Pupuk Bersubsidi Menghilang Petani Teriak, Harga Obat Pertanian Ikut Melambung

Rabu 15-06-2022,14:59 WIB
Editor : Reza Permana

JAKARTA, DISWAY.ID – Memasuki musim tanam, pupuk bersubsidi menghilang dari pasaran yang membuat petani teriak.

Kondisi pupuk bersubsidi menghilang dirasakan langsung oleh para petani di Kabupaten Ogan Ilir.

Sedangkan untuk menanggulangi pupuk bersubsidi menghilang ini, para petani tidak sanggup mengganti dengan pupuk nonsubsidi yang harganya mahal.

BACA JUGA:Ini Dia Daftar Menteri dan Wakil Menteri yang Dilantik Jokowi 15 Juni 2022

BACA JUGA:Said Iqbal: Demo Partai Buruh Minta UU PPP Dicabut Kerena Akal-akalan Hukum Untuk Meloloskan Omnibus Law

Menurut keterangan beberapa Kelompok Tani di Ogan Ilir, kondisi pupuk bersubsidi menghilang seperti pupuk Urea dan Phonska selalu terjadi setiap tahunnya. 

Diduga penyaluran pupuk subsidi kepada kelompok tani tidak terbuka, sehingga penyaluran tidak merata.

Meskipun penyaluran pupuk subsidi tersedia melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), namun stoknya terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan para petani. 

Banyaknya persyaratan bagi petani yang ingin mendapatkan pupuk subsidi, membuat petani mulai kehilangan kesempatan untuk mendapat jatah pupuk subsidi. 

BACA JUGA:Siapa Dito Mahendra? Pria yang Laporkan Nikita Mirzani Gegara Unggahan Pilot A?

BACA JUGA:PPDB DKI Jakarta Jalur Prestasi Dibuka, Simak Syarat dan Ketentuannya

Dilansir dari palpres.disway.id, sedangkan untuk beli pupuk nonsubsidi harganya mahal.

Kumayadi (49), salah satu petani Cabai terpaksa membeli pupuk nonsubsidi, meskipun mahal. 

Menurut dia, menggunakan pupuk nonsubsidi, biaya sarana prasarana produksi yang dikeluarkan para petani meningkat, dampaknya pendapatan petani berkurang.

"Sedangkan di pasaran semua jenis pupuk non subsidi mengalami kenaikan harga, ditambah jenis pupuk Phonska langka di pasaran bahkan menghilang dan harga obat-obat pertanian melambung tinggi," tambah Kumayadi.

Kategori :