Soal Kasus Kematian Brigadir J, Usman Hamid: Bagaimana Mungkin Brigadir Yosua dengan Mudah Dibunuh Bharada E?

Sabtu 06-08-2022,17:58 WIB
Reporter : Dimas
Editor : Dimas

JAKARTA, DISWAY.ID-- Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid mempertanyakan bagaimana mungkin Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan mudah dibunuh?

Sebagaimana diketahui, Brigadir J merupakan jebolan anggota satuan Brimob Polri Jambi yang mendapat penugasan di Mabes Polri

Brigadir J masukan dalam jajaran delapan ajudan Irjen Ferdy Sambo. Menurut keterangan polisi, Brigadir J ditugaskan Ferdy Sambo untuk mengawal istrinya, Putri Candrawathi.

BACA JUGA:Pengakuan Krishna Murti yang Jabatannya Tersalip Ferdy Sambo

BACA JUGA:Dear Putri Candrawathi, Kesaksian Anda Ditunggu Publik, Taufan Damanik Menduga Ada yang Tak Logis, Loh!

Menurut Usman Hamid, untuk menjadi ajudan pribadi seorang Jenderal dari Perwira Tinggi Polri, para ajudan perlu memenuhi seleksi dan pelatihan khusus.

Usman menyoroti soal peristiwa polisi tembak polisi yang melibatkan Brigadir J dengan Bharada E atau Richard Eliezer, yang keduanya merupakan anggota Brimob. Seharusnya ada kedekatan.

"Ini, kan, kasusnya Bharada E seorang anggota Brimob yang membunuh dan satu lagi dibunuh, dalam hal ini Brigadir Yosua.

"Nah, bagaimana mungkin misalnya anggota-anggota Brimob yang terlatih apalagi Brigadir Yosua, itu bisa dengan mudah dibunuh?

BACA JUGA:Ahmad Taufan Damanik: Bripka Riki Tak Lihat Langsung Aksi Penembakan Bharada E dan Brigadir J

BACA JUGA:Paket Senjata 1 Miliar Dolar Amerika Untuk Ukraina Segera Dikirim, Tambah Pasokan Himars

"Bagaimana pun juga seseorang anggota Brimob yang menjadi ajudan, itu ada pelatihan khususnya," terang Usman Hamid sebagaimana dilansir Disway.id dari tayangan YouTube; Usman Hamid: Publik Menunggu Hasil Pemeriksaan yang Berarti | AKIM tvOne.

Usman Hamid mengatakan bahwa keputusan penyidik Bareskrim Polri yang menetapkan Bharada E sebagai tersangka terkesan dipaksakan.

Ia berharap penetapan Bharada E bukan sebagai langkah untuk membodohi masyarakat yang dapat mencoreng Polri dan Brimob.

"Ya memang ada kesan bahwa Bharada E dikambinghitamkan. Saya berharap jangan sampai ada pembodohan masyarakat, apalagi mencoreng institusi Polri, termasuk institusi Brimob.

Kategori :