Persaingan Panas Eisenkot vs Netanyahu, Deadlock Pemilu Israel 2026 Berlanjut
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.--The White House
“Netanyahu khawatir Eisenkot dapat bekerja sama dengan partai-partai Arab dan kelompok ultra-Ortodoks untuk membentuk koalisi alternatif yang dapat menggulingkan pemerintahannya,” kata sumber tersebut, sebagaimana dilaporkan i24 News, dikutip dari India Today.
BACA JUGA:Persija Kalah Lagi di Banten International Stadium, STY: Stadion Ini Kurang Cocok
Kemungkinan aliansi tersebut muncul setelah pemilu parlemen Israel pada 27 Oktober 2026 membuat blok pendukung Netanyahu kehilangan mayoritas di Knesset yang memiliki 120 kursi.
Presiden Isaac Herzog mulai konsultasi dengan fraksi-fraksi dan mendorong “solusi kreatif” agar Israel terhindar dari pemilu ulang. Netanyahu tetap menjabat sebagai caretaker selama proses negosiasi.
Persaingan yang intens ini mencerminkan polarisasi mendalam di Israel pasca serangan 7 Oktober 2023 dan perang yang berkepanjangan. Hingga kini, belum ada koalisi yang terbentuk, membuka kemungkinan negosiasi panjang atau bahkan pemilu susulan di 2027.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: