PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 54 di Oktober 2026
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto -ist-
JAKARTA, DISWAY.ID– Industri manufaktur Indonesia kembali mencatatkan ekspansi signifikan meski volatilitas pasar global masih tinggi.
Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia naik ke level 54 pada Oktober 2026, dari 52,4 pada September.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan capaian tersebut.
BACA JUGA:IHSG Sesi I Anjlok 2,62% ke 4.963,06, Saham Big Cap Jadi Beban
“Ini menandakan penguatan ekspansi sektor manufaktur, dan level ekspansinya ini terkuat sejak Maret 2024, jadi ini level ekspansi yang tinggi,” ujar Airlangga kepada media, Selasa (3/11/2026).
Capaian tersebut menunjukkan sektor manufaktur Indonesia terus berekspansi pada level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.
Airlangga juga menyinggung inflasi Oktober yang tercatat 3,23 persen secara tahunan atau 2,4 persen berdasarkan tahun kalender (year-to-date), masih berada dalam rentang target nasional 1,5–3,5 persen.
“Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat menjelang akhir tahun,” tuturnya.
Secara kumulatif, selama Januari–September 2026, Indonesia mencatat ekspor sebesar USD 221,23 miliar atau tumbuh 5,58 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Total impor tercatat USD 210,63 miliar atau tumbuh 19,67 persen secara tahunan.
Meski pertumbuhan impor lebih tinggi, sebagian besar terdiri atas bahan baku, bahan penolong, dan barang modal. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan input produksi dan investasi di sektor industri dan manufaktur.
“Jadi, ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia terjaga dan masih kuat sampai bulan ini, dan sampai akhir tahun diharapkan kondisi masih terjaga,” tutup Airlangga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: