Hashim Djojohadikusumo Ingatkan Bahaya Saham Gorengan, Bisa Tekan Rupiah
Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo-Anisha-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo memperingatkan praktik saham gorengan di pasar modal Indonesia dapat berdampak serius terhadap perekonomian nasional.
Dia menilai, praktik tersebut berpotensi memperburuk kepercayaan investor asing dan memicu pelemahan nilai tukar rupiah.
Hashim mengatakan, terdapat indikasi praktik tidak sehat di pasar saham, termasuk saham yang harganya diduga dimanipulasi atau dikenal dengan istilah saham gorengan.
BACA JUGA:Hashim Sebut Rekening Gratis untuk Warga 17 Tahun, Bukan HP Gratis
“Ada indikasi memang ada praktik-praktik yang tidak sehat yang terjadi di pasar saham kita. Saya enggak usah sebut siapa, tapi ada saham-saham yang istilahnya digoreng,” kata Hashim dalam pembukaan Rakernas Kadin, Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurut dia, persoalan tersebut turut menjadi perhatian penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan investor asing.
Dia menyoroti saham dengan porsi saham publik atau free float terbatas serta rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (P/E ratio) yang dinilai tidak wajar.
Hashim meminta kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kadin tidak terlibat dalam praktik tersebut. Dia menegaskan, persoalan integritas pasar modal perlu ditangani secara serius karena dapat memengaruhi arus investasi asing ke Indonesia.
“Mohon dengan sangat, praktik goreng-gorengan segera dihentikan,” ujarnya.
BACA JUGA:Banyak yang Khawatir RI di Ambang Krisis, Ini Kata Anindya Bakrie
Hashim memperingatkan, jika investor asing menarik dananya dari pasar saham Indonesia, tekanan terhadap rupiah berpotensi semakin besar. Dia menyebut nilai tukar rupiah bisa melemah hingga kisaran Rp20.000–Rp21.000 per dolar AS, bahkan Rp22.000 dalam skenario yang lebih buruk.
“Kalau itu terjadi rupiah bisa Rp21.000–Rp22.000,” kata Hashim.
Dia menjelaskan, pelemahan rupiah hingga level tersebut dapat meningkatkan beban pembayaran pinjaman luar negeri. Kondisi itu juga dikhawatirkan menimbulkan dampak ekonomi dan politik yang serius bagi Indonesia.
Hashim pun mengingatkan agar praktik manipulasi harga saham tidak dibiarkan berkembang. Menurutnya, investor domestik berpotensi menjadi pihak yang paling dirugikan jika kepercayaan terhadap pasar modal terus memburuk.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: