Malu Apa

Malu Apa

Dahlan Iskan bertemu Anwar Ibrahim.--

COVID selesai. Debat dimulai. Lusa. Antara Anwar Ibrahim dan perdana menteri yang ia jatuhkan: Najib Razak.

Saya bertemu Anwar Ibrahim kemarin. Di Kuala Lumpur. Hampir satu jam berbincang. Soal banyak hal.

Besoklah saya tulis. 

Pun setelah ''Golkar'' Malaysia kembali berkuasa. Politik di sini –naskah ini saya tulis di IKN Putra Jaya, Malaysia– belum juga stabil. 

Untungnya –bagi yang berkuasa– oposisi juga tidak kunjung kuat lagi. Bahkan di Pemilu lokal barusan, Partai Keadilan Rakyat (PKR) kalah telak di Johor dan Melaka.

PKR yang menjadi inti koalisi Pakatan Harapan cepat lakukan evaluasi. Keputusannya: segera isi jabatan wakil ketua partai. Yang kosong sejak tahun 2020. Yakni sejak Azmin Ali membelot ke Bersatu, lalu membelot lagi ke UMNO. Sekarang Azmin menjabat menteri ekonomi yang penting di pemerintahan UMNO jilid 2.

UMNO tumbang oleh gerakan reformasi. Puncaknya di Pemilu tahun 2018. Padahal UMNO telah berkuasa selama 60 tahun –dan karena itu disebut ''Golkar''-nya Malaysia.

Tapi berbeda dengan Golkar-nya Indonesia, UMNO hanya tersingkir tiga tahun. Dengan cepat UMNO bisa berkuasa kembali –lewat permainan karambol dua kali sentilan.

Itu diawali oleh Muhyiddin Yasin. Mantan tokoh ''Golkar'' itu mengudeta Partai Pribumi Bersatu. Sebagai wakil, Muhyiddin menumbangkan Mahathir. Seperti Muhaimin menumbangkan Gus Dur dari PKB. Kurang lebih begitu.

Setelah menjadi ketua umum, Muhyiddin membawa partai keluar dari Pakatan Harapan. Akibatnya koalisi ini kehilangan posisi mayoritas di parlemen. Mahathir pun mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri.

Muhyiddin lantas menggandeng musuhnya, UMNO. Untuk bisa jadi perdana menteri. Dari segi kepemilikan kursi UMNO lebih layak. Tapi Muhyiddin yang harus jadi. 

Alasannya: UMNO sangat jelek di mata rakyat. Penuh dengan skandal korupsi. Maka UMNO bisa menerima itu. Asal ikut berkuasa di pemerintahan.

Saat itulah Ketua UMNO Ahmad Zahid Hamidi mendatangi Perdana Menteri Muhyiddin. Sebagai sesama partai koalisi.

"Ia minta agar saya mengintervensi lembaga hukum," ujar Muhyiddin pekan lalu. Zahid, yang fasih berbahasa Jawa itu, memang punya banyak kasus. Tidak kurang dari 43 perkara. Di masa UMNO berkuasa 60 tahun.

UMNO menolak tuduhan Muhyiddin itu. "Ia itu ibarat pepatah terjepit hendak di atas, terkurung hendak di luar", ujar juru bicara UMNO tentang sikap Muhydidin. "Ketika UMNO pinjamkan mayoritas ia tidak hendak bunyi. Ia tidak ikhlas berkawan," tambahnya. 

Muhyiddin memang hanya sekitar satu tahun menjadi perdana menteri. UMNO, setelah melakukan konsolidasi,  bisa menyingkirkan Muhyiddin. Maka UMNO kembali penuh berkuasa. Pinter sekali: Muhyiddin tidak bisa keluar dari koalisi dengan UMNO. Ada perjanjiannya.

Di saat Muhyiddin kecewa itulah ia bongkar rahasia Ahmad Zahid: agar Muhyiddin campuri pengadilan. 

Maka Anwar Ibrahim pun, kini 74 tahun, sebagai tokoh sentral reformasi, tidak sempat jadi perdana menteri. Padahal ia sudah punya gelar prime minister in waiting. Tinggal tunggu kapan Mahathir menyerahkan jabatan itu kepadanya.

Dulu pun begitu. Ketika Anwar masih muda. Ia sudah menjadi wakil perdana menterinya Mahathir. Pun Mahathir sudah mendeklarasikan: Anwarlah calon penggantinya kelak. Baik sebagai ketua umum UMNO maupun sebagai perdana menteri. 

Itu tidak pernah terjadi. Anwar ditangkap. Ia dituduh melakukan semburit.

Permusuhan hebat pun terjadi antar keduanya. Berpuluh tahun. Anwar masuk penjara. Sampai kelak, keduanya sama-sama memusuhi partai mereka sendiri: UMNO.

Gabungan dua tokoh ini pun berhasil menggulingkan Najib Razak nan UMNO. Tapi Anwar belum bisa jadi PM: kasusnya belum selesai. Maka Mahathir-lah yang jadi perdana menteri lagi. Agar bisa mengusulkan pengampunan Anwar ke Raja Malaysia. Sambil menunggu Anwar bisa menjadi anggota DPR. Syarat menjadi perdana menteri haruslah menjadi anggota DPR.

Semua terlaksana.

Pengampunan didapat.

Dapil juga didapat –seorang anggota DPR di Port Dickson rela mundur demi Anwar bisa ikut pemilu sela.

Anwar terpilih.

Mahathir belum segera menyerahkan jabatan. Anwar juga tidak terlalu mendesak.

Sampai akhirnya Mahathir mundur –tanpa sempat memberi Anwar kesempatan jadi PM.

Ada dua macam debat minggu ini. Yang kedua adalah debat antar calon wakil ketua Partai Keadilan Rakyat. Yang kosong sejak Azmi membelot dulu.

Calon itu ada dua: Rafizi Ramli dan Saifuddin Nasution Ismail. Nama terakhir itu Anda sudah tahu: keturunan Batak Mandailing.

Azmi, 45 tahun, mantan sekjen. Nasution adalah Sekjen yang menggantikan Azmi. "Siapa pun yang terpilih tidak masalah," ujar Anwar.

Apakah penurunan suara belakangan ini akibat jabatan itu kosong?

“Tidak. Di zaman Pak Mahathir, citra Pakatan Harapan sempat turun," kata Anwar.

Mengapa begitu lama tidak diisi?

“Kalau waktu itu harus diisi, yang akan terpilih putri saya," katanya. "Itu saya tidak mau," tambahnya.

Sekarang ini istri Anwar sudah menjabat ketua umum. Ia tidak mau putrinya jadi wakil ketua umum.

Kebangkitan UMNO dimulai lewat sebuah kampanye slogan. Yakni saat Najib Razak diadili dalam perkara korupsi terbesar di dunia. Pendukungnya menyambut Najib di luar pengadilan. Mereka meneriakkan "Boosku malu apa". Maksudnya: ngapain malu.

Sejak itu moral UMNO naik. Kampanye slogan Bossku malu apa digencarkan. 

Dulu Golkar belajar kekuasaan ke Mexico. Kini harus belajar ke UMNO.(Dahlan Iskan) 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul IKN Mendongak

Jo Neka
IKN mendongak seng apa apa..sing penting jangan mendongok..selamat pagi om Leong mbah Mars om Budi Aat Lks Ks dll salam sehat o ya pak Pry dan pak Mirza ayo komen yg perlu menambah wawasan warga Disway 

A Ling
Jika nanti ada soal di UMPTN, - Siapakah wartawan yang paling sering menulis IKN, yang liputannya tanpa uang jalan dari negara, yang jujur pernah titip air ajaib di sana, yang ngaku pernah melihat puting diratakan? Jawabnya : Dahlan "Anda sudah tahu" Iskan.

thamrindahlan
Pulau Borneo hutan rimba / Pulau Sumatra negeri patin / Mulut keseleo salah bicara / Mohon Maaf lahir batin /

Cucu Nuryani
Setuju pak... Bayangan saya. Anggap saja kantornya ada di seluruh Indonesia, misalnya di Jambi/Sumbar/Bengkulu (ada rumah bung Karno) untuk pulau Sumatera, Panajem Paser Utara (Kalimantan) tanggung sudah direncanakan tapi hanya istana presiden saja, Sulawesi (Kendari), Ambon (Maluku), Sorong/Jayapura /Boven Digul rumah bung Karno (Papua), Tampak Siring Bali (NTB) sudah ada, Ende (NTT) ada rumah bung Karno juga. Presiden bisa mengantor bergiliran tiap bulannya. Kalau ada duta besar/tamu negara baru ngantor ke Jakarta. Begitu mungkin hehe ...

Abu Abu
Kayu besi si kayu ulin / Dibuat tiang tegak berdiri/ Terpisah jarak salaman online / Hapus dendam kesal di hati Salam-salaman

No Name
15 tahun lalu, Banjarmasin-Tanjung 4 jam pakai Kijang Kapsul. Semarang, Banjarmasin-Tanjung 6 sampai 7 jam pakai Bugatti seri Chiron

achmatrijanifahmi
Nah ini pinanya saikung contoh urang Tanjung nang labih katuju ka Balikpapan daripada ka Banjarmasin. Jalanan labih ligar wan lampang ka prupinsi jiran daripada ka ibukota prupinsi sorang wkwkwkw....apalagi mun sudah jembatan, apalagi mun sudah ada IKN. Awam ka Banjar pulang.

Yasin Ramadhani
sebagai orang tanjung dan rancak ke balikpapan, ulun sependapat lawan kai bahwa perlu pembangunan tol atau jembatan langsung di sekitar pelabuhan penajam ke balikpapan kotanya langsung. Nyata rame bangat kaina lalu lintas mun sudah ada itu, cuma mun malihat keadaan damini lawas png lagi diolahkan itu, itu gin mun handak meolah.

Tom Hardy
Sampai kapan serial IKN ini akan berakhir bah??? Jgn kelamaan bisa kudet dunia luar. Wong Elon Musk saja sdh berfikir tentang Tesla, Hyperloop, Space X. Kita kok msh berkutat bahas IKN yg berseri-seri ini. Apalagi pakai dikencingi. Huftttt....

bagus aryo sutikno
Aslinya semua yg ke IKN jan2ne yo bang air kecil, tapi tak sedahsyat boss Disway. Ndadak ti kumandangkan ke seantero jagat. Biasa wae, gubernur2 itu kiro2 yo sama ning ora ti woro2ne di media. Mereka masih punya malu punya sungkan. Lha sang mantan ki wes luput suwuk bro. Ben sak kersane. 

Tom Hardy
Kenapa judul kali ini mendongak??? Rilisnya setelah judul pasakbumi lagiiiii. Ah...sudahlah mentang2 duit transport lbh dari 1 juta tulisan dibuat berseri-seri...semakin besar ongkos, semakin banyak serinya..huhuhuhu....

agus aryo sutikno
Kalau saya menkoinfo, akan saya breidel tulisan IKN oleh Dahlan Iskan. Alasan menkoinfo, kakehan usulan kurang sumbangan. Dalam pembelaannya, Dahlan Ishan bilang komentar di Disway bisa mengeraskan jalan di IKN melebihi kerasnya aspal pabrik. So, jangan lelah berkomentar. Komentar anda membebaskan boss Dahlan dari pembreidelan.

Purnomo Inzaghi
Dari seri pertama cerita IKN sampai seri kelima ini saya tangkap point utama adalah : 1. IKN tidak di bangun di tengah hutan nun di pelosok, berarti dulu yg bilang tempat jin buang anak terbantahkan. 2. IKN dibangun di tengah hutan tanaman industri bukan hutan alami, berarti yg bilang IKN merusak alam hutan Kalimantan tidak sepenuhnya benar. Ada point ketiga dan seterusnya..tapi saya tahan dulu menunggu seri IKN selanjutnya...hehehe

Mirza Mirwan
Entah yang jembatan tol melengkung di atas Teluk Balikpapan -- seperti dimaksudkan oleh Pak DI -- atau bukan, yang jelas dalam KPBU 2022 ada proyek jalan tol Balikpapan-Penajam Paser Utara sepanjang 7,35km dengan nilai investasi Rp15,53triliun. Selain itu juga ada jalan tol akses IKN, tetapi masih dalam tahap studi. Kalau melihat besaran nilai investasi yang Rp2triliun/km untuk tol Balikpapan-PPU, sepertinya jembatan tol melengkung yang disebut Pak DI tadi pilihannya.

Rizky Dwinanto
Serial tulisan yang sangat tidak menarik untuk dibaca buat saya pribadi. Tidak membuat saya ingin tahu. Karena nyaris mustahil saya akan berkunjung kesana, saya bukan PNS. Bukan tempat yang menarik dikunjungi untuk berwisata. Saya setuju dengan pemindahan ibukota, tetapi dengan kondisi ekonomi seperti sekarang ini sebaiknya Pak Jokowi, Prabowo, Ngabalin dan Luhut saja yang pindah kesana. Yang lain tetap di Jakarta sementara.

omami clan
Membangun waduk sepatu sekaligus mengambil air dari sungai mahakam, melebarkan jalan Samarinda Banjarmasin, membangun tol 35km, membangun tol di atas pantai Balikpapan semuanya Upil Kenapa judulnya bukan IKN upil aja Bah

Agus Suryono
SUK NEK ONO REJANING JAMAN.. Saya usulkan nama-nama Kecamatan di IKN adalah nama-nama pulau besar di Indonesia. Tentu saja disesuaikan dengan perkembangan. Jadi nama-nama Kecamatan ity adalah. 1. Kecamatan Sumatra 2. Kecamatan Jawa 3. Kecamatan Kalimantan 4. Kecamatan Madura 5. Kecamatan Bali 6. Kecamatan Lombok 7. Kecamatan Sumbawa 8. Kecamatan Sulawesi 9. Kecamatan Seram 10. Kecamatan Papua (Dstnya) (Dll.)

Agustinus Marampa
IBUKOTA MEMINDAHKAN DOMPETKU DARI SAKU BELAKANG KE SAKU DEPAN

No Name
Efek Ibukota itu ternyata penting sekali, ketika saya pindah dari bali ke Jakarta oleh karena pekerjaan, Dompet saya langsung pindah dari kantong belakang ke kantong depan celana, Sampai sekarang sudah tidak mau pindah ke belakang meskipun sudah tidak tinggal di ibukota. Makanya tulisannya harus berseri seri karena bisa memindahkan Dompet apalagi yang lainnya.

No Name
Terkait dengan waduk dan pipa 50km ini saya jadi ingat bbrp tahun lalu. Mengantar rombongan dr Indonesia ke salah satu universitas di Belanda. Salah satu nara sumber Belanda mempresentasikan waduk dan pipa itu. Termasuk peruntukannya. Juga kemungkinan untuk tambahan membangun generator listrik besar ditengah jalur pipa itu. Jadi bisa dapat air dan listrik sekaligus. Namun sayang sekali rencana yg sudah matang secara hitungan teknis tsb terganjal ijin. Bertahun2 tidak ada kejelelasan. Mungkin karena para ahli Belanda tersebut bekerjasama dengan pengusaha Indonesia yg waktu itu kebetulan pandangan politiknya berseberangan dengan penguasa. Begitulah, bila politik dijadikan panglima. Kepentingan masyarakat banyak menjadi korbannya.

agus budiyanto
Menurut cerita teman yang bekerja di Binamarga Kementrian PUPR, Presiden Jokowi minta dibuatkan jalan tol dari Bandara sampe IKN, sehingga jarak tempuh hanya 30 menit. Walaupun dalam pembuatan jalan tol tersebut harus menerobos hutan lindung. Saya sendiri ga tau, hutan lindung yang sebelah mana.

Agus Suryono
SEBAGAI AUDITOR.. Tahun 80an.. Sebagai auditor, saya memeriksa keuangan Kantor Wilayah instansi saya di Banjarbaru Kalimantan Selatan. Konom penempatan lokasi Kanwil di Bamjarbaru ini adalah atas perintah Bung Karno.. Masih sebagai auditor, saya harus melakukan audit lagi. Di Kalimantan. Ternyata lokasi Kanwil sudah geser di Balikpapan.. Mungkin 20 tahun lagi. Atau 5 kali masa jabatan Presiden. Kalau masih jadi auditor. Saya harus melakukan audit di DKI Nuswantoro.. Pertanyaan: Empat kali masa jabatan Presiden..? Jawaban: Iya, itu dugaan saya.. Catatah: Saya belum baca rencananya sih..

edi susanto
Menurut saya, sepertinya kebanyakan rencana pembangunan di negeri kita ini hanya dihitung dari sisi teknisnya saja. Aspek sosial rasanya sering kurang diperhitungkan. Dulu sy pernah ikut diskusi online membahas penanggulangan banjir di Ibukota. Semua paparan teknis dr para ahli tata kelola air di Belanda, dijawab wagub DKI waktu itu. Bahwa semua rumus teknis penanggulangan banjir di DKI dr para ahli Belanda tsb tidak bisa langsung di aplikasikan di DKI. Krn sebelum melangkah pada hal teknis yg sesuai dengan iptek tsb, lebih dahulu harus menyelesaikan persoalan sosial yg sangat rumit. Contoh: secara teori untuk mengurangi luapan air. Maka kedalaman dan lebar sungai harus dikembalikan ke ukuran ideal sesuai peruntukannya. Namun hal itu sangat-sangat-sangat sulit dilakukan di DKI karena disepanjang aliran sungai sudah padat penduduknya. Uniknya banyak bangunan permanen yg berdiri diatas tanah (milik) sungai. Bahkan ada gundukan sampah ditengah sungai yg punya sertifikat tanah!!! Nha pembebasan lahan yg sebenernya dimasa lalu adalah hak dan kepunyaan sungai inilah yg sangat sangat sangat sulit. Terkait dengan IKN. Membaca dr tulisan Abah bahwa sudah ada kampung padat serta posisi titik nol dekat situ. Sepertinya kok bakal ribet ya. Bukankah titik nol artinya bakalan jadi tengah2 IKN? Berarti kampung padat itu musti disesuaikan dulu. Sebelum desain dan rencana teknis diaplikasikan. CMIIW

No Name
"Orang tua ternyata banyak salahnya." Ini benar. "None none" kemarin komen bahwa seorang Dahlan Iskan yg KATANYA terpelajar tulisannya kotor, jorok, dan porno, tdk jauh dari bau2 area payudara & selangkangan. Hm. Saya tercenung. Orang tua usia kepala 7 ini memang GAK ATURAN, mosok orang baru meninggal pun dijadikan guyonan mesum. Yang 80 juta itu. Norak! Kampungan! Kegeden nafsu syahwat! Ini lagi: "Meski banyak tabungannya." Nyombong. Pamer! Nggak sensitif. Menurut data Kemensos yg diverifikasi 2019, "40 Persen Lansia Indonesia Berstatus Rentan dan Miskin" (republika.co.id, 15 Juli 2020). Covid-19 bisa jadi menambah persentase itu. Dulu saya mengagumi tulisan Dahlan Iskan, urutan ke-3, setelah Goenawan Muhamad & Mahbub Junaedi. Kedua nama terakhir itu nggak pernah nulis yg norak2 kayak Dahlan Iskan. Berwawasan luas. Beretika. Elegan. Tahu diri. Beda dg Dahlan Iskan. Disindir pun dianggap serius. "Pujian basa-basi" dipilih jd komen pilihan. Benar2 norak! Jurnalis idola saya tinggal dua: Goenawan Muhamad & Mahbub Junaedi. Sekian dulu. Maaf jika ada yang kurang berkenan. Sehat selalu. Salam. Rahayu.

Ndp Endepeh
He he he Soal jembatan, saya sangat setuju. Soal bandara, kenapa tidak bangun bandara dekat IKN? Sekalian bangun hotel bintang bulan dekat bandara utk para tamu dari negara sahabat. ????????????????

Jokosp Sp
Yang dijelasin Abah sudah bener. Om KS banyak minum air putih dulu biar syeuger dulu. Yang dimaksud Tool pinggir laut itu yang dari Bandara Balikpapan melewati pelabuhan atau dermaga Pertamina. Terus masuk sampai IKN. Dari Dermaganya Pertamina kalau mau dibangun memang harus melewati Dermaga Penyeberangan Fery Kariangau - Penajam. Itu yang diulas Abah harus tinggi sampai 65 meter, karena yang lewat di situ selain Fery penyeberangan juga ada Kapal - kapal Tangker pengangkut minyak, dan Tongkang Minyak dari Pertamina. Jika dibangun Tool pinggir laut tersebut akan mempercepat dari Bandara Sepinggan ke IKN yang hanya 30 menit. Tidak seperti saat ini yang lewat jalan dalam kota atau lewat Tool Samarinda - Balikpapan ke IKN yang bisa 1 - 2 jam, karena jalan sempit dan melewati penduduk/ perkampungan trans. Jika tool baru tersebut dibangun ( saya dulu pernah menulis di DIs tentang Jembatan antara Kariangau - Panajam, itu sangat membantu sekali ekonomi dan kelancaran transportasi dua wilayah yang saat ini dilayani oleh Kapal fery. Bisa kalau lagi lancar 1,5 jam dengan antrinya. Namun bisa berjam - jam karena ada fery yang baru maintenance, ini sering terjadi. Jadi kalau yang bawa mobil ya lebih enak naik speedboat duluan cukup 15 menit, supir ditinggal dulu antre. Terpaksa harus ada uang makan dan uang rokok tambahan ( jadinya hight cost ).

Hardiyanto Prasetiyo
Tulisan serial IKN yg berseri2 itu sebenarnya jika dirangkum berdasarkan judul cukup simpel dan tdk usah panjang lebar : Bentuk IKN konon SEGITIGA dimirip2in sama IKN baru China, depannya ada PORTAL yg dijaga satpam, kanan kiri jalan ditanami PASAKBUMI, diresmikan oleh presiden dgn memakai SARUNG yg kadangkala isinya MENDONGOK. Upsss..kepalanya yg MENDONGOK..Uppps mksdnya kepala orang yg MENDONGOK untuk melihat objek diatas bukit. Selesai.

Dulu saat seri pertama, Abah Dis bilang akan cerita soal IKN hingga 5 seri. Hari ini tepat seri ke-5, klo besok masih ada seri IKN yg lain, berarti fix orang tua banyak salah !

Jokosp Sp
Orang tua banyak salah memang ada betulnya, salah satunya faktor U. Tadi saya mau nulis juga dengan tulisan kebutuhan air IKN 1.500 ltr dan 1.000 liter buat Balikpapan. Dikit amat, itu sak encrit, sama dengan air kencing Abah jika keluar terus tanpa henti dikumpulin sehari. Namun sudah direvisi sama Om Liang, maksudnya liter/ detik. Kalau banyak tabungan.....hmmmmmm saya boleh ngiri.

Sumber:

Komentar: 160

  • Hardiyanto Prasetiyo
    Hardiyanto Prasetiyo
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
  • Hardiyanto Prasetiyo
    Hardiyanto Prasetiyo
  • Leong putu
    Leong putu
  • Hardiyanto Prasetiyo
    Hardiyanto Prasetiyo
  • Cucu Nuryani
    Cucu Nuryani
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Liam Then
    Liam Then
    • yafni alris -husin
      yafni alris -husin
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Leong putu
    Leong putu
    • Agus Suryono
      Agus Suryono
    • achmatrijanifahmi
      achmatrijanifahmi
  • Ketut Bagiarta
    Ketut Bagiarta
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Dahlan Tondinta
    Dahlan Tondinta
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Liam Then
      Liam Then
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • Sapwan Ahmed
    Sapwan Ahmed
  • Sapwan Ahmed
    Sapwan Ahmed
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • omami clan
      omami clan
    • omami clan
      omami clan
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Dacoll Bns
    Dacoll Bns
  • ramdhan fahrony
    ramdhan fahrony
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
    • sinung nugroho
      sinung nugroho
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
  • agus budiyanto
    agus budiyanto
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
  • Purnomo Inzaghi
    Purnomo Inzaghi
  • Sri Wasono Widodo
    Sri Wasono Widodo
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • ahmad Tajudin umar
    ahmad Tajudin umar
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
  • Wawan Wibowo
    Wawan Wibowo
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
  • Wawan Wibowo
    Wawan Wibowo
    • Anwarul Fajri
      Anwarul Fajri
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • thamrindahlan
      thamrindahlan
  • A Muchtar Zein
    A Muchtar Zein
    • oyong mantep
      oyong mantep
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Siti Suparlin
      Siti Suparlin
  • Hardiyanto Prasetiyo
    Hardiyanto Prasetiyo
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Anto Jr
      Anto Jr
  • Pakdhe joyo Kertomas
    Pakdhe joyo Kertomas
  • Dedi Juliadi
    Dedi Juliadi
  • Rien Fitri Hardiani
    Rien Fitri Hardiani
    • alasroban
      alasroban
  • Ujang Wawa
    Ujang Wawa
  • DeniK
    DeniK
  • Parikesit Riau
    Parikesit Riau
  • rid kc
    rid kc
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Leong putu
      Leong putu
  • Parikesit Riau
    Parikesit Riau
  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • oyong mantep
    oyong mantep
    • oyong mantep
      oyong mantep
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • omami clan
    omami clan
    • omami clan
      omami clan
    • yafni alris -husin
      yafni alris -husin
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman