Survei Synology: Hanya 2 dari 10 Perusahaan Yakin Bisa Pulihkan Data
Survei Synology menunjukkan, hanya sekitar 2 dari 10 perusahaan di Indonesia yang sangat yakin dapat memulihkan operasional dengan cepat setelah serangan ransomware, sekaligus memastikan data cadangan atau backup tetap terlindungi dari perubahan, enkripsi--Synology
Teknologi ini ditujukan untuk membantu perusahaan mengelola pengawasan di berbagai lingkungan, seperti toko, pabrik, kampus, gudang, dan gedung perkantoran, tanpa harus meninjau seluruh rekaman secara manual.
BACA JUGA:Update Hantavirus di Jakarta: Dinkes DKI Catat 3 Kasus Positif
Ketahanan Data Jadi Fondasi Transformasi AI
Berbagai tantangan tersebut memperlihatkan bahwa transformasi AI tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi baru, tetapi juga kesiapan infrastruktur yang mendukungnya.
Perusahaan perlu memastikan sistem penyimpanan dapat berkembang mengikuti kebutuhan, strategi backup mampu melindungi data dari serangan, dan proses pemulihan dapat berjalan ketika terjadi gangguan.
Di saat yang sama, penggunaan AI untuk mendukung produktivitas perlu diimbangi dengan tata kelola informasi yang jelas agar data bisnis tetap terlindungi.
“Ketika perusahaan memiliki infrastruktur yang dapat diandalkan, mampu memulihkan operasional saat terjadi gangguan, dan memanfaatkan AI tanpa kehilangan kendali atas data, teknologi dapat menjadi fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Clara.
Menurut dia, ketahanan bisnis bukan hanya tentang mencegah gangguan, tetapi juga memastikan perusahaan dapat terus beroperasi, beradaptasi, dan berkembang menghadapi perubahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: