Mereka menghadapi kompetisi yang semakin luas.
Mereka juga harus menentukan identitas di tengah banjir pendapat.
BACA JUGA:Pesantren Adalah Inkubator Pemimpin Masa Depan Indonesia
Karena itu, daripada hanya mengatakan “anak muda sekarang begini-begitu”, mungkin lebih baik kita bertanya:
Sudahkah orang dewasa memberikan mereka cukup ruang untuk belajar menjadi dewasa?
Sebab orang muda tidak membutuhkan orang tua yang selalu merasa paling benar.
Mereka membutuhkan orang dewasa yang bersedia mengatakan:
“Dulu saya juga pernah salah.”
Kalimat sederhana itu kadang lebih mendidik daripada seribu nasihat.
BACA JUGA:Bohemian Rhapsody: Seni Menjadi Manusia
Jangan Padamkan Darah Mudanya
Darah muda sebenarnya bukan dosa.
Ia adalah energi.
Ia adalah keberanian.
Ia adalah rasa ingin tahu.
Ia adalah keinginan mengubah dunia.