Nikuba 'Menjamur' di Beberapa Daerah Indonesia Hingga Menuai Kontroversi di Tengah Kalangan 'Insinyur Online'

Nikuba 'Menjamur' di Beberapa Daerah Indonesia Hingga Menuai Kontroversi di Tengah Kalangan 'Insinyur Online'

CEO Iwan Piliang Yakin Nikuba Hidrogen Diterima Seluruh Dunia-Ian Piliang-WhatsApp

JAKARTA, DISWAY.ID - Nikuba alat pengubah air menjadi hidrogen sehingga dapat digunakan untuk kendaraan bermotor, kini menjamur di Cirebon, Jakarta, Bandung hingga Bali.

Hal ini berhubungan langsung dengan rencana awal Aryanto Misel, yang aka melakukan proses produksi 10.000 unit Nikuba siap diedarkan.

"Kakak kami baru akan mulai produksi massal. Kalau produksi per 10 ribu buah, harga jual kami nantinya satu Rp 6 juta," cuit akun Twitter @NikubaHidrogen.

BACA JUGA:Selamat! Korea Selatan Juara Uber Cup 2022

"Mobil akan dirilis kalau 10 ribu tahap l, untuk motor sdh masuk pasaran Kakak," jelas akun tersebut.

Sebelumnya alat ini sudah terpasang 31 kendaraan milik Pangdam 3 Siliwangi Cirebon.

Beberapa video bukti jelas kalau alat Nikuba ini terbukti ampuh digunakan oleh kendaraan milik pasukan TNI itu, baik roda empat maupun roda dua.

Cara kerjanya sendiri Nikuba mentransfer air biasa, lalu diubah menjadi molekul cairan berupa hidrogen.

BACA JUGA:Francesco Bagnaia Rebut Pole Position Lagi di Le Mans, Marc Marquez Jauh Banget!

Hidrogen sendiri salah satu bahan yang dapat digunakan oleh kendaraan. 

Bahkan, bukan hanya kendaraan biasa, hidrogen juga digunakan untuk bahan bakar pesawat luar angkasa.

Sang penemu alat ini juga sudah diklaim bahwa Nikuba bisa menjadi pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) secara 100 persen.

Tak berhenti sampai di situ, selain jadi alat andalan para pasukan TNI di Pangdam Siliwangi, alat ini sudah menjamur di beberapa daerah.

BACA JUGA:Alasan Tiongkok Mundur Sebagai Tuan Rumah Piala Asia 2023

Sumber: