Survei Synology: Hanya 2 dari 10 Perusahaan Yakin Bisa Pulihkan Data

Kamis 22-10-2026,23:20 WIB
Survei Synology: Hanya 2 dari 10 Perusahaan Yakin Bisa Pulihkan Data

Survei Synology menunjukkan, hanya sekitar 2 dari 10 perusahaan di Indonesia yang sangat yakin dapat memulihkan operasional dengan cepat setelah serangan ransomware, sekaligus memastikan data cadangan atau backup tetap terlindungi dari perubahan, enkripsi--Synology

Pendekatan seperti strategi 3-2-1-1-0, immutable backup, dan air-gap dapat membantu memperkuat perlindungan data serta meningkatkan kesiapan perusahaan menghadapi insiden siber.

BACA JUGA:Jangan Asal Sapu Kotoran Tikus, Pakar Entomologi Peringatkan Risiko Hantavirus

Strategi 3-2-1-1-0 secara umum mencakup penyimpanan beberapa salinan data pada media berbeda, satu salinan di lokasi terpisah, satu salinan yang tidak dapat diubah atau terisolasi, serta verifikasi untuk memastikan backup dapat dipulihkan tanpa kesalahan.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Synology mengembangkan ActiveProtect, perangkat khusus pencadangan data yang dirancang untuk memusatkan pengelolaan backup sekaligus memisahkan infrastruktur pemulihan dari sistem produksi utama.

ActiveProtect mendukung perlindungan data yang tidak dapat diubah (immutable) dan kemampuan isolasi dalam satu platform. Pengembangan ActiveProtect Manager 2.0 juga memperluas kompatibilitas dengan lingkungan virtualisasi enterprise, termasuk Nutanix AHV dan Proxmox VE.

Selain itu, Synology memperkenalkan DP5200, perangkat backup berukuran ringkas 1U yang ditujukan bagi perusahaan dengan infrastruktur tersebar di kantor pusat, cabang, maupun berbagai lokasi operasional.

“Memiliki backup saja belum cukup. Perusahaan harus memastikan data backup tetap aman dan benar-benar dapat dipulihkan saat terjadi serangan,” jelas Joshua.

BACA JUGA:Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspada Hantavirus dan Jaga Kebersihan Lingkungan

Penggunaan AI Juga Memunculkan Tantangan Keamanan Data

Selain pengelolaan penyimpanan dan pemulihan data, perusahaan juga menghadapi tantangan dalam memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas tanpa kehilangan kendali atas informasi bisnis.

Survei Synology menemukan bahwa lebih dari 80 persen perusahaan di Indonesia masih menghabiskan setidaknya dua jam setiap minggu untuk menyusun, memformat, atau menerjemahkan dokumen tanpa bantuan AI.

Padahal, AI berpotensi membantu berbagai pekerjaan rutin, mulai dari menyusun dokumen dan presentasi hingga menerjemahkan materi serta mengolah spreadsheet.

Di sisi lain, penggunaan AI juga menimbulkan perhatian terkait keamanan informasi, khususnya lokasi pemrosesan data dan kendali perusahaan atas informasi sensitif.

Synology mengembangkan kemampuan AI dalam ekosistem produktivitas berbasis on-premises, sehingga perusahaan dapat memanfaatkan teknologi tersebut dengan tetap mempertahankan kendali atas data bisnis.

Melalui Synology Office Suite, AI dapat membantu penyuntingan dokumen, pembuatan konten presentasi, dan pencarian formula spreadsheet. Ekosistem ini juga dilengkapi Synology ChatPlus dan Meet untuk mendukung komunikasi serta kolaborasi tim.

Penerapan AI juga diperluas ke sistem pengawasan fisik. Melalui DVA7400, Synology menghadirkan kemampuan deteksi berbasis AI dan pencarian video cerdas yang membantu tim keamanan menemukan rekaman kejadian tertentu dengan lebih cepat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait