Survei Synology: Hanya 2 dari 10 Perusahaan Yakin Bisa Pulihkan Data

Kamis 22-10-2026,23:20 WIB
Survei Synology: Hanya 2 dari 10 Perusahaan Yakin Bisa Pulihkan Data

Survei Synology menunjukkan, hanya sekitar 2 dari 10 perusahaan di Indonesia yang sangat yakin dapat memulihkan operasional dengan cepat setelah serangan ransomware, sekaligus memastikan data cadangan atau backup tetap terlindungi dari perubahan, enkripsi--Synology

JAKARTA, DISWAY.ID – Di tengah meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan baru dalam menjaga keamanan dan keberlangsungan data bisnis.

Salah satunya adalah memastikan data tetap terlindungi dan dapat dipulihkan ketika terjadi serangan siber, termasuk ransomware.

Survei Synology menunjukkan, hanya sekitar 2 dari 10 perusahaan di Indonesia yang sangat yakin dapat memulihkan operasional dengan cepat setelah serangan ransomware, sekaligus memastikan data cadangan atau backup tetap terlindungi dari perubahan, enkripsi, maupun penghapusan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa memiliki sistem pencadangan data saja belum cukup untuk menjamin keberlangsungan operasional perusahaan ketika menghadapi serangan siber.

BACA JUGA:Ledakan AI dan Big Data Picu Tantangan Baru bagi Infrastruktur Penyimpanan Data Perusahaan

Hal ini disoroti Synology dalam acara Synology Press Event 2026 yang digelar di Four Seasons Jakarta pada 13 Oktober 2026.

Dalam acara tersebut, perusahaan teknologi asal Taiwan itu memaparkan tantangan transformasi AI di Indonesia, mulai dari pengelolaan pertumbuhan data hingga perlindungan keamanan siber.

Indonesia sendiri mengalami perkembangan pemanfaatan AI dalam berbagai aktivitas bisnis.

Teknologi ini digunakan untuk mendukung pengelolaan data, kolaborasi tim, hingga meningkatkan produktivitas kerja.

BACA JUGA:Ancaman Siber Makin Canggih, Synology Ungkap Kesalahan Fatal Perlindungan Data Perusahaan

Namun, peningkatan penggunaan AI juga menuntut perusahaan menyiapkan infrastruktur teknologi yang memadai, termasuk kapasitas penyimpanan dan sistem perlindungan data yang mampu menghadapi risiko serangan siber.

“AI semakin banyak digunakan dalam operasional bisnis, mulai dari pengelolaan data hingga kolaborasi tim,” ujar Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology.

Menurut Clara, penerapan AI perlu didukung infrastruktur yang mampu mengimbangi pertumbuhan data, sistem perlindungan yang andal, serta teknologi yang benar-benar membantu meningkatkan produktivitas perusahaan.

BACA JUGA:PN Tangerang Sidangkan Kasus Dugaan Pencurian Data Perusahaan Pembuat Video Animasi Disney, Begini Perkaranya!

Survei Synology Ungkap Tantangan Pengelolaan Data di Era AI

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait