Kikin
--
Sepulang dari Medan, Bali, dan Lombok saya ke Tebuireng, Jombang. Minggu siang kemarin. Ini kali kedua saya bertemu Gus Kikin setelah terpilih sebagai ketua umum PBNU yang baru.
Kali pertama bertemu adalah pekan lalu: di acara ulang tahun ke-77 Republik Rakyat Tiongkok. Acara besar itu diadakan konsulat RRT di Surabaya. Kami duduk satu meja dengan Konsul Ye Su.
Ulang tahun RRT yang sebenarnya tanggal 1 Oktober lusa. Namun biasanya konsul atau kedutaan merayakannya seminggu lebih awal –sebelum di tanggal itu mulai libur satu minggu.
Pertemuan kedua dengan Gus Kikin kemarin bisa lebih khusus: di rumahnya di kompleks pondok pesantren Tebuireng. Juga lebih lama –karena dilanjutkan dengan makan siang: menunya soto daging.

--
Kami tidak bicara muktamar –forum tertinggi NU yang memilihnya. Kami bicara soal NU setelah muktamar –di bawah kepemimpinannya.
NU, kata Gus Kikin, tidak hanya kembali ke khittah. Lebih dari itu: kembali ke khittahnya khitttah. Yakni ke Qanun Azazi NU –ke hukum dasar mengapa NU didirikan.
Di masa yang lewat, kata Gus Kikin, NU seperti terdegradasi seolah hanya sebagai sebuah perusahaan tambang. "Itu penting tapi ke depan kami tidak akan membicarakan tambang. Itu diurus terpisah. Tidak boleh mewarnai NU," katanya.
Qanun Azazi itu ditulis oleh pendiri utama Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari, yang tak lain adalah buyut Kiai Kikin sendiri. Nenek Gus Kikin, adalah Nyai Khoiriyah Hasyim putri pertama sang pendiri. Berarti nenek Gus Kikin adalah kakak dari kakeknya Gus Dur, KH Wahid Hasyim, menteri agama pertama RI yang juga kakek presiden keempat Indonesia itu.
Selama ini Qanun Azazi jarang diperbincangkan di NU. Kalau pun ada, lebih banyak hanya pembukaan dan bab satunya. Bahkan teks lengkap Qanun Azazi itu sendiri belum jadi dokumen utuh di PBNU.
Sampailah pada masa ketika istri Gus Kikin, Lelly Lailiyah Novianti, ingin mengambil gelar doktor di Universitas Airlangga, Surabaya. Lelly sebenarnya ingin meraih doktor sumber daya manusia –sebagaimana di S-2. Tapi kuota untuk bidang itu baru saja habis. Jatah terakhir doktor SDM diambil kandidat lain seminggu sebelumnya.
Yang diharapkan Unair adalah munculnya doktor pertama bidang hukum pembangunan. Lelly pun mengambilnya, meskipun itu tidak linier. S-1 Lelly adalah pendidikan kimia di IKIP Jakarta –sekarang Universitas Negeri Jakarta. Lelly yang adalah alumnus SMAN 8 Jakarta lantas menjadi guru kimia di SMAN 1 Medan.
Contoh nyata penerapan hukum pembangunan masih segar di ingatan Anda: seorang nenek miskin ditangkap polisi karena mencuri singkong di kebun milik perusahaan besar. Di persidangan ketahuan: Si nenek-miskin mencuri singkok untuk makan cucunyi yang sedang kelaparan.
Hakim tetap berprinsip itu kriminal. Maka hakim menjatuhkan hukuman dan denda kepada si nenek. Setelah menjatuhkan vonis sang hakim membuka topi toganya: meletakkan uang satu juta rupiah di topi itu, lalu minta semua yang hadir untuk juga menaruh uang di situ masing-masing Rp 50.000. Terkumpullah uang yang cukup untuk membayar hukuman –kelebihannya untuk sang nenek.
Lelly memilih objek penelitian hukum pembangunan buyut sang suami sendiri: KH Hasyim Asy'ari. Yakni bagaimana ada seorang manusia mempunyai pemikiran yang begitu mewarnai kehidupan begitu banyak manusia di Indonesia. Pemikiran itu ditulis dan mewujud dalam Qanun Azazi NU.
Maka Lelly harus melakukan penelitian ilmiah soal Qanun Azazi. Namun dia tidak bisa menemukan teks Qanun Azazi yang utuh. Yang ditemukan hanya pembukaan –terdiri dari 41 ayat Quran dan delapan hadis Nabi Muhammad– serta bab satunya. Bab dua, tiga, empat tidak ketemu.
Itu sekaligus ''alarm'' bagi NU: harus menemukan teks utuhnya.
Gus Kikin waktu itu menjabat ketua NU wilayah Jawa Timur –menggantikan KH Anwar Iskandar yang terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia pusat –menggantikan KH Ma'ruf Amin yang dicalonkan sebagai wakil presidennya Jokowi untuk periode kedua.
Dibentuklah tim pencari dokumen Qanun Azazi. "Akhirnya bab duanya ditemukan di Kudus," ujar Gus Kikin. "Bab tiganya ditemukan di Banyuwangi," tambahnya. Sedang bab empat adalah bab penutup –berisi 40 hadis Nabi yang kemudian dikenal sebagai hadis arba'in (40 hadis).
"Penutup Qanun Azazi hadis arba'in?" tanya saya agak njondil –ingat pernah belajar hadis arbain di sekolah aliyah dulu.
"Bukan itu. Ini arba'in dalam pengertian khusus. Disebut juga Al Arba'in haditsan nabawiyyan," jawab Dr Lelly.
Qanun Azazi mengandung dasar-dasar kepemimpinan, tanggung jawab, kebenaran, dan etika berorganisasi. Itu ditulis tahun 1927-1928 setelah satu tahun berpengalaman menjalankan organisasi NU yang didirikan tahun 1926.
Usai makan siang saya pamitan: ke museum Hasyim Asy'ari. Nama lengkapnya: Museum Islam Indonesia ''KH Hasyim Asy'ari''. Lokasinya di sebelah barat pondok putri Tebuireng. Bangunannya megah, arsitekturnya menarik, lahannya luas.
Museum ini dibangun oleh pemerintah di atas tanah negara. Di sebelah sana halaman museum, dibangun terminal bus –terminal khusus untuk peziarah makam Gus Dur. Minggu kemarin terlihat orang berbondong berjalan satu kilometer dari terminal ke makam.
Di lahan antara terminal dan halaman museum dibangun masjid megah dengan dua menara menjulang tinggi.
Masjid itu terlihat mangkrak. Ternyata sudah lebih lima tahun tidak ada kegiatan penyelesaian pembangunannya.
Semua orang Tebuireng tahu mengapa masjid itu mangkrak. Itu bukan masjid yang dibiayai negara. Bukan pula dibangun oleh pondok Tebuireng.
Masjid itu dibangun oleh seorang pengusaha di Jombang. Si pengusaha sedang ambisi-ambisinya ingin jadi calon bupati Jombang. Sebelum masa kampanye masjid itu harus sudah selesai. Ia pasti menang.
Ternyata berhasil jadi calon pun tidak. Ia tidak dapat ''kendaraan''. Tidak ada satu partai pun yang mencalonkannya. Sejak itu pembangunannya tidak diteruskan.
Museum Hasyim Asy'ari ini empat lantai. Liftnya dua. Yang dibuka untuk umum baru dua lantai.
Lantai satu berisi diagram masuknya Islam ke Indonesia –lewat Aceh dan Barus di pantai barat Sumut. Lalu ada foto ulama-ulama besar di abad itu: mulai Syeh Yusuf Makassari dari Makassar, Syeh Syaikhona Kholil Bangkalan dari Madura, Syeh Nawawi Bantani dari Banten, Syeh Arsyad Banjari dari Kalsel, Syeh Khatib Sambasi dari Kalbar, Syeh Mahfudz Termasi dari Termas Pacitan, Syeh Sholeh Darat dari Jateng dan Syeh Muhyi Pamijahan, Jabar.
Lalu ada patung sembilan wali –walisongo di bawah pajangan punokawan Semar, Gareng, Petruk, Bagong.
Kyai Hasyim Asy'ari satu ruang tersendiri. Pun Gus Dur dan segala kiprah serta pemikirannya.

--
Pemerintah sebenarnya ingin menyerahkan museum ini untuk pesantren Tebuireng. Supaya menjadi satu bagian dari keseluruhan kebesaran pondok itu. Tapi diserahkan ke Tebuireng sama dengan membebankan biaya perawatan dan pemeliharaan ke pondok. Itu terlalu besar. Bisa memakan biaya pendidikan pondok.
Dari museum saya tidak kembali ke kediaman Gus Kikin. Sudah banyak tamu di kediaman itu. Lelly menjadi istimewa karena sudah adakah istri kiai yang bergelar doktor.
Lelly adalah doktor pertama hukum pembangunan. Cum laude pula.
"Sebenarnya saya berdoa agar dia tidak cepat-cepat lulus," seloroh Gus Kikin tentang istrinya itu. "Agar saya tetap bisa dibilang tidur dengan mahasiswi," lanjutnya.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 27 September 2026: Durian Jonathan
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
@pak Hasyim.. KETAT UNTUK SIAPA? Kalau penjagaan Lapas memang sangat ketat, semestinya ketat untuk mencegah napi kabur, masuknya barang terlarang, dan gangguan keamanan. Bukan ketat sampai aparat pengawas dari Ombudsman kesulitan melakukan sidak. Justru kalau ada Ombudsman datang, pintu pengawasan harus lebih terbuka. Karena sidak bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan memastikan standar pelayanan, keamanan, dan perlakuan terhadap warga binaan benar-benar dijalankan. Pengawasan yang kuat bukan ancaman bagi Lapas. Sebaliknya, ia bisa menjadi alat untuk membersihkan yang kurang baik, melindungi petugas yang sudah bekerja benar, sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat. Lapas memang harus punya pagar yang tinggi. Tetapi jangan sampai pagar pengawasannya lebih tinggi.
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Jika mau menonjolkan berita investigasi, Disway juga bisa saja menjadi terkenal. Misalnya mau, sekarang saja ada 2 berita yang bisa digali secara invetigasi, yaitu: money politics di Muktamar NU, dan fasilitas mewah di Lapas Cibinong dan juga semua lapas. Contohnya, kemarin BBC Indonesia juga menurunkan berita invetigasi tentang anak kiai besar Jombang yang divonis 7 tahun karena kekerasan seksual ternyata sudah bebas jauh dari masa hukumannya. Meski era sekarang sudah sangat terbuka, namun berita investigasi tetap diperlukan. Masyarakat perlu fakta akan sebuah kebenaran. Disway pasti bisa. Kalau mau.
Taufik Hidayat
Membaca cerita ini asyik juga. Mulai dari durian icon yg asyik … ingat dulu banget waktu saya sering ke medan ketika buka kantor fi Polonia , eh masih Polonia sebelum saya ikut pindah pindah ke Kualanamu. Saya sering makan diren dibdepan hotel best western. Di oinggir jalan , tinggal tunjuk dan kalau jelek gak jadi dibeli. Kalau durian ucok tetap asyik dan sudah ada testi yang bagus juga. Tapi kalau baca cerita Jonathan koq saya langsung ingat Jonathan Christie atau Jojo.
The Emirates Indonesia
Bayangkan, Anda seorang suami. Anda mengalami serentetan tragedi paling brutal, seumur hidup di dunia. Istri Anda diculik, disekap, diperkosa dan dibunuh. Putera Anda yang masih balita, menjadi korban penculikan sindikat perdagangan anak dan tidak jelas nasibnya. Anak Anda yang dewasa dan sedang kuliah di luar negeri, bergegas ke Indonesia, ternyata pesawat yang ditumpanginya jatuh di Samudera Pasifik dengan seluruh penumpang dinyatakan tewas. Anda, entah bagaimana, secara bersamaan diringkus Satuan Reserse Narkoba dengan tuduhan luar biasa absurd yaitu kepemilikan 800 kilogram narkotika jenis heroin dan ringkas cerita Anda dijebloskan ke dalam rutan dengan kondisi. Belum sampai di sana. Kedua orang tua Anda yang sudah lansia, cemas bergegas menemui Anda di rutan. Namun naas, di tengah perjalanan, kendaraan orang tua Anda dihantam truk fuso yang melaju kencang. Orang tua Anda terlindas, remuk, dan tewas di tempat. Dan kabar tewasnya orang tua Anda tersebut sampai kepada Anda di dalam rutan, yang kebetulan Anda pun sedang dalam kondisi dianiaya sesama tahanan rutan. Penderitaan, tragedi, sial, nasib kelam, seluruhnya menumpuk, berlapis, dalam satu waktu. Lalu sayup-sayup terdengar suara speaker ceramah dari sebuah masjid di kejauhan, seorang ustadz mengutip terjemah al-Qur'an: "sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau". Kira-kira, akan meluap seperti apa emosi Anda, di kondisi demikian? Nasib brutal Anda, ternyata dianggap lelucon.
Wilwa
Baru kemarin @Liam bicara soal swadaya atau swasembada, kini kita disuguhi berita positif bahwa kita swadaya dalam produksi mesin boiler untuk pengolahan sawit. Info berikutnya adalah mengenai mantan menko-saurus (menteri koordinator segala urusan era Jokowi) yang tetap aktif. Berkunjung ke Tiongkok. Bertemu Wang Yi 王毅 (baca: Wang I atau Wang Ik tapi k nya tipis saja sehingga hanya terdengar i). Hmmm. Kolaborasi memang pilihan positif dibandingkan konflik. Dan itulah konsep nationalism. Civil religion. Sebuah nation mirip sebuah religion. Bila religion punya “holy” scriptures maka nation punya “secular” constitution. Bedanya konstitusi bisa direvisi sedangkan kitab “suci” tidak bisa karena bisa memancing kebencian berujung kerusuhan. Tapi nation juga punya nilai sakral seperti religion yaitu bendera dan lagu kebangsaan seperti agama yang punya simbol (misal salib atau bulan sabit atau bintang segi enam atau swastika atau roda dharma). Karena itulah nation disebut civil “religion” yang bisa menyatukan berbagai suku dan agama dalam sebuah “persatuan”. Ketika tim bulutangkis putra mengalahkan Tiongkok maka satu tim itu kompak memberi hormat pada bendera merah putih sambil menyanyikan Indonesia Raya. Sebuah persatuan dalam keragaman walau sejenak. Kalimat Yuval Noah Harari kembali terngiang bahwa nation dasarnya adalah kolaborasi dan kepedulian terhadap sesama warga negara tak memandang suku dan agama. Walau nationalism hasil Revolusi Perancis dimanfaatkan oleh Trump & Netanyahu.
Jokosp Sp
Selama proses bikin kebunnya cuma alternatifnya bakar-bakar. Kata mereka: itu paling efektif dan efisien dengan cost paling murah. Akibat sosialnya "gue ndak perduli, itu urusan elu kenape asapnya lu hisap". Mereka yang ngomong tinggalnya bisa di Jakarta, Malaysia, atau di Singapura. Kami yang bersebelahan dengan kebunnya sudah 2 bulan hidup dari kepungan asap. Paru-paru dan otak kekurangan oksigen (O2). Malah yang dihisap adalah SO2, NO2, CO2 dan O3 berupa polutan. Belum lagi matahari yang tidak terlihat di siang hari, panas udara menyengat dan bau harus kami nikmati selana ini. Ini hidup di negara mana, yang negaranya tidak hadir memberikan solusi?. Ini bisa disebut dengan "pembiaran"
Er Gham 2
Bagaimana supaya tidak lagi terjadi kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan. Gampang. Jadikan saja semua hutan yang berpotensi terjadinya kebakaran dengan pohon sawit. Dijamin tidak ada yang berani bakar. Hehehe.
Tivibox
Pengusaha itu keadaan sulit harus dibuat mudah. Keadaan mudah harus dibuat sulit. Kalimat pertama sangat pas untuk pengusaha. Bagimanapun sulitnya ekonomi, perusahaan harus tetap jalan. Jangan putus asa. Agar ekonomi jalan terus. Kalimat kedua, lebih cocok untuk mengambarkan birokrasi kita. Penyakit kronis dari dulu. Wani piro ?
my Ando
sukses koq... sukses, aman
Tuah
Sebagai produsen CPO terbesar didunia dengan 45-47 juta ton tahun 2023-2024, sangat wajar jika Indonesia juga menguasai teknologi dan segala sesuatu terkait kelapa sawit dan produktifitasnya, sampai mengekspornya. Cukup untuk berlanjut sampai anak cucu. Salut untuk Pak Jonathan dengan Super Andalas-nya, untuk pasar sebesar Indonesia, semoga bukan produsen PKS satu-satunya di Indonesia.
Jokosp Sp
Berarti ada proyek setiap sekolah : disediakan 10 kulkas dan minimal 1000 kaleng susu beruang. Daya listrik juga harus dinaikkan. Ruang penyimpanan harus ada dan khusus, jadi harus dibangun. Cuan lagi....cuan lagiiii.....
Er Gham 2
Sebagai upaya mengurangi dampak keracunan, alangkah baiknya, tiap sekolah menyediakan stok norit dan susu murni dalam jumlah cukup. Hal ini sebagai upaya pertama sambil menunggu kedatangan ambulance ke sekolah. Sebagai bagian dari pertolongan pertama yang masih bisa dilakukan oleh sekolah. Juga mengajarkan cara cara lainnya bagi para guru jika terjadi kasus. Ambulance bisa datang terlambat, belum cukup jumlah nya, antrian parkir di sekolah, dan butuh waktu perjalanan ke rumah sakit dari sekolah.
Bahtiar HS
Saya punya pengalaman amazing soal katering saat manten dengan 7000 undangan. Bukan spt manten kekinian yg prasmanan, tp yg ini tradisional: undangan duduk mengikuti acara demi acara hingga selesai. Makannya piringan! Bayangkan menyediakan 7000 porsi nasi mandi berlauk kambing harus disajikan dlm kondisi panas! Mau tidak mau harus dimasak di tempat & tepat waktu saat disajikan! Tidak pakai ditata dulu dsbnya. Membayangkannya saja saya stress. Kebetulan sy pas ketua terima tamu dan turut monitor katering ini. Dan inilah yg mrk lakukan: Seluruh nasi dan lauk dimasak di dekat 5-6 pintu masuk samping/blkg gedung. Tiap titik ada sekian pemasak, pramusaji dan petugas yg mendistribusikan piring2 ke 7000 undangan. Satu titik menyiapkan 1000++ porsi. Maka bgt masuk waktu istirahat, sy melihat orkestrasi yg mendebarkan. Nasi mandi panas dimasukkan ke piring, lgs diangsur ke bagian kambing panas di dekatnya, lalu sambal dll, terakhir sendok. Taruh di baki. Bgt baki penuh, distribusi jalan. Semua dg kecepatan penuh! Piring2 beredar, tp keringat sy bercucuran. Cukup ta? Nyandak ta waktunya? 7000 org masak saji on the spot! Menit demi menit berlalu! Bgt dengar: sdh cukup! Hati ini plong! Semua tamu makan basi mandi dg kambing panas from the oven! Baru kali itu sy bilang alhamdulillah sambil geleng2 kepala! Apalg semua puas, gak ada yg keracunan! Salute buat tim Katering Dalwa (Darul Lughoh wad Da'wah) Bangil! Maaf bukan promo. Tp pengalaman empiris tak terlupakan!
my Ando
saya ni bukan ahli durian dan tergolong jarang makan durian, tapi pernah tuh makan durian di Dolopo (sentra nya durian wilayah Madiun selatan) buah prtama enak... gak komen, trus enak lagi... lahap, trus kurang manis... lha baru ada yg nyletuk "lah koq pait" jawab yg jual santuy "ooo itu yg rasa kopi"
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
SAYA PERNAH PUNYA KEBUN DURIAN DI WONOSALAM.. Luasnya sekitar 4.000 m². Saya beli ketika sebagian pohon durian sudah mulai berbuah. Selama lima tahun saya memilikinya. Sudah beberapa kali panen. Masalahnya, saya tidak pandai mengurus kebun. Akhirnya durian saya jual borongan. Harganya rata-rata. Besar maupun kecil sama saja. Pembeli/pemboringnya tinggal memetik sendiri dari pohon. Lucunya, ketika saya ingin makan durian, saya malah membeli di pasar. Durian saya sendiri. Harganya bisa tiga kali lipat dari harga yang saya jual dari kebun sendiri. Yang paling parah, setiap kali datang ke Wonosalam, saya selalu bingung mencari lokasi kebun saya sendiri. Sampai-sampai harus dikawal penduduk setempat untuk menunjukkan jalannya. Bayangkan. Punya kebun sendiri, tetapi untuk masuk ke kebun sendiri harus diantar orang. Akhirnya daripada pusing, kebun itu saya jual. Harganya pun kurang lebih sama dengan ketika saya membelinya. Jadi, pengalaman saya sederhana: punya kebun durian belum tentu berarti punya durian. Kadang, punya kebun malah punya masalah.
heru santoso
Waktu acara ultah Disway Malang bbrp saat lalu Saya ngobrol dg beberapa peserta seminar bincang bisnis. Mungkin karena saya pake kaos Disway, ada peserta bertanya lirih: Disway itu apa ya? Waduh...
Prieyanto
Medan kekurangan Perusuh. Buktine Abah DI senam dewean, eech sorangan. Para pemain pingpong pastinya mengenal Abah DI. Tapi apakah mengenal Disway, sepertinya belum. Padahal dahulu, situasinya berkebalikan: menyebut Dahlan Iskan orang ingat medianya, menyebut ‘koran itu’ orang ingat Dahlan Iskan. Dulu, keduanya nyaris tak terpisahkan. Bagaimana mengembalikan ikatan emosional itu? dengan legacy baru; Dahlan Iskan adalah Disway. Disway adalah Dahlan Iskan. Dulu nama media mendongkrak tokohnya. Kini Sang tokoh masih terus menopang medianya. Sampai kapan....? #prie
heru santoso
Kalimat pendek “Anda sudah tahu,” dinominasikan jadi slogan Disway oleh Bu Guru Ima Lawuru. Bagi saya kalimat tersebut adalah sebuah paradoks dalam dunia pers. Bukankah media pers lahir justru untuk membuat sesuatu yang semula Anda belum tahu menjadi sudah tahu? Masalahnya, zaman berubah. Arus informasi kini melesat tanpa mengenal lampu merah, rambu-rambu, apalagi polantas. Informasi menyelinap melalui lorong-lorong gelap, lalu tiba-tiba sudah hadir di setiap genggaman gadget di meja makan atau ranjang pengantin yang sangat privat. Maka muncul pertanyaan sederhana: masih relevankah media pers dengan segala kaidah etik, verifikasi, dan aturan jurnalistiknya? Mungkin pertanyaannya mirip dengan nasib taksi konvensional atau ojek pangkalan. Sementara kita kalau mau bepergian cukup dudul layar HP: Gojek atau Grab datang menjemput. Kini informasi pun datang tanpa dijemput. Dan sebelum CHDI terbit jam 4 pagi dg tulisan “Anda belum tahu,” pembacanya sudah berkata: “Pak, itu saya sudah tahu sejak tadi malam.”
Runner
Bikin Pabrik. Kayaknya bukan PKS saja yang bisa dibuat disini. Beberapa puluh tahun lalu. Ada grup perusahaan bikin Pabrik. Pabrik Crumb Rubber. Lebih dari satu. Dikerjakan sendiri seluruh bangunan dan infrastrukturnya, mesin2 penggiling karet dibuat dibengkel mereka. Termasuk dikerjakan sendiri oven besar pengering karet untuk mengubah karet menjadi semacam “cake” sehingga siap diekspor. Kok bisa ? Cerdiknya, diawali dengan mereka tiru dan modifikasi yang sudah ada. Kalau ingin tahu lebih detail suatu mesin, beli satu. Padahal perlu banyak. Sisanya tiru dan modifikasi. 99% yakin, ada lebih dari satu perusahaan dinegeri Sini yang bisa buat aneka pabrik. Bahkan ada pengusaha yang kemampuan SDM yang dimiliki bisa menduplikasi pabriknya secara swakelola.
Johannes Kitono
Durian Chingchai.Tentu itu bukan nama jenis Durian di Thailand.Tapi nama Vice Chairman CP grup yang lengkapnya Dr Chingchai Limatanakul atau Dr Lin. Hobby berat makan durian khususnya jenis Monthong. Durian ( Durio Zebethinus ) di Thailand di sebut Tun-Turian dan diakui berasal dari Kalimantan. Kalau di resto Ucok dan Bolang juragan disway bisa kehabisan durian. Dengan alasan belum musim. Hal ini tidak akan terjadi di Thailand. Sepanjang tahun pasti bisa makan durian. Durian maupun buah buahan selalu berbunga saat kemarau. Itu adalah survival instink proses reproduksi. Sesudah 3 a 4 bulan akan berbuah untuk dinikmati manusia. Di Jakarta biasanya bulan yang diakhiri ber banyak sampah kulit buah buahan. Riset Deptan dan petani Thailand bisa manfaatkan pola musim Durian. Saat musim hujan pohon durian di prunting, batang dan dahannya diikat dengan Kawat. Kapiler pengantar makanan dari akar terjepit dan "merasa " sudah musim kemarau.Otomatis berbunga dan berbuah bukan pada saatnya.Walaupun buah yang dihasilkan tidak selebat pada musimnya. Tapi tetap ada. Ada tiga jenis durian yang terkenal disana,yaitu : Monthong, Chenee dan Kan Nyaw. Pada tahun 2018 ada kontrak bisnis Durian antara Thailand dan Alibaba dengan nilai USD 428 juta = Rp 5,9 trilyun. Atas jasanya Jack Ma bozzz Ali Baba dihadiah Durian Bantal dari Emas oleh Mendag Thailand. Untuk hindari gas sesudah makan durian minumlah 1 a 2 senduk juice lemon.Maka Ph diperut dibawah 4 dan gas stabil, itu tip dr Lin. S S H B
.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 21
Silahkan login untuk berkomentar