Life Wife
Dari kiri ke kanan: James, Erick, dan Lia bersama pasien di rumah sakit.--
Ketika Disway pagi ini terbit, pemakaman James F. Sundah sedang berlangsung di New York. Upacara itu berlangsung dua jam, berarti selesai pukul 06.00 pagi ini. Itu sudah termasuk kebaktian secara Kristen selama setengah jam di awal acara.
Yang paling istimewa tentu acara terakhir: semua pelayat menyanyikan lagu Lilin Lilin Kecil ciptaan James. Anda bisa mengikuti semua itu secara live. Kalau belum punya link-nya, ini dia (funeraweb.tv/diffusions/123811).
Sebelum itu, doa lima agama dipanjatkan: Kristen Protestan (agama James F. Sundah), Katolik (agama Lia, istrinya), Yahudi, Islam, dan Buddha (sahabat-sahabatnya). Yang dari Islam akan dibawakan oleh ustad Jaya dari masjid Al Hikmah New York.
Selama ini James sering ikut ke gereja Katolik dan Lia sering ikut ke gereja Kristen. Erick, anaknya, sering juga ke gereja bapaknya tapi selalu lupa: di akhir doa ia menggerakkan tangan ke tiga arah sebagaimana praktik doa di Katolik.
Yang akan ditunggu pelayat adalah eulogy. Saya sering mendengarkan eulogy tokoh-tokoh Amerika ketika mereka menghadiri pemakaman sahabat.
Isi eulogy itu biasanya sangat menarik: penilaian dari si pembawa eulogy mengenai tokoh yang akan dimakamkan. Dalam pidato itu begitu sering sisi-sisi lucu almarhum disebutkan. Maka di acara pemakaman seperti itu sangat biasa terdengar tawa yang meriah dan tepuk tangan yang riuh.
Salah satu yang saya suka adalah eulogy yang disampaikan Presiden Bill Clinton di hari pemakaman petinju Mohamad Ali. Itu tahun 2016. Di Louisville. Saya sedang di sana saat itu. Lucu sekali.
Kadang, di satu pemakaman, yang memberikan eulogy sampai lima orang. Tapi karena menarik semua, tidak sampai membosankan. Di acara Mohamad Ali itu yang membawakan eulogy empat orang. Yang tidak lucu hanya satu: Imam Zaid Zakir. Isinya lebih banyak khotbah tentang Islam.
Di pemakaman James F. Sundah pagi ini yang membacakan eulogy satu orang: Lia, istrinya. Lia sendiri yang menuliskannya. Itu tidak sulit bagi Lia yang pianis, aktivis, dan pengacara di New York. Yang sulit bagi Lia adalah bagaimana bisa menahan tangis di tengah eulogy itu. "Saya harus latihan membaca sambil menahan tangis," ujar Lia tadi malam.
Lia sudah menyelesaikan naskah eulogy untuk James itu tapi masih dia pikir lagi apakah ada yang kurang. Kalau pun nanti Lia tidak kuat menahan tangis sudah disiapkan Erick yang bisa meneruskannya.
Pasti Lia juga akan menguraikan segala aspek kehidupan James yang bukan hanya musisi, tapi juga orang yang punya prinsip: di musik tidak boleh hanya memikirkan aspek bisnis. Soal keterbukaan, keadilan, dan fairness harus dijunjung tinggi.
Mengapa pelayat yang menghadiri pemakaman James dianjurkan pakai baju berwarna ungu, merah, biru, atau oranye? Mengapa mereka diharapkan tidak pakai ''baju duka'' hitam putih?
"Itu warna-warna kesukaan James," ujar Lia. Terutama warna ungu.
Lia sendiri akan pakai baju apa?
"Saya pakai baju yang dibelikan James terakhir," ujar Lia.
Baju itu dibeli James untuk ulang tahun Lia. Tahun lalu. Yakni sehari setelah James kali pertama menjalani kemo untuk kanker parunya.
Baju itu buatan Carmanita. Anda sudah tahu siapa Carmanita: desainer baju dan pembatik. Dia cucu pencipta lagu yang Anda pasti suka ketika Anda masih anak-anak dulu: Ibu Soed.
Sedang para staf Lia di kantor pengacaranyi sudah siap semua: berseragam warna ungu.
Sebenarnya saya ingin melihat Lia main piano saat pelayat menyanyikan Lilin Lilin Kecil. Tapi saya tidak pernah melihat ada piano di rumah mereka. Selama di New York saya juga tidak pernah mendengar Lia bicara soal piano.
Padahal Lia sampai belajar piano di sekolah musik Berklee, di Boston. Sejak sekolah di Santa Ursula Jakarta pun bakat piano Lia sangat menonjol. Kalau toh ada yang sedikit ''mengecewakan'' James adalah: Lia terlalu fokus ke lagu lagu klasik.
James sebagai guru musik di Santa Ursula pernah minta agar Lia mencoba lagu lain selain klasik. Harapan James, Lia akan memainkan lagu pop. Ternyata Lia memainkan jazz. "Padahal beralih dari klasik ke jazz itu lebih sulit," ujar James saat saya di rumahnya kala itu.
Musik telah menyatukan James dan Lia. Saya melihat sendiri kehidupan suami-istri itu. Mesra setiap hari. Itu sesuai dengan motto Lia: happy life, happy wife. (Dahlan Iskan)
---
Celebration of Life Webcast
JAMES F. SUNDAH
Dan kau lilin-lilin kecil … sanggupkah kau menyengat seisi dunia …”
please join us at the Celebration of Life webcast honoring James’ life, music, laughter, and legacy.
Sunday, May 10, 2026
???? 5:00 PM New York (EDT)
???? 2:00 PM Los Angeles (PDT)
???? 11:00 PM Santiago de Compostela / Baiona, Spain (CEST)
???? 4:00 AM WIB (Jakarta) — Monday, May 11
Livestream:
funeraweb.tv/diffusions/123811
????️????️????️
----
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 10 Mei 2026: Krisis Bukan
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
RESHUFFLE RASA TEH HANGAT.. Dahlan Iskan menyindir halus. Kalau negara benar sedang krisis, biasanya pemimpin bergerak cepat. Kabinet dipangkas. Program ditunda. Ikat pinggang dikencangkan. Tapi yang terlihat sekarang malah seperti arisan RT habis Lebaran: ramai, santai, dan tambah kursi. Reshuffle pun terasa adem. Tidak ada aura “darurat”. Lebih mirip ganti pemain futsal karena kram ringan. Bukan karena skor sudah 0-5. Lucunya, di Indonesia kata “penghematan” sering berhenti di spanduk. Lampu aula tetap menyala terang. AC tetap menggigilkan peserta rapat. Konsumsi tetap tiga lapis. Krisisnya yang diminta prihatin, manusianya belum tentu. Mungkin pemerintah memang punya keyakinan ekonomi baik-baik saja. Dan boleh jadi benar. Tapi rakyat punya ukuran sendiri yang lebih sederhana: apakah akhir bulan masih bisa pesan kopi tanpa melihat saldo dulu. Di negeri ini, krisis memang unik. Kadang tidak diumumkan. Tapi terasa di parkiran mal yang mulai lengang dan di grup WhatsApp keluarga yang mendadak ramai jualan kue kering. Ekonomi boleh disebut tumbuh. Tapi dompet rakyat kadang merasa sedang yoga: terus ditarik-tarik.
Juve Zhang
Menkeu KONON HAAAAH lebih kocak....mari kita kaya bersama.....wkwkw.mungkin maksudnya BerKutang bersama....mimpi dengan Rp yg No value terhadap properti bisa kaya ....wkwk...orang sewa ruko saja 250 Jeti setahun mau usaha apa ???margin profit harus berapa?? Bayar karyawan listrik dll....emang mudah usaha di Konon HAH....sangat sulit.... SPPG yg mudah cukup kandang Wale dicat ulang jadi lah dapur umum....soal walet nya masih ada gak apa kotor dan terbang sana sini anggap itu Vitamin Z.... Amsiong
Johannes Kitono
Pasti Krisis. Ketika Kabinet Merah Putih dengan 100 menteri terbentuk. Sebelum di rombak beberapa kali. Potensi krisis sudah didepan mata. Organisasi itu seperti tubuh manusia. Kalau badannya bongsor seperti truk kelebihan muatan. Pasti mengundang datangnya segala macam penyakit. Program MBG dan Kopdes Merah Putih. Dengan budget raksasa dibaca sebagai bancakan untuk persiapan Pemilu 2029. Jadi belum sempat bikin rakyat sejahtera. Sudah pengin berkuasa lagi di tahun 2029. Jawaban " tidak " saat program MBG ditanya adalah jawaban jujur. Menurut BEM- UGM baru menjabat 1,5 tahun saja. Makro ekonomi semakin rusak. APBN defisit, rupiah merosot, bursa Merah dan dana asing kabur. Statement pejabat hanya Angin Surga. Stok beras banyak 5 juta ton tapi harga kok tidak turun. Ini anomali. Aktivis di siram air keras oleh TNI tentu bukan berita baik. Keadaan tambah parah akibat perang di Timteng. Harga Energi dunia naik tapi di NKRI masih disubsidi. Kuatir bisul meletus sebelum matang.Kalau keadaan ini jalan terus tanpa membaik. Pasti akan terjadi Reformasi kedua oleh mahasiswa. Pejabat kita sudah pintar cari kambing hitamnya. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.
Taufik Hidayat
Topik artikel Abah DI kali ini tentang sampah. Menarik karena hampir semua orang termasuk Prabowo tidak suka sampah . Walau kalau saya sih tergantung sampah apa. Nah kasiha sekali kita memang belum bisa mengelola sampa dengan baik. Kadang di rumah sudah dipilah pilah, tetapi Bekti diambil mobil sampah langsung digabung dan kemudian ditampung di Bantar Gebang.. Bekasi jadi terkanan sebagai kota sampah dan bahkan sering juga minta korban . Namun sewaktu kecil saya suka salah membaca tulisan. Ada kata dilarang membuat sampah tapi disitu banyak sampah , saya dulu mengira dilarang itu namanya silahka . Sampa sekarang pun banyak spanduk dilarang membuang sampah bakan denga ancaman ada CCTV atau bahkan sumpah kalau yang buah sampah akan kena azab, tetapi tetap saja sampah berserakan. Saya tidak tahu, sudah banya ahli yang kulia mengenai ilmu lingkungan , mengenai bagaimana mengelola sampa sehingga jadi energi, tapi sampai hari ini setelah lebih 80 taun merdeka kita masih gagal mengelola sampah . Walau sudah ada bank sampah ternyata lebih banyak lagi sampah masyarakat!
Liam Then
On topic mengenai sampah. Pernah saya nonton, video YouTube, di kanal Inside China Business yang dibuat dan dikelola oleh seorang ekspratriat pebisnis asal Amerika. Dikabarkan oleh mister itu, beberapa kota di T, sedang mengalami krisis sampah. Cuma, itu krisis yang sebaliknya, kotanya kekurangan sampah, karena yang ada di "bantar gebang" nya kota mereka sana, habis tuntas dibakar oleh incinerator pembangkit listrik sampah mereka. Sampai-sampai mereka impor sampah dari kota tetangga untuk dijadikan bahan bakar. Di negara Skandinavia, entah itu Denmark atau Norwegia. Mereka juga alami hal yang sama, bahkan sampah sampai mereka impor dari negeri tetangga. Bayangkan jika di Jabodetabek yang punya terkenal Bantar Gebang nya itu. Yang debit sampah populasi per harinya maen puluhan ton mungkin? Ada pembangkit incinerator seefesien dan secanggih yang seperti di kota T dan Denmark/Norwegia. Bisa-bisa Bantar Gebang ,langsung rata. Tumpukan sampah gunungan sampah usia berpuluh tahun itu, bakal jadi bahan bakar organik murah. Perasaan sudah pernah saya baca, wacananya, jangan-jangan sudah jalan? Semoga kalau sudah, jalannya besar-besaran. Bayangkan, kalo efesien, itu pengumpulan sampah di Jabodetabek, pemda malah bisa angkat tangan, bahkan pasang tarif, sampah warga saya, kamu angkut pakai tenaga kamu, udah itu, per ton saya dapat berapa? Bantar Gebang gunung sampah, di T atau Denmark, mereka jadi gunung bahan bakar listrik murah.
Achmad Faisol
jangan-jangan Anda memang sedang berbeda pendapat dengan para pimpinan di pemerintahan. ####### ada 3 kelompok: 1. sama dengan pemerintah: pendukung... 2. beda dengan pemerintah: oposisi... oposisi berprinsip pemerintah harus dikritik kalau bisa 25 jam/hari... pejabat publik digaji rakyat, ya harus dikritik... 3. bisa sama bisa beda dengan pemerintah: masyarakat umum...
Jo Neka
Krisis Bukan..Aman Bukan.Ya ini negara Bukan-Bukan.
Juve Zhang
Saya ingin kasih kuliah makro ekonomi lagi buat para perusuh....ini kuliah gratisan....wkwkw...mari kita bedah kurs dolar AS terhadap Rp..zaman SBY sekitar 9000....lalu perlahan ambrol ke 17 000....kira kira ambrol 90%....wajar kah ...maka saya jawab sangat wajar....mari kita bedah Oreo zaman pak SBY bunga Oreo sekitar 9%....lama lama turun ke 8% akhirnya 7%....rata rata kalau anda hitung selama 11 tahun nyimpen Oreo di Konon HAH setara dengan jika anda pegang dolar AS dalam tabungan anda....jadi hampir mirip perolehan anda nyimpan dolar AS tabungan Jumbo anda dengan simpan di Oreo tapi Rp jatuh banget nilai nya terhadap sewa atau beli properti....sewa ruko sebelas tahun lalu masih kisaran 50 juta setahun sekarang sekitar 200 s.d 250 juta setahun artinya ambrol 400% s.d.500%.....itu artinya Rp. NO VALUE terhadap Properti....dan equal value terhadap USD....gak ada undervalue seperti gubernur Bank KononHAH....itu sudah equal VALUE....ini kuliah S3 gratisan....wkwk
Kujang Amburadul
Sementara, penumpang bis terus berdebat, tidak sedikit pula yang malah taruhan, ada yang bertaruh dengan janji ngajak ngopi atau bayarin makan siang, tak sedikit malah taruhan uang. Didalam bajaj. Sopir terus melaju, kadang dia mengacungkan tangan seolah memberi kode untuk berhenti, padahal tidak. Dan yang krangajar, si penumpang hanya memanas-manasi sopir, sambil dia terus asik makan gorengan. Anda sudah menduga bukan? Ya, kita sekarang sedang dan masih dikecoh, dikadalin alias di prank sama si Trump "sopir bajaj" itu. Anda lihat di media, setiap hari kita disuguhi bagaimana para ahli politik luar negeri, pengamat, akademisi dan para ex diplomat membahas tentang perang Amerika is Rewel- Iran. Sekarang memang masih gencatan senjata dan beralih ke "perang mulut" via media, saling klaim tentang kemenangan diri dan kekalahan lawan yang pada kenyataannya masih sama-sama "zonk". Yang nanya ke AI saja bisa dapat jawaban salah. Lha AI-nya sendiri juga bingung sama tingkah Trump. Yang terasa adalah, dunia global akhirnya merasakan dampak, terutama ekonomi, yang akhirnya memaksa semuanya berhitung, akan mendukung siapa agar perang ini segera berakhir dan dunia kembali berjalan damai, kehidupan berjalan sebagaimana seharusnya, saling membutuhkan, saling jual beli, ekonomi berputar sehingga semua merasakan manfaat. Tapi, sebagaimana kelakuan supir bajaj. Tetap saja Trump berakrobat dengan mulutnya, membuat lawan juga bingung. Apalagi pengamat. Mau tanya siapa lagi coba? Next
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
RG AKHIRNYA.. 1) Akhirnya Rocky Gerung turun juga ke urusan sampah. Cocok. Sebab selama ini beliau memang sudah lama hidup di tengah produksi limbah politik nasional. 2) Bedanya, dulu Rocky membersihkan lewat kata-kata. Sekarang mungkin lewat tempat pengolahan. 3) Menarik membayangkannya. Dulu mengurai filsafat Hegel. Kini mungkin mengurai plastik kresek. Dari dialektika menuju daur ulang. 4) Tapi jangan salah. Sampah politik lebih rumit daripada sampah rumah tangga. Plastik masih bisa dipilah. Politikus kadang sulit dibedakan: mana yang biodegradable, mana yang toxic waste. 5) Mungkin itu sebabnya Rocky memilih fokus lingkungan. Sebab di politik, bau busuk sering disemprot parfum pencitraan. Di TPS sampah asli, baunya justru lebih jujur. 6) Publik tentu bertanya-tanya: apakah RG akan tetap segarang dulu? Atau sekarang mulai berbicara dengan nada kementerian. 7) Tapi begitulah hidup. Banyak aktivis akhirnya masuk sistem. Ada yang berubah. Ada yang tetap keras. Ada juga yang perlahan jadi tempat sampah aspirasi: semua keluhan masuk, solusi belum tentu keluar. 8) Yang jelas, Rocky sudah menemukan habitat baru. Dari membedah logika di podium, kini mungkin membedah aroma di TPA. Sama-sama menyengat.
Dahlan Batubara
Era MBG ini jadi petani enak. Pun jadi pedagang. Rezeki bergelimang. Permintaan hasil tani berlipat2 dibanding sebelum ada MBG. Tiap 1 dapur masak 2.500 porsi, dibutuhkan: 220 kg semangka atau 2500 buah jeruk dll. 250 kg sawi atau 200 kg wortel. 2500 ekor ikan lele atau 1250 ekor ikan nila. 2500 ekor ikan botan atau 800 ekor ikan tongkol. 225 kg ayam potong. 10 kg bawang merah, 20 kg cabai merah dll. 180 kg beras. Petani dan pedagang bergairah di desa desa. Di mata petani MBG bukan makanan bergizi saja melainkan kucuran uang negara ke tingkat petani.
Liam Then
Bagus itu Pak RG misalnya bisa masuk ke dalam sistem. Jadi kita bisa lihat beda koar-koar diluar dengan kemampuan mewujudkan koar-koar nya. Ini bakal jadi show yang menarik. Atau bisa juga jadi kemungkinan, seperti beberapa yang terjadi dulu. Saya ingat kisah rajawali yang hobi ngepret. Bertahun-tahun koar-koar tentang segala penyebab dan jalan keluar, ketika masuk ke sistem, ndak lama bertahan. Karena nabrak antara teori dan implementasi. Masuk ke system, bukan berarti kepakarannya bakal langsung bisa berfungsi efektif, seperti hitungan matematika 1x2-1= 1. Itu lain lagi urusannya. Jika tak mampu bikin teorinya masuk dan jalan berendeng dengan keruwetan struktur secara damai, kemudian hasilkan perubahan. Hasilnya akan seperti kepretan rajawali dulu, sayapnya patah duluan. Kemudian tersingkir dari peredaran. Bukan Rajawalinya tak pandai ngepret, itu jurusnya sudah sekarung, lengkap, dari yang biasa sampai teori pamungkas tercanggih yang hanya ada dalam buku tebal. Masalahnya ada di kemampuan applikasi ide dan teori. Kalo gagal, jangan nanti hanya bilang : "Saya dihambat, saya disingkirkan" Orang yang berhasil itu biasanya selalu berhasil singkirkan hambatan. Bukan salahkan hambatan ,atau bilang tak diberikan kesempatan untuk aplikasikan jurus dan teori.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
@pak Heri Isnurdono.. APAKAH PANTAS ABAH JADI OPOSAN? Menurut saya, Abah Dahlan justru menarik karena tidak sepenuhnya jadi oposisi. Tapi juga tidak jadi pemuji tetap. Posisi seperti itu makin langka sekarang. Sebab dunia medsos memaksa orang memilih: hitam atau putih. Padahal kehidupan politik sering abu-abu. Bahkan kadang kabut. CHDI pun sebaiknya tetap begitu. Netral. Tapi bukan netral yang letoy. Netral bukan berarti kehilangan taring. Justru karena tidak jadi alat partai, kritik CHDI bisa lebih dipercaya. Kalau Abah berubah total jadi oposisi formal, pembaca akan mulai melihat tulisan dengan kacamata politik. Padahal kekuatan CHDI justru pada kebebasannya meloncat ke mana-mana. Hari ini memuji. Besok menyengat. Lusa tertawa sendiri. Dan pembaca suka itu. Seperti naik ojek online dengan sopir yang belum tentu belok ke mana. Tapi tetap sampai tujuan. Lagipula oposisi sejati tidak harus teriak keras setiap hari. Kadang satu sindiran pendek lebih mengganggu daripada pidato dua jam. Yang penting jarak kritis tetap ada. Dekat kekuasaan boleh. Asal jangan sampai jadi karpet Istana. Sebab karpet tugasnya cuma satu: diinjak ramai-ramai sambil tetap diam.
MULYADI PEGE
Selamat pagi semua suhu suhu perusuh. Sebagai org yang tidak suka rujak. Pagi pagi Abah menulis istilah rujak Sentul. Yang satu ngalor yang satu ngidul. Baru dengar saya. Istilah dari daerah mana itu ?
Herry Isnurdono
Ayo Abah DI jadi oposan. Jelas posisinya. Vokal dan Keras. RG sebentar lagi jadi Staf Ahli Mentri LH. Kunjungan kerja Menteri LH ke Polda Riau, membahas sampah ada RG ikut rombongan Menteri LH. Kemaren2 Abah DI diacara diskusi Univ. Paramadina mengkritisi IKN beda jauh dengan tulisan IKN di CHD beberapa hari yg lalu. Tentang Mardani Sera PKS, ingat kampanye ganti presiden th. 2019. Hasilnya Jokowi menang pilpres. PKS jadi oposisi ? Mimpi, PS jadi RI 1 ke 8, PKS masuk koalisi pemerintah. Padahal tidak ikut nyalonkan PS jadi Capres dari PKS. Dari pada Abah DI kritisi kondisi negara yg menurut Abah DI tidak baik2 aja, tapi masih terdengar sayup2, mending sekalian vokal dan berani. Atau Abah DI masih berharap diajak PS masuk pemerintahan, utk reshufle yang akan datang ? Berharap hujan dimusim kemarau ? Ibarat menunggu telp. Letkol Teddy, utk hadir ke Istana, masuk daftar pejabat yg akan dilantik RI 1 ke 8.....syah2 aja....
Er Gham 2
Di provinsi Jakarta, baru 167 dari 609 dapur yang sudah memenuhi laik higienis. Artinya ada 70 persen makanan MBG yang fifty fifty potensi keracunan nya. Bisa keracunan, bisa tidak. Sekolah siapkan banyak norit saja. Untuk jaga jaga.
Er Gham 2
Kalo makan di restoran, dan makanan nya tidak enak, maka tinggal di-'blacklist' restorannya. Selanjutnya, cari tempat lain. Beda dengan kehidupan bernegara. Kalo pemerintah menyajikan 'menu' yang tidak enak, kita mau pergi kemana. Mosok mau kabur ke negara lain. "Silakan kabur ke Yaman, " katanya.
Irfan Arief
Alhamdulillah.... Pisahkan sampah di rumah tangga... Sampah plastik dan anorganik dimasukkan satu tempat... Sampah kertas dan organik dimasukkan satu tempat...bisa dibuang dimana saja dan akan jadi pupuk.... K*n**l tanpa otak adalah mahkluk yang senang buang sampah plastik sembarangan.... Terima kasih...
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 87
Silahkan login untuk berkomentar