Judi: Menang yang Kalah

Kamis 01-10-2026,08:19 WIB
Oleh: Ahmad Sihabudin

Tidak perlu dikenal orang.

BACA JUGA:Keamanan Jangan Berhenti di Dapur

Tidak perlu menunggu malam.

Bahkan tidak perlu keluar dari kamar.

Dalam hitungan detik seseorang dapat memasukkan uang, memasang taruhan, kalah, lalu mengulanginya kembali.

Inilah yang membuat judi online jauh lebih berbahaya secara sosial. Batas psikologis untuk mulai berjudi menjadi semakin tipis.

Telepon genggam yang seharusnya menjadi alat komunikasi dapat berubah menjadi mesin penguras uang.

Ironinya, benda yang sama juga dipakai untuk bekerja, belajar, berdagang, membaca Al-Qur'an, dan berkomunikasi dengan keluarga.

BACA JUGA:IHSG di Zona Undervalued

Satu benda, dua kemungkinan.

Bisa menjadi alat produktivitas.

Bisa pula menjadi pintu kehancuran.

Teknologi pada dirinya sendiri tidak jahat. Yang menjadi persoalan adalah ketika teknologi dipakai untuk memperbesar kelemahan manusia.

Yang Rusak Bukan Hanya Dompet

Sering kali persoalan judi online dibicarakan sebatas kerugian ekonomi.

BACA JUGA:Al-Hujurat di Tengah Industri Ghibah

Kategori :