champs-Elysees, serta sejumlah lokasi penting lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait