Merasa Doamu Nggak Dikabulkan, Mungkin Sebab-sebab Ini Ada Pada Dirimu

Merasa Doamu Nggak Dikabulkan, Mungkin Sebab-sebab Ini Ada Pada Dirimu

Doa setelah salat sunnah dhuha ini sangat dianjurkan dan diamalkan karena memiliki ganjaran besar berupa rezeki yang tak disangka-sangka-Rachid Oucharia-Unsplash

JAKARTA, DISWAY.ID - Berdoa merupakan senjata bagi setiap muslim. Contoh di kala ia kesempitan dan butuh pertolongan, maka solusi terbaik adalah berdoa keada Allah Ta'ala.

Namun sudah menjadi tabiat manusia, yang kerap terjerumus kepada kekufuran. Maksudnya, dia sudah banyak berdoa tapi merasa doanya tak pernah dikabulkan.

Sehingga ia pun merasa bosan dan jemu. Bagi dia hanya ada kekosongan dan sia-sia saja.

BACA JUGA:Thailand vs Timnas Indonesia Hari ini, Garuda Muda Pincang Tanpa Asnawi, Elkan Baggot Main?

Selain itu, ada juga yang merasa kalau dirinya sudah mampu, cukup dan tak memerlukan apa-apa lagi. Semua anggapan itu sangat salah.

Perlu dipahami, Allah SWT menyukai orang yang banyak berdoa, meminta, berkeluh kesah, hingga curhat dalam hal yang sifatnya sangat remeh sekalipun. Entah orang itu kaya maupun miskin. Allah Maha Tahu dan Mendengar.

Seorang muslim yang baik akhlaknya akan mendahulukan doa di setiap aktivitasnya. Bahkan kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT, seperti disinggung tadi.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan doa kita seolah tak dikabulkan. Anggapan ini perlu dibuang jauh-jauh. Tetapi berkaca dirilah kepada diri sendiri.

BACA JUGA:Cabut dari MotoGP, Suzuki Hemat Anggaran Rp 2,3 Triliun

Dan perlu diketahui, memperbanyak doa sama persis seperti kita sedang menabung dan berinvestasi kepada Allah SWT, loh.

Seperti dikutip dar Muslim.or.id dalam judul artikelnya; "Mengapa Doaku Tidak Kunjung Dikabulkan?", ada sebab-sebab yang membuat doa kita seperti ada penghalangnya. Apa itu?

Sebagai seorang muslim yang memiliki banyak hajat dan kebutuhan, wajib baginya untuk selalu meminta kebutuhannya tersebut kepada Allah Ta’ala. Berdoa setiap waktu, kapan pun dan di mana pun ada kesempatan.

Berbeda dengan seorang hamba. Ia akan kesal dan marah apabila ada yang terus-menerus meminta kepadanya. Allah Ta’ala justru sangat senang jika hamba-Nya selalu berdoa kepada-Nya dan selalu meminta kepada-Nya. Bahkan, Allah Ta’ala marah jika ada hamba-Nya yang jarang berdoa dan meminta kepada-Nya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Sumber: