Jual Beli Jabatan ASN Dibongkar KPK, Sebagian Besar di Pulau Jawa Dengan Transaksi Mencengangkan

Kamis 17-11-2022,11:10 WIB
Reporter : Rafi Adhi Pratama
Editor : Reza Permana

"Ini juga masih banyak yang orang mengeluhkan, masih banyak hal-hal yang belum bisa kita berikan yang terbaik," ungkap dia.

BACA JUGA:WARNING! Jangan Asal Gelar Nobar Piala Dunia 2022, Terbukti Melanggar Denda Rp 1 Miliar, Ikuti Aturannya

BACA JUGA:Kombes Hengki Akui Kesulitan Ungkap Kasus Tewasnya Satu Keluarga yang Mengering: 'Perlu Kehati-hatian'

Kemudian keempat, penguatan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

"Kenapa APIP perlu? Karena mereka lah pengawas, mereka memantau, mengarahkan. Namun kenyataannya APIP banyak dilemahkan karena dukungan anggarannya kurang, personelnya kurang," tuturnya.

Selanjutnya kelima, Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

BACA JUGA:Kombes Hengki Akui Kesulitan Ungkap Kasus Tewasnya Satu Keluarga yang Mengering: 'Perlu Kehati-hatian'

BACA JUGA:Deklarasi G20 Bali: Alot Sikapi Perang Rusia - Ukraina, Pandemic Fund Terbentuk

Ke enam, optimalisasi pendapatan daerah.

Ke tujuh, Keuangan Desa dan ke delapan, Manajemen Aset Daerah.

"Manajemen ASN ini juga kadang kurang keterbukaan, bahkan ada kecenderungan sekarang di Jawa, Jawa Timur, Jawa Tengah ya, bahwa dalam perekrutan terhadap perangkat desa itu banyak terjadi penyimpangan," jelasnya  

"Sehingga dari data kami ada sampai 350 miliar hanya untuk perekrutan penyelenggara perangkat desa, ini kan sangat memperihatinkan." tandasnya.

Kategori :