Jemput Depan

Jemput Depan

--

Anda sudah punya e-wallet: dompet elektronik. Apakah di saku atau tas Anda masih ada dompet lama?

Saya masih punya: isinya SIM dan KTP. Juga beberapa lembar mata uang negara lain sebagai tanda baru dari negara mana saja. Untuk pembayaran sudah selalu pakai QRIS –meski saya amat jarang belanja.

Sejak tahun 2020 praktis tidak ada uang kertas lagi di Tiongkok. Terutama setelah sukses melakukan uji coba e-money di empat kota: Shenzhen, Chengdu, Suzhou, dan Beijing. Indonesia termasuk cepat mengikuti langkah Tiongkok.

Tentu Tiongkok tidak mau dikejar. Ia terus berlari. Target berikutnya: e-wallet bukan untuk orang. Anda sudah tahu: Tiongkok sedang menciptakan e-wallet untuk negara. Uji cobanya dalam wujud proyek mBridge. Agak unik ada singkatan ''m'' di depan Bridge. Awalnya saya menebak itu singkatan dari ''money''. Saya salah. Itu singkatan dari ''multiple'': semacam serbaguna. mBridge berarti jembatan multifungsi.

Tiongkok lari bukan karena kita kejar lewat QRIS. Ia berlari kencang dipicu oleh munculnya bitcoin. Lalu tersiar pula Facebook sedang menciptakan mata uang sendiri: Libra. Alibaba punya Alipay. Tencent punya WeChatPay. Berarti ada peluang bahwa dominasi dolar Amerika bisa diruntuhkan.

Tentu tidak mudah mencari cara agar dominasi dolar Amerika bisa dikurangi. Salah satu faktor dominasi itu adalah: pembayaran antarnegara masih memakai dolar Amerika. Karena itu cadangan devisa sebuah negara juga dalam dolar. Negara yang sehat harus punya cadangan devisa yang cukup untuk membiayai impor selama enam bulan.

Setiap kali Anda impor apa saja Anda perlu membeli dolar milik cadangan devisa itu. Secara sederhana cadangan devisa ibarat dompetnya negara yang berisi dolar Amerika. Negara perlu punya dompet berisi dolar karena belanja dari luar negeri pakai dolar: beli gandum, kedelai, HP, mobil, pesawat terbang, sampai mesin-mesin industri.

Waktu Anda impor mesin, Anda minta bank Anda yang membayarkan dalam dolar. Bank Anda akan menghubungi bank sentral (Bank Indonesia) agar berkomunikasi dengan bank sentral di negara yang jual mesin. Bank sentral di negara itu menghubungi bank pelaksana di mana pabrik mesin tersebut jadi nasabahnya.

Kadang antar bank sentral tidak ada perjanjian kerja sama. Maka bank sentral satu negara perlu memakai jasa bank besar kelas dunia –yang punya hubungan transaksi dengan lebih banyak bank di mana pun. Bank penghubung itu akan membantu terjadinya transaksi. Yang penting dapat uang jasa.

Semua transaksi antar bank tersebut bisa berjalan karena semua bank itu menggunakan ''aplikasi'' yang sama: SWIFT. Tanpa SWIFT transaksi tidak terhubung. Rusia dan Iran adalah dua negara yang oleh Barat dilarang menggunakan SWIFT. Maka dua negara itu tidak bisa melakukan transaksi dengan negara lain.

SWIFT telah dipakai alat politik.

Bisa saja suatu saat Tiongkok juga akan terkena pelarangan menggunakan SWIFT.

Maka Tiongkok menciptakan cara baru. Bukan dipersaingkan dengan SWFT tapi beda binatangnya.

Tiongkok kelihatannya bisa menyerap aspirasi negara-negara dunia ketiga. Transaksi lewat SWIFT memerlukan jalur dari bank ke bank sentral, lalu dari bank sentral ke bank sentral negara lain, masih perlu lewat jasa bank besar kelas dunia, lalu dari bank sentral negara lain ke bank pelaksana di sana.

Total, satu transaksi perlu sekitar 3-4-5 hari. Biaya pun muncul di setiap perpindahan rekening bank itu.

Itulah yang dilihat Tiongkok sebagai kelemahan SWIFT.

Di zaman nan lalu, saat SWFT mulai diterapkan, transaksi internasional 3-5 hari sudah dianggap sangat cepat. Juga paling praktis. Anda sudah tahu: SWIFT mulai diberlakukan tahun 1977, ketika Anda baru belajar batingkaung.

Sebelum ada SWIFT transaksi internasional antar bank dilakukan lewat telex. Atau pengiriman dokumen fisik. Alangkah kunonya.

Tapi di zaman serba digital sekarang ini tiga hari adalah lama. Bahkan tiga jam saja sudah dianggap terlalu lama. SWIFT oleh Tiongkok sudah dianggap kuno.

Tiongkok punya gagasan: kalau setiap negara punya ''e-wallet'' untuk apa harus melakukan cara transaksi muter-muter lewat banyak bank. Tinggal e-wallet ke e-wallet. Lewat ''aplikasi'' yang disebut ''mBridge''. Dengan cara itu transaksi internasional bisa dilakukan real time. Bukan tiga hari atau tiga jam tapi cukup tiga detik. Biayanya pun diklaim bisa turun tinggal 30 persennya. Alangkah murahnya. Tiongkok tidak hanya berpikir jualan kancing baju yang murah tapi juga transaksi internasional yang murah.

Tentu setiap negara harus punya ''e-wallet'' yang isinya Yuan (China Yuan, CNY). Itu secara tidak langsung membuat satu negara harus punya cadangan devisa dalam bentuk Yuan –tidak lagi hanya dolar Amerika.

Kapan ''mBridge'' mulai berlaku? Anda mungkin bisa menebaknya. Saya tidak tahu. Yang jelas uji coba sudah dilakukan antara Tiongkok dan sejumlah negara ASEAN seperti Thailand. Juga dengan enam negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab. Harapannya: perdagangan minyak bisa dilakukan dalam Yuan.

Thailand dan UAE telah melangkah menjemput masa depan. Masa depan memang bisa dijemput. Bisa juga hanya ditunggu. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 9 Agustus 2026: Beautiful Beast

Ima Lawaru

Duluuu sekali, Abah sering memceritakan kisah-kisah cinta dramatis dari India, penembakan di Amerika, drama politik di Taiwan, Hongkong, Malaysia, dan lain-lain. Kini saya rindu ke masa-masa itu lagi.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TEORI PAK ISKAN.. Kalimat ini sederhana. Tetapi diam-diam filosofis. Pak Dahlan ternyata tidak hanya menghadiri pesta. Beliau juga melakukan "riset" kecil-kecilan. Variabelnya: pakaian. Sampelnya: seluruh tamu. Hipotesisnya: selalu ada orang yang berpakaian lebih sederhana. Hasil penelitian: terbukti. Ada tiga orang. Maka teori Pak Iskan senior terkonfirmasi setelah puluhan tahun. “Pakai baju sebaik apa pun, akan ada yang lebih baik. Pakai yang paling buruk pun, masih ada yang lebih buruk.” Ini sebenarnya pelajaran tentang relativitas. Kita sering merasa kurang karena membandingkan diri dengan yang berada di atas. Padahal, kalau sesekali melihat ke bawah, kita sadar bahwa posisi kita tidak seburuk yang kita kira. Tetapi ada satu hal yang lebih menarik. Tiga orang itu mungkin tidak merasa sedang menjadi objek penelitian. Mereka datang ke pesta untuk menikmati ulang tahun Ari. Bukan untuk mengikuti lomba busana. Jadi, jangan terlalu serius dengan pakaian. Yang penting pantas. Sebab dalam kehidupan, yang menentukan kelas seseorang bukan merek bajunya. Melainkan isi kepalanya, keluasan hatinya, dan bagaimana ia memperlakukan orang lain. Soal hoodie? Tenang. Ternyata secara statistik masih ada tiga yang lebih aman.

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja. Konon, di dalam tradisi orang-orang Chinese dahulu, perayaan ulang tahun - di bawah usia 50, umumnya dirayakan secara terbatas - hanya di lingkup internal keluarga. Pada ulang tahun ke-50, baru dimulai (batas awal) perayaan ulang tahun dilakukan secara luas mencakup di luar lingkup internal keluarga (tentu saja bagi yang mampu)..... Perayaan ulang tahun ke-50 itu sendiri secara tradisi disebut 暖壽 (Nuǎn shòu) yang berarti "Pre-birthday celebration"..... Lha koq disebut "Pre-birthday celebration" ?? Nah..... disitulah filosofi Konfusianisme menjabarkannya panjang-lebar. Tradisi orang-orang Chinese dahulu memang sangat dipengaruhi oleh filosofi Konfusianisme..... pun nilai-nilai kearifan-lokal mereka (kebajikan) masih relevan hingga kini..... Usia 50 tahun itu disebut sebagai "Usia 知天命 (Zhī tiānmìng)" - maksudnya : usia 50 tahun dianggap sebagai "titik kebijaksanaan" dimana seseorang sudah mencapai kematangan batin seiring dengan pelajaran yang sangat berharga dari lika-liku perjalanan hidupnya selama ½abad..... dan umumnya sudah memahami jalan hidupnya, serta memiliki keyakinan untuk langkah-langkah selanjutnya. Perayaan besar ulang tahun dalam tradisi orang-orang Chinese umumnya ketika usia 60 tahun ke atas..... Perayaan ulang tahun ke-60, 70, 80, dan seterusnya ; ada istilahnya tersendiri, tentu saja dengan makna yang mengandung filosofi Konfusianisme..... Bagi yang berminat..... Anda dapat menemukannya pada The Analects of Confucius (論語).

riansyah harun

Saat saya melihat foto yang disajikan Pak Dahlan, terlihat gaya busana yang dikenakan ibu Ari, amat sangat sederhana sekali. Tidak macam macam, tidak berlebih lebihan, dan itu baru benar benar bikin iri. Upss bikin iri nya, kalau soal kemampuan untuk membeli tampilannyi, pasti beliau bisa. Pun jika menggunakan perhiasan emas melebihi berat badannyi yang langsing itu, beliapun pasti tetap bisa. Itulah hidup. Mungkin beliau telah jenuh dengan berbagai macam yang aneh aneh untuk tampil memukau. Sepertinya sama seperti kakek dari Ayrton, ke mana mana tampil amat sangat simple sekali. Pun hanya dengan tas kresek yang berisik itu, yang di isi dengan beberapa potong pakaian, beliaupun bisa se enaknya keluar masuk gate bandara International.

riansyah harun

Jika anda akan memberikan kunci rahasia rumah tinggal pada seseorang, rasanya tidaklah mudah. Ini di Luar Negeri, di satu Negara Besar, yang begitu entengnya memberikan pasword kepada Ayah dari Cucu Pak Dahlan Iskan. Ada 2 kemungkinan, pertama Pak Dahlan Iskan sendiri, bisa dianggap sudah sebagai ayah kedua bagi Ibu Ari. Atau memang model kehidupan Ibu Ari yang sudah meng Amerika, sehingga sifat kekhawatiran terhadap orang lain, sudah tidak ada lagi. Kalau di suatu Negara yang kita sudah tahu, jangankan rumah, mall saja yang ada satpamnya, pagar tinggi pun sudah mulai dibuat.

Nimas Mumtazah

Style abah keren, elegan sedap di mata.Entah karena saya penyuka warna gelap, yang pasti klik di hati. Oh ya.. Abah lo punya Mbk Ivo Ananda yang bisa jadi 'awasi' gaya busananya. Pujian tidak mengharap lungsuran sepatu. Sy ikhlaskan untuk dulur Darjo dan Rungkut.

Muh Nursalim

Satu lagi. Kalau anda merasa pintar masih ada yg lebih pintar. Maka tampil wajar ndak perlu sok pintar. Biar tdk menjadi orang yg lagi puber. Sama halnya agustusan kali. Ndak perlu merasa paling nkri. Mereka yg nun jauh d AS terkadang lebih merah putih daripada yg ada d sini. Wajar2 saja. Ini akan menggembiraan banyak orang.

Syamsuriadi Syam

Sebetulnya, orang dalam posisi dan fase seperti Abah, tidak perlu terikat lagi soal dress code. Abah orang yang sudah selesai di situ. Jadi fasenya Abah itu, apapun yang dikenakan tidak akan mempengaruhi nilai seorang DI. Hehehe...sama aja Elon Mask pakai kaos oblong saat ketemu dengan Luhut.

Tiga Pelita Berlian

Usul, Abah nulis ttg Persebaya lagi ya .. sbg apresiasi Juara Piala Presiden kemaren . Atau bisa jg menulis ttg para tokoh bola Surabaya yg pernah berkontribusi besar, misal Pak Barmen ( Asyabaab) , atau M Basri (pemain & pelatih) atau Rusdy Bahalwan ataupun Rudy William Keltjes . Seklangkong

heru santoso

Luar biasa lelananging jagad! Teman dari belahan bumi Amerika pas ultah didatangi, diberi ucapan hangat, dipuja-puji pakaian dan kecantikannya. Sementara Galuh Banjar disisinya yang hari ini ulang tahun cuma dapat embusan angin sepoi-sepoi. Boro-boro ditulis di CHD, tulisan perusuh yang kirim ucapan ke Mamak pun ga jadi kompil. Inilah definisi sesungguhnya dari 'raja tega' berkedok pujangga. Tulisan buat teman panjangnya berparagraf-paragraf, tapi buat istri tercinta jangankan puisi, setitik kado atau sepatah kata selamat pun nihil. Bisa-bisa malam ini seluruh pintu rumah di DIC Pacet mendadak terkunci dari dalam. Dan besok Pak DI bisa menulis pengalaman tidur sendirian di velbed dengan suasana kebun bermacam tanaman..... Selamat Ulang tahun ke 73 Mamak bunda Nasfiah. Semoga sehat dan bahagia selalu.

Fra Wijaya

Kakek buyut kita dl sudah berpesan,"Ajining diri soko lathi ajining rogo soko busono" Diri kita dihargai karena ucap kita,badan kita dihargai karena pakain kita,maksudnya pasti bukan pakain yg mahal tp pantas, bnyk lho Abah pakain yg mahal tp tidak pantas....

Lègég Sunda

#53 Selamat pagi semuanya. Bah, Bukan baju baik atau baju buruk. Tapi:pantas atau tidak. Atau muwafaqoh. Baju baik pun-seperti kata Abah di atas- pakai jas serasi dengan celananya nanging sepatunya ????. Tapi sekalipun baju tidak baik kalau estetik yaaa tetap Nyeni. Hapunten.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PRESIDEN AMERIKA SERIKAT PERLU DANSA DI GEDUNG PUTIH DEMI “MAKE AMERICA GREAT AGAIN”: DEMI KEJAYAAN AMERIKA? Trump ingin membangun ballroom raksasa di Gedung Putih. Alasannya mungkin sederhana: Amerika negara besar. Presidennya juga harus punya ruang besar untuk berdansa. Masalahnya, menurut pengadilan, Gedung Putih bukan rumah pribadi presiden. Itu “People’s House”. Rumah rakyat Amerika. Maka kalau presiden ingin membongkar, mengubah, dan membangun bagian baru Gedung Putih, tidak cukup hanya berkata: I am the President. Ada satu kata yang lebih kuat: Congress. Di sinilah menariknya demokrasi Amerika. Presiden boleh punya visi sebesar Amerika. Tetapi gedungnya tetap harus tunduk pada konstitusi. Trump mungkin berpikir: ballroom akan membuat Amerika lebih great. Pengadilan berpikir: yang membuat Amerika great justru adalah ketika presiden pun harus tunduk pada hukum. Kalau akhirnya Mahkamah Agung mengizinkan, Trump bisa berdansa. Kalau tidak, mungkin sejarah akan mencatat: Trump berhasil membangun banyak hal—kecuali ballroom tempat ia ingin berdansa. Dan itu pun, sebenarnya, sangat Amerika.

Juve Zhang

Baju terkadang ikut musim....tapi di zaman Tiongkok miskin melarat semua baju warna hitam dan coklat gelap atau biru dongker....gak ada satupun yg berani baju merah menyala...saya ikut bingung melihat rakyat Tiongkok yg sangat miskin itu ....sepeda kayuh butut jadi satu satunya "kendaraan" paling berharga bagi semua keluarga....semua jalan di Beijing dibuat rata supaya pesepeda gak ngos Ngos an....kecuali melewati jembatan yg ukurannya raksasa sepeda kayuh naik di panggul ....karena masuk jembatan zaman dulu nanjak tinggi artinya posisi jembatan diatas jalan raya....semua rakyat Tiongkok zaman itu wajib bisa naik sepeda kayuh dan jas gelap atau jas Mao Zedong umum dipake sambil naik sepeda kayuh.... photo suhu Xi Jin Ping naik sepeda bonceng anak balita anaknya sangat bagus... suhu Xi Jin Ping mengalami kelaparan hebat zaman revolusi gila gila an oleh Mao Zedong....Liu Shao Qi sang presiden masuk dapur rakyat kaget tak ada makanan sedikitpun....Liu Shao Qi sangat kontras dengan Mao Zedong...Liu sangat keras menentang Mao...kelak dia mati dikerjain antek antek Mao....Suhu Deng Xiaoping lebih kalem menyuarakan ketidak sukaan terhadap Mao Zedong menyelamatkan nyawanya....kelak putra Liu Shao Qi diangkat Suhu Xi Jin Ping ke posisi strategis....

Jokosp Sp

Sederhana saja kok. Pak Boss tinggal angkat sekretaris pribadi yang jobdescnya segala kebutuhan boss diurusi. Meliputi: Nama jabatan - punya posisi yang jelas. Tujuan peran - Ringkasan fungsi utama, Tugas dan tanggung jawab - rincian aktifitas harian. Kualifikasi - syarat keahlian, pendidikan dan pengalaman. Wewenang - batasan keputusan yang bisa diambil. Karena Pak Boss orang yang mobil, maka sekretaris harus ikut ke mana Pak Boss pergi. Jika suatu saat Galuh Banjar ikut, ya ndak apa-apa persiapan kebutuhannya bisa dirangkap. Yang penting bonusnya dapat dobel. Banyak kok yang mau. Angkat 1 orang sekretaris, Pak Boss sudah membantu mengurangi dari 19 juta lowongan kerja yang pernah dijanjikan si anak Raja Jawa itu. Yang cuma omon-omon.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 163

  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Kurniawan Roziq
    Kurniawan Roziq
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Prieyanto
    Prieyanto
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Prieyanto
      Prieyanto
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • yea aina
      yea aina
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
  • Rashad Alvarado
    Rashad Alvarado
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • Prieyanto
      Prieyanto
  • Rashad Alvarado
    Rashad Alvarado
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Prieyanto
      Prieyanto
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
  • Rashad Alvarado
    Rashad Alvarado
  • Rashad Alvarado
    Rashad Alvarado
  • Rashad Alvarado
    Rashad Alvarado
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
  • mario handoko
    mario handoko
  • yea aina
    yea aina
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • yea aina
      yea aina
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Liam Then
      Liam Then
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Lukman Nugroho
    Lukman Nugroho
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Liam Then
      Liam Then
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
  • Irary Sadar
    Irary Sadar
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Wilwa
      Wilwa
    • Liam Then
      Liam Then
  • Tivibox
    Tivibox
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Wilwa
    Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • HANVINCY ADNOV
    HANVINCY ADNOV
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Tivibox
    Tivibox
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Sadewa 19
      Sadewa 19
    • heru santoso
      heru santoso
    • heru santoso
      heru santoso
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Tiga Pelita Berlian
      Tiga Pelita Berlian
    • Rashad Alvarado
      Rashad Alvarado
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Prieyanto
      Prieyanto
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
    • Tiga Pelita Berlian
      Tiga Pelita Berlian
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Enggal Purnomo
    Enggal Purnomo
  • heru santoso
    heru santoso
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Yugi Porkdelicious
    Yugi Porkdelicious
  • Milyarder Setia
    Milyarder Setia
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • alasroban
    alasroban
  • Sugi
    Sugi
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
  • siti asiyah
    siti asiyah
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • rid kc
    rid kc
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Mpok Dipa
    Mpok Dipa
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • siti asiyah
      siti asiyah
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Ima Lawaru
    Ima Lawaru
  • DeniK
    DeniK
  • Ima Lawaru
    Ima Lawaru
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • siti asiyah
      siti asiyah
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
    • Nimas Mumtazah
      Nimas Mumtazah
    • Edi Sampana
      Edi Sampana
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN