BI: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.049 Triliun di Kuartal I 2022

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp6.049 Triliun di Kuartal I 2022

Utang Luar Negeri RI Melonjak 7,85 persen per April 2022-ilustrasi-Sumeks.co

JAKARTA, DISWAY.ID - Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia sebesar US$411,5 miliar atau Rp6.049 triliun (asumsi kurs Rp14.700 per dolar AS) pada kuartal I 2022.

Kepala Departemen Komunikasi atau Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono mengatakan, posisi ULN tersebut turun dibandingkan dengan kuartal IV 2021 yang mencapai US$415,7 miliar atau Rp6.110 triliun.

"Perkembangan tersebut disebabkan penurunan posisi ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) dan sektor swasta," kata Erwin dalam keterangannya, Kamis 19 Mei 2022.

BACA JUGA:Jokowi Restui Kenaikan Tarif listrik untuk Pelanggan 3000 VA ke Atas

Erwin merinci, posisi ULN pemerintah sebesar US$196,2 miliar pada kuartal I 2022. 

Menurutnfya, angka itu turun dari kuartal sebelumnya yang mencapai US$200,2 miliar.

"Penurunan terjadi seiring beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo, baik SBN domestik maupun SBN valas," terangnya.

Selain itu, penurunan ULN pemerintah juga dipengaruhi pelunasan neto atas pinjaman yang jatuh tempo selama Januari hingga Maret 2022. 

"Sebagian besar dana tersebut adalah pinjaman bilateral," ujarnya.

Sementara itu, total ULN swasta tercatat US$206,4 miliar pada kuartal I 2022. 

Jumlah itu turun dari kuartal sebelumnya yang mencapai US$206,5 miliar.

"Perkembangan tersebut disebabkan oleh pembayaran pinjaman luar negeri dan surat utang yang jatuh tempo selama kuartal I 2022," terangnya.

BACA JUGA:Harga Pertalite Tak Berubah, Erick Thohir: Pemerintah Pastikan Tetap Rp 7.650 Per Liter

Erwin merinci besarn utang masing-masing yakni, ULN lembaga keuangan swasta turun 5,1 persen dan perusahaan non keuangan swasta turun 1 persen.

Sumber: