Dune: Part Three, Babak Terakhir Paul Atreides yang Siap Guncang Bioskop Desember 2026
Dune: Part Three, Babak Terakhir Paul Atreides yang Siap Guncang Bioskop Desember 2026---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Dua film pertama *Dune* garapan Denis Villeneuve sukses membuktikan bahwa novel fiksi ilmiah yang dulu dianggap "mustahil difilmkan" ternyata bisa menjadi tontonan megah sekaligus laris. Kini sang sutradara bersiap menutup kisahnya lewat *Dune: Part Three*, yang dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Utara pada 18 Desember 2026, dengan penayangan internasional dimulai sejak 16 Desember.
Film ini mengadaptasi *Dune Messiah* (1969), novel kedua Frank Herbert yang lebih tipis, lebih gelap, dan jauh lebih politis dibanding buku pertamanya. Menurut daftar resmi jaringan bioskop Cinemark, Villeneuve menulis naskahnya bersama Brian K. Vaughan, penulis komik yang dikenal lewat *Saga* dan *Y: The Last Man*.
Ceritanya melompat bertahun-tahun setelah Paul Atreides merebut takhta di akhir *Dune: Part Two*. Sumber-sumber yang beredar belum sepakat soal jarak waktunya, ada yang menyebut dua belas tahun, ada pula yang menyebut tujuh belas tahun. Yang jelas, Paul kini adalah Kaisar, dan perang suci yang ia takutkan telah menyapu galaksi atas namanya.
Villeneuve sendiri menyebut film ketiga ini lebih condong ke arah *thriller* dan memuat lebih banyak adegan aksi dibanding dua pendahulunya. Di tengah kekuasaan yang tampak mutlak, Paul justru menghadapi konspirasi dari berbagai arah, dan Chani berada di pusat misteri yang menggerakkan cerita.
Apabila Anda berniat menyaksikannya setelah masa tayang bioskop usai, film ini nantinya bisa dinikmati lewat HBO Max, Pikashow, Netflix, atau platform streaming sejenis yang tersedia di wilayah Anda.
Deretan Pemain yang Kembali dan Wajah Baru
Timothée Chalamet kembali sebagai Paul, kali ini dalam versi yang lebih dingin dan terbebani visi masa depan. Zendaya kembali sebagai Chani, yang perannya diperkirakan jauh lebih besar dibanding film pertama. Rebecca Ferguson kembali sebagai Lady Jessica, sementara Florence Pugh melanjutkan perannya sebagai Putri Irulan, istri politik Paul.
Jason Momoa juga kembali, kabar yang membuat banyak penggemar buku tersenyum karena Duncan Idaho memang punya peran penting di *Dune Messiah*. Anya Taylor-Joy, yang sempat muncul singkat sebagai Alia di film kedua, kini mendapat porsi lebih besar sebagai adik Paul.
Supaya pengalaman menonton di rumah terasa lebih maksimal, silakan kunjungi HBO, Pikashow APK, Netflix, dan layanan streaming lain yang menawarkan kualitas gambar terbaik.
Wajah baru paling mencuri perhatian adalah Robert Pattinson. Ia memerankan Scytale, seorang Face Dancer, makhluk pengubah wujud yang menjadi antagonis utama. Javier Bardem, Charlotte Rampling, dan Isaach de Bankolé juga tercantum dalam daftar pemain. Situs penggemar turut menyebut Josh Brolin kembali sebagai Gurney Halleck, meski kabar ini belum sekuat konfirmasi para pemain lainnya.
Satu hal yang membuat film ini terasa istimewa: *Dune: Part Three* disebut sebagai film *Dune* terakhir bagi Villeneuve maupun Chalamet. Dengan kata lain, inilah perpisahan bagi tim kreatif yang sudah menghidupkan Arrakis selama lebih dari lima tahun.
Dibuat untuk Layar IMAX
Kalau ada satu film yang layak ditonton di layar terbesar tahun ini, *Dune: Part Three* adalah kandidat kuatnya. Menurut laporan Dark Horizons, sebagian besar film direkam dengan kamera film 65mm, beberapa sekuen menggunakan film IMAX 15/70mm, sementara adegan gurun direkam dengan kamera IMAX digital. Akun resmi *Dune* juga sudah mengonfirmasi penayangan dalam format IMAX, dan Cinemark bahkan mencantumkan versi IMAX 70mm.
Pilihan teknis ini bukan sekadar gaya. Gurun Arrakis selama ini menjadi "karakter" tersendiri di film Villeneuve, dan format besar memberi skala yang sulit ditandingi layar televisi. Suara cacing pasir, angin, dan musik latar yang menggetarkan kursi bioskop adalah bagian dari pengalaman yang membuat *Part Two* begitu dibicarakan.
Kenapa Kisah Ini Berbeda
Pembaca *Dune Messiah* tahu bahwa buku ini membalik banyak hal yang terasa heroik di buku pertama. Herbert sengaja menulisnya sebagai peringatan tentang bahaya pemimpin karismatik dan fanatisme yang tumbuh di sekitarnya. Paul bukan lagi pemuda yang kita dukung tanpa ragu, melainkan penguasa yang terjebak oleh ramalannya sendiri.
Villeneuve sudah menyiapkan arah ini sejak akhir *Part Two*, ketika Chani berjalan meninggalkan Paul dengan wajah kecewa. Adegan itu terasa seperti janji bahwa film ketiga akan lebih pahit dan lebih personal, bukan sekadar perang besar berikutnya. Bagi penonton yang belum membaca bukunya, sebaiknya tonton ulang dua film sebelumnya agar setiap keputusan Paul terasa lebih berat.
Ketersediaan di Bioskop dan Layanan Streaming
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: