Kumpul Optimis

Kumpul Optimis

Agenda hari kedua Disway Explore Business pada Minggu, 25 Januari 2026, kunjungan kawasan industri JIIPE di Gresik-Boy Slamet -Boy Slamet

Dua hari yang happy: Sabtu-Minggu kemarin. Sejak pagi sampai menjelang malam. Itulah hari-hari penuh optimisme: kumpul bersama 50 pengusaha kecil-menengah. Wira-wiri dalam satu bus: ''wisata bisnis bersama Disway''. Nama kerennya: Disway Explore Business Jatim Series.

Kunjungan pertama kami ke pabrik kosmetik: Viva. Yang sudah berusia 62 tahun. Saya kenal pemilik generasi pertamanya. Pun sampai yang kini generasi ketiga. Konimex Solo juga punya saham di Viva.

Dari peserta wisata ini saya tahu: bisnis kosmetik kini menjamur ibarat jamur. Begitu banyak anak muda yang punya follower medsos lebih dari 10.000 bisa memanfaatkan follower-nya: bikin bisnis kosmetik: umumnya dimulai dari produk skin care.

Mereka tidak harus punya pabrik. Seribu satu cara mereka upayakan untuk menemukan resep ramuannya. Lalu pergi ke pabrik yang bisa meramu dan mengemaskannya. Dalam bahasa Belanda disebut Maakloon.

Banyak pabrik yang menerima pekerjaan maklon seperti itu. maklon artinya: menyerahkan pekerjaan ke orang lain. Zaman dulu, yang biasa dimaklonkan adalah tekstil. Atau produk kulit. Lalu apa saja. Di zaman modern berkembang ke kosmetik.

Bahkan kini ada kosmetik yang produsennya hanya punya nama: resepnya pun terserah tempatnya maklon. Pokoknya akan digunakan untuk apa dengan merek apa.

Di zaman gempuran ''semut'' bisnis kosmetik saperti itu Viva masih terus bertahan. Saya istilahkan ''semut'' karena produk kosmetik itu skalanya kecil tapi banyaknya seperti semut. Setiap ada yang mati satu tumbuh 999 yang baru.

Itu bukan kali pertama Viva menerima gempuran di pasar. Di awal Orde Baru Viva dikepung oleh produk-produk kosmetik asing. Oleh nama-nama besar. Viva justru mendeklarasikan sebagai kosmetik made in lokal Indonesia. 

Viva tahu Indonesia itu negara tropis. Kosmetik asing dibuat untuk kulit empat musim. Dengan mengibarkan ''made in'' Indonesia justru Viva ingin meneguhkan: dirinyalah yang lebih tahu iklim tropis.

Dari pabrik Viva kami menuju Sidoarjo: ke kawasan industri halal. Pertama di Indonesia. Namanya: SEZ Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS). Luasnya: 148 hektare. Pemiliknya sama dengan pemilik kawasan industri Safe 'N' Lock –lokasi keduanya memang berimpitan.

Ia pengusaha Tionghoa asal Padang: Adi Saputra Tedja Surya. Punya bisnis hotel di Bali dan Pontianak. Yang di Pontianak hotelnya hampir jadi: Four Points. Tujuh lantai. Arsitekturnya unik sekali. Setiap lewat Jalan Ahmad Yani saya selalu bertanya: siapa pemilik proyek yang menarik itu.

Baru dari perjalanan wisata ini saya tahu: pemiliknya ternyata sama dengan pemilik kawasan industri halal di Sidoarjo. Ia masih akan pula masuk bisnis rumah sakit.

Yang masih ditunggu adalah peraturan pemerintah yang akan menaungi kawasan ekonomi khusus halal itu.

Awalnya saya bertanya-tanya perlukah ada kawasan khusus untuk industri halal?

Ternyata alasannya jelas: persaingan antar negara. Persaingan bisnis kini tidak lagi hanya persaingan antar perusahaan. Sudah antarnegara.

Malaysia memiliki itu. Singapura juga memilikinya –meski dibangun di negara lain. Maka ekspor produk halal Malaysia lebih besar daripada Indonesia. Bahkan Singapura pun lebih besar dari Indonesia.

Saya lihat ini tidak hanya soal syariah. Tapi juga soal marketing. Bahkan marketing tingkat negara. Halal ternyata dilihat tidak hanya dari kandungan makanan itu. Juga dari prosesnya.

Halal menyangkut isinya. Toyib menyangkut prosesnya. Maka kawasan industri halal untuk bersaing di pasar halalan thayyiban.

Sebenarnya PP soal kawasan industri halal diharapkan sudah turun di zaman Presiden Jokowi. Wapres kala itu, KH Ma'ruf Amin, sudah meninjau kawasan di Sidoarjo timur itu.

Kami pun makan siang di pendapa Kabupaten Sidoarjo. Sekaligus diskusi: kiat-kiat keberhasilan para pengusaha kecil itu. Di situ tampil M. Mukhlis. Anggota rombongan asal Sidoarjo. Dari jualan pentol (bakso) pakai sepeda keliling di desa-desa sampai menjadi ''konglomerat pentol'' di Sidoarjo.

Kakaknyalah yang awalnya jualan pentol. Ia hanya membantu sang kakak –sambil sekolah di madrasah aliyah. Siang malam ia bekerja. Mulai ikut memasak sampai menjualnya keliling desa.

Kini Mukhlis sudah punya 200 outlet Pentol Kabul. Di luar itu ia sudah punya 600 pelanggan yang akan jualan pentol di wilayah masing-masing.

Di rombongan ini juga ada seorang wanita sangat muda. Masih jomblo. Namanyi Rizqi Laila Rohma. Dari Ringinrejo, Kediri. Bisnisnyi: SiniNgaji. Dia membuka pelajaran mengaji Quran online.

Jumlah siswanyi: 6000 orang. Guru ngajinyi sudah 250 orang. Masih begitu muda sudah bisa menggaji 250 guru ngaji.

Hari itu, kumpul mereka, saya ketularan optimistis. Juga merasa kembali seumur dengan mereka.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan  Edisi 26 Januari 2026: Stres Debanking

Ciga Sama

Kalimat itu, jika dibedah kata demi kata, memang BUKAN janji. Bahkan AI pun akan berkata begitu. Persis jawaban murid SD Internasional melihat Bowie AI: lurus, patuh tata bahasa, taat tanda jika. Namun cerita berubah ketika kalimat itu diucapkan saat KAMPANYE. Di sana, AI yang sama akan mengangguk pelan dan berkata: ini janji. Sebab konteks lebih keras suaranya daripada kamus. Dan kampanye bukan ruang ujian bahasa, melainkan tempat harapan digantungkan. Saya bertanya ke AI bukan untuk mencari pembenaran, tapi karena—untuk sementara—ia masih dianggap netral: otomatis, cerdas, dan tak ikut mencoblos.

Ja'far Syahidan

mengikuti alur berpikir logis @murid sd internasional, memang akan memberikan posisi sulit, bagi para penyerang gibran. apabila kalimat "jika + insya allah" dimaknai sebagai "janji", maka konsekuensinya, seluruh ustadz / kyai / ulama / insan orang biasa, yg rutin / sering menggunakan struktur kalimat "jika + insya allah", harus kita sebut sebagai "para tukang pengobral janji", yg apabila "janjinya" tersebut kemudian tidak terlaksana karena hal-hal yg di luar kuasanya, maka sosok-sosok tersebut harus kita sebut sebagai "para pengingkar janji", lalu ke sananya secara otomatis mereka akan terkena label "munafik", dan orang munafik tempat tinggalnya di akhirat adalah di "neraka". sedangkan apabila kalimat "jika + insya allah" tidak dianggap sebagai "janji", maka seluruh serangan dan kritik terhadap gibran dalam urusan 19 juta lapangan kerja, menjadi kehilangan legitimasinya. ini namanya, maju kena, mundur kena. dianggap "janji", jadi simalakama bagi dirinya sendiri. tidak dianggap "janji", jadi kehilangan pijakan untuk menyerang wapres RI. mungkin akan lebih relevan, kalau serangan kritik untuk wapres, benar-benar lebih berbasis fakta objektif, misal : "kenapa program lapor mas wapres kini hilang?", atau .. "kenapa usaha markobar milik mas wapres kini tidak berkembang, padahal itu bisa jadi pintu masuk tenaga kerja se-indonesia?" di titik ini, saya pribadi lebih melihat @murid sd internasional sebagai sebenar-benar pendidik literasi, tinimbang buzzer bayaran.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

CARNEY, KALKULATOR, DAN DUNIA YANG LELAH.. Hot kedua dari tulisan pak Dahlan hari ini, setelah debanking adalah Mark Carney. Bukan karena pidatonya panjang. Tapi justru karena nada suaranya pendek. Datar. Tanpa emosi. Dunia yang lelah konflik tiba-tiba jatuh cinta pada gaya bank sentral. Carney bukan politisi karbitan. Ia produk spreadsheet. Pernah memegang dua bank sentral. Kanada dan Inggris. Itu bukan prestasi. Itu sertifikat stres tingkat dewa. Maka ketika Trump ribut, Carney menghitung. Ketika Trump mengancam, Carney berdagang. Beijing, India, canola, minyak, gas. Semua dijawab dengan angka. Davos langsung klik. Dunia Barat seperti menemukan “orang dewasa” di ruangan. Amerika ribut tarif. Kanada sibuk cari pasar. Trump bilang Kanada hidup dari Amerika. Bisa jadi benar kemarin. Tapi besok belum tentu. Yang menarik: Carney tidak naik karena jenius saja. Ia naik karena Trump. Orang Kanada gemas. Dunia muak. Maka ekonom jadi bintang. Ini zaman aneh. Pemimpin global lahir bukan dari podium politik, tapi dari meja rapat bank. Trump melawan dengan tarif 100 persen. Carney melawan dengan pasar baru. Yang satu pakai emosi. Yang satu pakai kalkulator. Biasanya, yang terakhir lebih tahan banting.

Tiga Pelita Berlian

Setiap rezim pasti memiliki "pabrik isu" setiap pabrik isu tsb pasti memiliki tim promosi & tim pemasaran yg handal. Ketika sang rezim sdg goyah & goyang, pabrik isu akan memunculkan produk unggulannya shg publik beralih fokus, jk produk tsb kurang laku, munculkan lagi produk baru lainnya, dst hingga akhir jabatan sang rezim. Petuah lama mengatakan : Ojo gumunan, Ojo dumeh, Ojo ... Seklangkong

Wilwa

@Juve. Duit dan Accounting itu aneh bin ajaib dan T paham itu. Saya jelasin pakai bahasa yang mudah dan coba Anda renungkan sendiri. Persamaan Accounting paling mendasar adalah Asset = Liability + Capital. Harta = Utang + Modal. Paham khan. Nah sekarang misalnya Utang= 1 dan Modal= 1 maka Harta = 2 Tapi ada yang bilang sektor Financial itu menggelembung terlalu besar dan tak masuk akal. Gampangnya begini misal di dunia nyata atau “real” , Harta terdiri dari 2 yaitu Cash/Kas dan Machine/Mesin. Kas = 1 dan Mesin = 1 sehingga Harta = 2 di satu sisi dan Utang = 1 dan Modal = 1 di sisi lain. Balance. Sekarang ganti istilahnya. Kas = Duit yang dicetak dan duit yang beredar dan duit digital pokoknya semua jenis Money. Lalu anggap Mesin adalah segala jenis manufacturing dan segala jenis transportasi dan komunikasi dan segala jenis infrastruktur. Lalu Utang adalah segala jenis Bonds/Obligasi. Dan Modal adalah segala jenis Stocks/Saham. Mengacu pada contoh persamaan di atas / yang sebelumnya, anggap di dunia nyata, Kas =1, Mesin =1 berimbang dengan Utang =1 dan Modal =1. Tapi kemudian tiga faktor “diakali” USA yaitu Kas (baca: US Dollar), Utang (US Bonds) dan Modal (US Stocks). Sehingga persamaannya sbb: Kas = 9, Mesin = 1, Utang = 5, Modal = 5. Nah Anda sekarang bisa membayangkan bukan seperti apa FINANCIAL BUBBLE US DOLLAR, US BONDS DAN US STOCKS yang tinggal meletus suatu saat dan kiamatlah financial dunia ini. Suatu hari akan terjadi hanya saja kita tak tahu kapan datangnya.:)

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Dulu jepang itu main sangat cantik. Kalau pemerintah butuh uang untuk operasi negara karena kurang dana, pemerintah akan menerbitkan obligasi. Dan selingkuhannya yaitu Bank of Japan akan membelinya. Bank of Japan tinggal kirim transfer saja, tanpa perlu mencetak uang fisiknya. Sehingga jumlah uang secara fisik tidak bertambah. Atau yg sering disebut quantitative easing. Tapi secantik cantiknya gadis, akhirnya menjadi tua juga. Sehingga sekarang bukan disebut negeri matahari terbit tapi di sebut negeri matahari tenggelam. Begitulah.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DEBANKING DAN UNBANKING: APAKAH PERNAH ADA DI INDONESIA..? Jawaban pendeknya: pernah. Tapi jarang ribut. Karena pelakunya tidak bernama Trump. Dan korbannya tidak punya mikrofon global. Di Indonesia, debanking biasanya dibungkus rapi. Alasannya klasik. Risiko. Kepatuhan. AML. KYC. Singkatan selalu lebih dingin dari emosi. Rekening ditutup. Penjelasan minimal. Nasabah diminta maklum. Kasusnya ada. Perusahaan kripto. Lembaga donasi. Ormas. Bahkan individu. Bukan karena bangkrut. Tapi karena dianggap “rawan.” Politik jarang disebut. Tapi sering tercium. Unbanking lebih banyak lagi. UMKM kecil. Petani. Nelayan. Pedagang pasar. Mereka bukan ditutup. Mereka tidak pernah dibuka. Bukan karena jahat. Karena dianggap tidak bankable. Tidak punya slip gaji. Tidak punya agunan. Tidak punya cerita yang disukai analis kredit. Bedanya dengan Amerika satu. Di sini tidak digugat. Karena bank dianggap selalu benar. OJK dihormati. Nasabah menyesuaikan. Debanking dan unbanking di Indonesia bukan drama headline. Tapi realitas senyap. Tidak viral. Tidak politis. Tapi dampaknya panjang. Pelan. Dan sering terasa justru di ekonomi bawah.

Juve Zhang

Krisis Bond jepang akan terus berlanjut dan memukul ekonomi Jepang dan ada imbas nya ke Amerika..... Amerika paling takut US Bond nya pada dijual dan dibelikan US Bond yg naik 4%.....ini yg Amerika sangat takuti....jadi cerita nya US Bond dijual ramai ramai dibelikan Jalan Bond nah ini jelas memukul ekonomi Amerika.....sangat keras pukulan ini akan membuat dolar Amerika makin banyak dicetak karena harus beli bond Amerika yg dijual oleh inpestor Jepang....istilahnya Yen Jepang pulang kampung karena Japan Bond naik tinggi 4%.....ini biang kerok kata Amerika....wkqkq... Amerika menjual US Bond setiap tahun jumlah nya Jumbo ketika US Bond yg dipegang inpestor Jepang dijual juga karena mau dibelikan Japan Bond maka itu malapetaka bagi Amerika....jualan yg US bond baru saja susah ditambah ada yg jual US Bond dalam jumlah Jumbo bikin stress Menkeu Amerika....itu gambaran krisis Japan Bond....anda gak perlu mikir Krisis Japan Bond ....kejauhan ....jauh Panggang dari Sate.... MIKIR saja cari nasi sepiring di tutup sate 10 tusuk sudah puyeng kepala.....wkqkwk

dinar melayani

Donal Tan(Trump). Saya kira cuma Donal saja yang bisa Tantrum. yang dikit dikit di ganggu ponakannya Kwak kwik Kwek. Belum lagi tetangganya si Pokijan (Mr.Jones) yang sering ganggu dia. Apalagi kalau sudah kesialannya menumpuk gara gara dekat sama si Untung Angsa (Gladstone Gander). Ah untungnya dia masih ada sahabat si Miki Tikus, si Gufi dan kekasihnya si Desi. Ah tapi lagi lagi dia ga bisa berkutik kalo sudah kalah sama Paman Gober yang rakusnya minta ampun. Wong dia yang punya Bank. Ah untung ini hiburan semata dunia. Kartun dan realita yang terselaraskan. https://youtu.be/Y1huOyDr_70?si=KjK0cWmZ98SDcWWV

Liam Then

Yang punya uang aja pening, apalagi yang ndak punya uang?

Juve Zhang

Habis olahraga keliling lapangan bola lapar masuk RM Padang....murah meriah nasi tongkol balado satu sayur ,...bayar 18000 mau bayar pake qris.... langsung di tulis Beaya admin 1000 kelihatan kecil tapi itu 5%....sugoiii kata bang Udin.... pemilik rumah makan Padang cerita masa gratis sudah lewat sekarang ada Beaya admin ..... pemilik qris ongkang kaki ambil fee 5%.....nikmat bisnis keuangan.....fee % sekali transaksi kecil ratusan juta rela bayar makan 20 ribukena fee 5%.....ini baru jenius 3 Digit fee5% dikumpulkan seluruh Indonesia bisa koper koper Cuan.....

Achmad Faisol

@Ja'far Syahidan sebuah kalimat dimaknai berdasarkan teks dan konteks... saat itu mas gibran sebagai wapres...? konteksnya apa...? kampanye... jadi, ga bisa disamakan dengan ustadz/kiai/ulama/insan biasa... maka, kalau ucapan mas gibran bukan sebuah janji, berarti omongan mas gibran sebagai cawapres adalah omon-omon, dengan kata lain ucapannya ga ada manfaatnya... apakah seorang cawapres (calon orang ke-2 RI) bicara tanpa ada manfaat...? jika ya, ini justru menurunkan legitimasi mas gibran sendiri... sampean justru menganggap omongan mas gibran ga ada bedanya dengan orang biasa...

Liáng - βιολί ζήτα

Psychology "If-Then" Singkat saja..... Jika X ....., maka ..... Y. "JIKA... agenda hilirisasi, pemerataan pembangunan, transisi menuju energi hijau, ekonomi kreatif, UMKM, bisa kita kawal... INSYA ALLAH... akan terbuka, 19 juta lapangan pekerjaan, untuk generasi muda, dan kaum perempuan." Menurut pendapat saya pribadi..... secara tidak langsung itu termasuk "janji" !! Pertimbangannya : 1). Statement tersebut diucapkan pada saat debat Cawapres pemilu yang lalu. Apa tujuannya pilpres-pilwapres ?? Sudah pasti untuk kebaikan dan kemajuan bangsa, untuk kesejahteraan rakyat ; dalam konteks tersebut, statement Pak Gibran menyiratkan suatu upaya yang akan dilakukan demi kebaikan bangsa..... hal itu bisa dikategorikan sebagai suatu janji. 2). Dari sudut pandang psikologi..... pemikiran Pak Gibran sebagai Cawapres justru secara tidak langsung dapat dikontruksikan menjadi 2 janji : a). Janji untuk mengupayakan terlebih dahulu kondisi "jika" - hal ini tentu saja menjadi tugas Pemimpin Negara yang akan dipilih oleh masyarakat. b). Janji untuk mengimplementasikan kemanfaatannya berupa "maka atau Insya Allah" ataupun istilah lainnya, ketika kondisi "jika" sudah diupayakan. Saya pribadi dapat memaklumi kekecewaan masyarakat..... jangankan mengimplementasikan "maka atau Insya Allah" nya tersebut..... upaya untuk mewujudkan kondisi "jika" nya saja belum nampak.....

Udin Salemo

Cerita Bidin Tertarik dengan bunga rendah yang ditawarkan salah satu bank. Bank itu menawarkan bunga kredit dibawah 5%. Bidin berencana mau meminjam sebanyak seratus jeti. Akan digunakan untuk modal usaha buka warung kelontong. Berangkatlah ndese ke kantor bank itu yang terletak disamping tempat Bidin ngaduk semen. Bidin (B): "mba, saya mau tanya syarat untuk mendapatkan kredit yang terdapat pada flyer yang ditarok di mesin atm bank ini." Customer Service (CS): "syaratnya ktp, kartu pegawai, slip gaji tiga bulan terakhir dan surat pernyataan dari kantor ini" B: "jadi kalau pegawai swasta seperti saya, kredit yang ditawarkan dalam flyer itu gak berlaku, ya, mba?" CS: "untuk pegawai swasta berlaku kredit reguler. banyak, kok, kalau mau. ada kredit bla bla bla..." B: "terima kasih mba, saya hanya berminat pada kredit yang ditawarkan dalam flyer itu." CS: "kalau kredit yang itu hanya untuk asn, pak." Akhirnya pupus harapan Bidin untuk dapat uang dari bank dengan bunga murah. Dongkol menyelimuti dadanya. Udin memberi usul supaya minta pinjaman ke boss dengan bunga 5% setahun. Mana tahu disetujui. Ndese menolak, karena sudah beberapa kali pinjam sama boss. Tunggakan lama belum lunas. "Ternyata jadi asn itu enak, ya, din. Bisa dapat pinjaman bunga murah" "Kalau enak, kenapa dulu bang Bidin berhenti jadi pegawai negeri?" "Jaman majapahit jadi pns gaji keciiiil. Makanya saya pindah ke swasta." "Banyak bersyukur aja bang Bidin, umur segini kamu masih kerja."

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

###pak Juve.. BOND, KSATRIA, DAN LOGIKA PASAR.. Komentar pak Juve di bawah menarik. Menarik satu sisi penting. Soal tanggung jawab. Jepang memang tidak kabur. Tidak kemplang. Itu nilai plus besar. Negara maju menjaga kehormatan obligasinya. Kalau bond dijual, bank sentral siap pasang badan. Itu pesan moral. Tapi ada harga yang harus dibayar. Cetak uang jumbo bukan gratis. Yield Japan Bond naik 4 persen itu sinyal stres. Bukan prestasi. Investor senang. Pemerintah pusing. Ekonomi domestik ikut tertekan. Soal Amerika ketakutan, itu masuk akal. Kalau Jepang menarik dana dari US Bond lalu pulang kampung, AS kena dua kali. Sulit jual bond baru. Harus beli bond lama. Dolar dicetak lagi. Menkeu AS pasti migrain. Namun jangan dilihat hitam putih. Tidak semua US Bond langsung ditukar Japan Bond. Investor itu oportunis, bukan nasionalis. Mereka lihat risiko, likuiditas, dan stabilitas. Jepang ksatria, setuju. Amerika pun belum tamat. Ini bukan soal siapa kemplang. Ini soal siapa paling tahan napas. Pasar obligasi itu maraton. Bukan lari sprint. Yang ngos-ngosan duluan, bukan yang paling keras teriaknya.

hoki wjy

Pak DI keliru, kesepakatan dagang yg dicapai Canada dan China bukan USD 7.Miliar dolar atau Rp 112.Triliun Rupiah tapi kesepakatan dagang yg dicapai Oleh Mark Carney dan Xie Jinping adalah USD 1.Triliun Dolar atau sekitar Rp 16.000.Triliun Rupiah.

Wilwa

@Juve. Bencana sesungguhnya baru terjadi bila Jepang sell 1 T US Bonds untuk dicairkan dalam bentuk cash US Dollar! Untuk menahan laju pelemahan Yen terhadap USD dalam jangka pendek atau menengah. Tapi bencana yang lebih besar bisa terjadi kalau pihak swasta Jepang (bukan pemerintah Jepang lho ya) sell US Stocks! NYSE bisa kena demam tinggi! Karena swasta Jepang konon pegang US Stocks senilai 4 T US Dollar!

Murid SD Internasional

Kekhawatiran para pelaku pasar modal terkait independensi Bank BI hilang apabila Thomas Djiwandono -- yang notabene keponakan Presiden Prabowo Subianto -- diangkat menjadi Deputi Gubernur Bank BI, sangat beralasan. Tapi saya juga baru tau, ayahnya Thomas Djiwandono itu ternyata mantan Gubernur Bank Indonesia. Kalau saya pakai logika pendekar silat ekonomi Liam Then, let's see saja dulu, output-nya nanti bagaimana. Kalau ternyata kinerja moneter RI justru moncer di tangan Thomas Djiwandono, maka keluhan eksternal menjadi tidak substansial lagi.

Johannes Kitono

Janda Betawi. Nama lengkapnya Desi Arisanti ( 30 th ) asli Betawi. Beda nasib dengan Desi Ratnasari yang pesohor asal Sukabumi. Desi punya ijazah SMK- Swasta Islam tahun 2015. Tampangnya lumayan juga. Statusnya janda cerai karena tidak mau dimadu oleh suami asal Jawa Tengah. Suami dulu teman sekerja di Ramen daerah Puri, Jakarta. Saat suami kawin lagi wariskan 2 orang anak kepadanya. Anak pertama perempuan 11 tahun kelas 6 ranking 11. Adiknya laki laki 7 tahun kelas 1. Keduanya sekolah di SD Negeri yang gratis.Semenjak cerai dan kawin lagi sang suami tidak pernah sekalipun tengok kedua anaknya. Tidak tanggung jawab.Now Desi beserta kedua tinggal dirumah kontrakan bersama ortunya. Ex Mandor bangunan yang pindah profesi jadi penjual kopi Starlink.Starbuck keliling didaerah RCTI dan RS Siloam. Penghasilan boncos saat banjir. Rumah kontrakan ortu tampung 7 orang. Desi sama 2 anak dan adiknya yang juga janda cerai mati dengan 1 anak. Setiap hari Desi dengan motor tanpa BPKB banting tulang sebagai ART didua lokasi.Ketika Pemilu Desi pilih Prabowo dan pernah dapat Bansos 600 ribu. Then, di stop dan diminta urus adminnya ke Kelurahan. Now setiap hari Desi berdoa supaya anak ceweknya naik ranking dan bisa masuk SMP Negeri. Saat pamit Aki motornya soak dan diganti yang baru oleh bossnya. Untuk tambah income nanti Desi mau jualan Donat. Itulah potret kemiskinan yang masih terjadi di Jakarta. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Juve Zhang

Yen balik kandang ini yg Amerika takut dumping US Bond beli Japan Bond....dan bank swasta.... perusahaan raksasa Jepang banyak yg mulai jual US Bond ini bikin Menkeu Amerika sakit kepala.....ini krisis Japan Bond memukul US Bond.....James Bond terkapar kena sabetan samurai Jepang.....wkwkw......dulu Inpestor jepang beli US Bond tertarik bunga tinggi setelah Jepang juga menaikan ke level 4% maka Yen balik kandang.....ini membebani ekonomi Amerika yg lagi giat jual US Bond baru malah di banjiri US Bond yg balik kandang....mengapa Inpestor jepang dumping US Bond karena nilai dolar menurun terus menerus di dalam negeri nya kena dampak inflasi cetak uang kebanyakan.... akhirnya mereka percaya Yen akan naik lagi ke kurs yg baik dan ditopang oleh Bunga Japan Bond yg naik maka inpestor Jepang pilih Japan Bond....dari US Bond.....kalau Panda Bond milik suhu Xi Jin Ping kupon rendah karena posisi Uang Ber koper koper....bukan defisit tapi surplus....suhu Xi Jin Ping banjir duit bukan Banjir air hujan.....wkwkq

Murid SD Internasional

Kalau yang dimaksud ngotot itu adalah saya, faktanya sekarang saya menerima lho, bahwa kalimat JIKA itu berarti BERJANJI. Maka mulai sekarang, siapa pun orang yang berucap JIKA, lalu tidak terlaksana, maka konsekuensinya dia pengingkar janji > munafik > masuk neraka. Pak Jokosp: "JIKA saya sehat, maka tiap hari saya akan komen di CHD". Lalu ada 1 hari Pak Jokosp sakit, berarti Pak Jokosp sudah ingkar janji > munafik > masuk neraka. Saya cuma pakai logika Pak Jokosp lho, enggak ngotot lagi

Juve Zhang

Anda ingat MRT Jakarta itu Japan Bond model kupon 0,1% dijual ke Indonesia bunga MRT paling 2% setahun.....nah model murah MRT ini akan lewat.... kedepan bunga pinjaman MRT mungkin 6%....itu imbas nya krisis Japan Bond ke MRT Jakarta.....kita kira mirip bunga ORI yg 6%....mahal tentu saja zaman bunga murah sudah lewat musim durian musang king sudah lewat sekarang zaman Musang Berbulu Domba..... wkwkqkw

yea aina

Presiden AS yang satu itu, penganut paham ultra nasionalis. Kanan luar garis keras. Sing penting AS. Apapun yang merugikan kepentingan AS, akan dilawan. Globalisasi ditolak, tarif proteksi diterapkan sepihak, sekaligus membully negara lain yang berani melawan kebijakan AS itu. Mungkin menurut DT: seribu lawan terlalu sedikit, cukup satu kawan saja. Isrewel.

Wilwa

@Liang. “Bahasa” dan “ujaran” homo sapiens itu ada yang TERSIRAT dan ada yang TERSURAT. Kadang menyampaikan hal yang sebenarnya, kadang hanya BASA BASI. “Filsuf” Ryu Hasan malah guyonannya lebih KASAR yaitu BERBOHONG atau MENIPU! :):):) Simak wisdom “gendheng” “Al Mukaromah” Ryu Hasan yang maha benar dengan segala sabdanya :):):): Ryu Hasan [Part 3]: Kita Nggak Bisa Kerja Sama Tanpa Berbohong | BEGINU. 10 Jul 2025. Ini video youtube 12 menitan yang dicuplik dari youtube video tahun 2024 yang aslinya 1 jam lebih. Asli saya seperti pewawancara yang ngakak dengar gacoran dokter bedhes ini. :):):). Ini omon-omon sepertiga ilmiah sepertiga humor sepertiga benar kayaknya. :):):)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 121

  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Wilwa
      Wilwa
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • yea aina
    yea aina
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Wilwa
      Wilwa
  • doni wj
    doni wj
    • doni wj
      doni wj
  • Johan
    Johan
    • Johan
      Johan
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • pak tani
    pak tani
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • yea aina
    yea aina
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • yea aina
    yea aina
  • yea aina
    yea aina
  • yea aina
    yea aina
  • yea aina
    yea aina
  • yea aina
    yea aina
  • Runner
    Runner
  • Prieyanto
    Prieyanto
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Prieyanto
      Prieyanto
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • HONDA CBR150R
    HONDA CBR150R
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Wilwa
      Wilwa
    • Johan
      Johan
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Macca Madinah
      Macca Madinah
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Em Ha
    Em Ha
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • mario handoko
      mario handoko
    • mario handoko
      mario handoko
    • alasroban
      alasroban
  • Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    • Abu Syafiq
      Abu Syafiq
    • Abu Syafiq
      Abu Syafiq
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • mario handoko
    mario handoko
    • Em Ha
      Em Ha
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
  • Hendri Ma'ruf
    Hendri Ma'ruf
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • Hendro Purba
    Hendro Purba
    • Aku dan kita Official
      Aku dan kita Official
    • Hendri Ma'ruf
      Hendri Ma'ruf
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • dabudiarto71
    dabudiarto71
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Aku dan kita Official
      Aku dan kita Official
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Aku dan kita Official
      Aku dan kita Official
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
  • agus budiyanto
    agus budiyanto
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Wong Temen
    Wong Temen
  • DeniK
    DeniK
  • DeniK
    DeniK
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • alasroban
    alasroban
  • Tom Rusdi
    Tom Rusdi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Lègég Sunda
      Lègég Sunda
    • Murid SD Internasional
      Murid SD Internasional
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Muhammed Khurmen
    Muhammed Khurmen
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Sugi
    Sugi
  • rid kc
    rid kc
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • abdul rojik
    abdul rojik
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • ra tepak pol
      ra tepak pol