Gangguan Kesenangan

Gangguan Kesenangan

Irjen Ferdy Sambo--

TERGANGGU lagi. Kegembiraan kita masih harus tertunda tahun ini --gara-gara Irjenpol Ferdy Sambo dengan peristiwa Duren Tiganya.

Dua tahun terakhir perayaan kemerdekaan tenggelam oleh pandemi Covid. Kali ini tenggelam oleh gemuruh cinta segi tiga, segi empat, atau bahkan tidak bersegi sama sekali.

Merdeka!

Peristiwa besar sering bisa melahirkan perubahan besar. Kalau mau. Kalau bisa.

TNI sudah membuktikan di awal reformasi: berubah. Besar sekali. Sakit sekali. Tapi bisa. Sukses. Kembali ke barak. Tanpa gejolak politik yang besar.

Adakah peristiwa besar yang sampai menenggelamkan perayaan kemerdekaan ini melahirkan perubahan besar?

Merdeka!

Polisi sudah dipisah dari TNI. Agar tidak lagi jadi adik bungsu setelah TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Kegagalan Polri mereformasi diri bisa menimbulkan dampak yang dalam. Misalnya soal penempatan personel Polri yang bisa ke mana saja –termasuk ke jabatan politik itu.

Polri yang kini berada langsung di bawah presiden ternyata masih banyak sisi negatifnya. Polisi yang netral masih sulit diharap. Bahkan bisa menular. Kini mulai disuarakan perlunya TNI bisa mendapatkan penugasan sefleksibel Polri.

Yang menyuarakan itu bukan orang Duren Satu atau Dua. Yang bicara ini Jenderal Luhut B. Pandjaitan, menko yang terbanyak mendapat penugasan di luar bidangnya.

"Saya sudah lama mengusulkan perubahan Undang-Undang TNI," ujar Luhut di Sentul, 5 Agustus lalu. Yakni UU Nomor 34 Tahun 2004. "Yakni sejak saya menjabat Menko Polhukam," tambahnya.

Luhut ingin anggota TNI bisa ditugaskan di kementerian. Atau lembaga negara lain. Tentu atas permintaan dari institusi tersebut. Juga harus mendapat persetujuan Presiden.

Luhut melihat sekarang ini begitu banyak bintang di lingkungan TNI. Kalau mereka bisa ditugaskan di kementerian atau lembaga, TNI akan sangat efisien. "Yang perlu dijaga, jangan sampai sesama bintang berkelahi untuk mendapat penugasan itu," katanya.

Luhut memberi contoh di Kemenko yang ia pimpin. "Saya tidak bisa mendapat bantuan tenaga dari TNI. Yang bisa dari Polri," katanya. Polri bisa ditempatkan di mana-mana. Bahkan termasuk di perhubungan –yang di zaman dulu identik dengan ''jatah'' TNI-AL atau TNI-AU.

Kalau penempatan seperti itu dimungkinkan maka tidak semua perwira tinggi berebut menjadi KSAD. "Di luar negeri perwira militer bisa ke mana saja," katanya.

Tidak ada nada cemburu di pernyataan Luhut. Atau ada. Tergantung yang siapa yang merasakan.

Merdeka!

Di kalangan TNI, dulu, ada kelompok yang disebut ''kelompok intelektual-profesional''. Begitu banyak jenderal yang membahas secara kritis dwifungsi ABRI.

Waktu itu muncul pemikiran-pemikiran kebangsaan dan kenegaraan dari para jendral tersebut. Yakni pemikiran yang melampaui kepentingan sempit TNI sendiri.

Terjadi juga dialog intelektual yang intensif antara para pemikir di TNI dengan para intelektual dari universitas.

Kelompok ini terus menyuarakan sisi-sisi negatif dwifungsi ABRI. Terutama dalam pembangunan bangsa yang kuat. Perjuangan kelompok ini bisa dikatakan berhasil. Tentara berhasil mengubah dirinya. Dengan berbagai pengorbanan kenikmatan fasilitas yang menggiurkan.

Merdeka!

Peristiwa Duren Tiga, yang dilanjutkan ke Kelapa Dua, telah menimbulkan begitu banyak sorotan. Begitu kompak opini di masyarakat. Inilah untuk kali pertama cebong dan kampret bisa bersatu. Satu suara: mengecam Ferdy Sambo, perbuatannya, lembaga yang ia pimpin, dan terutama Satgassus itu.

Itulah satu-satunya sisi positif Ferdy Sambo: mempersatukan kampret dan cebong.

Merdeka!

Tentu banyak juga intelektual profesional di tubuh Polri. Yakni mereka yang menginginkan Polri yang ideal. Hanya saja mereka belum terlihat oleh publik.

Dulu publik bisa dengan mudah menyebut 15 jenderal TNI-AD yang tergolong intelektual-profesional. Padahal itu di zaman pemerintahan otoriter. Intelektualitas bisa berkembang begitu hebat di tengah militer itu sendiri.

Mungkin banyak juga perwira Polri yang kritis, rajin melakukan otokritik, dan menginginkan perubahan. Saya tidak tahu apakah mereka punya kelompok yang kuat seperti di TNI-AD di zaman Orba.

Kalau tidak maka momentum sebesar Ferdy Sambo pun akan lewat begitu saja.

Merdeka!

Sampai akhir Agustus ini kelihatannya kita belum bisa merdeka dari heboh Duren Tiga.

Merdeka! (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul LBH Alvin 

Namu Fayad

Patut diapresiasi ide Alvin ini. Kekuasaan dan Uang bisa dilawan dengan: Viralkan! Itu Artinya setiap orang masih punya upaya pertahanan diri menjaga citra atau topengnya walau dalam keadaan salah. Dia akan bela diri karena masih merasa punya muka. Kalau yang dia punya hanya kuasa dan uang, tidak bisa mengandalkan muka karena sudah terlanjur viral, maka ia harus modifikasi muka, pakai 'muka tebal', 'muka tembok' atau 'buang muka'.

 

baba kumasafii

Memang memviralkan sesuatu adalah senjata terakhir rakyat kecil. Senjata mematikan bagi pejabat. Pun ditakuti aparat. Tapi disukai pengacara. Rejeki memang datang dari arah yang tak disangka2.

 

Jimmy Marta

'Kalau melihat polisi melakukan tindak pidana lapor nya ke polisi juga, mana bisa'. Saya tertarik dg kalimat alvin lim ini. Tepatnya, timbul pertanyaan, ' lha..kemana lagi...?'. Selama ini yg serba polisi itu spt 'tidak jadi persoalan' . Apakah alvin punya usul perlu lembaga lain?. Ia kan lama di amerika. Mungkin ia melihat pd kasus polisi vs polisi harus diselesaikan lembaga lain..! Di kita sebenarnya ada lembaga yg berfungsi sbg pengawas kerja kepolisian. Tapi siapa disitu, kerjanya spt apa anda tentu sudah tahu....! Jadi anda jangan sampai salah menyebutnya. Itu kompolnas. Bukan komisi suruhan polisi...

 

yea aina

Disaat dokter gigi akur dengan pengacara, giginya terawat, sehingga berani "unjuk gigi" demi keadilan. Coba saja kalau dokter gigi lagi ngambek, lalu semua gigi pengacara dicabut, jadilah pengacara ompong tanpa gigi. Tentu tak bisa "unjuk gigi" lagi di pengadilan. Pesannya: jangan bikin dokter gigi ngambek ya..... kwkkw

 

Denny Herbert

Alvin ini punya channel youtubenya: LQ Law Firm, 3 hari lalu judulnya: FS TERSANGKA, POLRI SARANG MAFIA? Ketajaman kritik terhadap polri membuat dia mau 'diAHOKan' juga oleh oknum2. Banyak kritiknya dia untuk membantu polisi membangun citranya tapi dianggap 'duri' oleh oknum. Contoh kasus Indo Surya yg tidak bisa dituntaskan oleh polisi sehingga diP21kan oleh kejaksaan, sehingga tersangkanya lepas, ini contoh hukum kita dikuasai oleh yg berduit-begitu kira2 menurut pandangan beliau.. dan masih banyak lagi kasus2 lainnya.. tidak hanya polri tapi kejaksaan dll juga dikritik dan diviralkan. Semoga masyarakat mendukung alvin ini terlepas latar belakangnya tapi demi menuju penegakan hukum yg adil.

 

Agus Suryono

DUA-DUANYA SEBENARNYA BISNIS.. Satunya, kantor pengacara. Memberika jasa dibidang konsultasi dan pembelaan hukum. BERBAYAR. Bisa mahal, bisa murah. Tergantung nego. Satunya lagi, kantor LBH. Juga memberikan jasa di bidang konsultasi dan pembelaan hukum. TIDAK BERBAYAR. Dalam prakteknya, untuk membiayai aktivitas LBH, dananya didapat dari kegiatan sebagai PENGACARA. Istilah kerennya, subsidi silang. Dalam realita, sebenarnya keduanya merupakan SATU KESATUAN BISNIS. Meskipun di dalamnya juga ada idealisme. Karena kalau pintar memilih perkara BESAR dan POPULER yang digratiskan melalui jalur LBH, efek pemberitaannya sebenarnya merupakan IKLAN GRATIS untuk bisnisnya sebagai PENGACARA.. Konon, semakin maju negara, dan semakin demokratis, maka pelan-pelan, profesi pengacara akan menjadikan sebagai profesi paling menghasilkan penghasilan tertinggi..

 

Juve Zhang

Sebuah ilustrasi mencari pajak yg fantastis bagi Ibu Menkeu SM. Konon dengan modal 200 juta seorang pemain saham Juara , sekelas Suhu. Menjual belikan uangnya dalam kecepatan tinggi, uang yg digunakan itu itu saja modal 200 juta, total hitungan duit yg di jual belikan sebulan menjadi 2000 milyar, nah setiap menjual ada pajak yg di kutip , jadi ada 1000 milyar yg jadi objek pajak dan otomatis di bayarkan PPN dan PPH.semua serba komputer tidak ada kongkalikong jumlah pajak yg dibayar, Padahal modal yg digunakan 200 juta. Sebuah pendapatan pajak bagi negara yg Fantastis. Seharusnya Indonesia akan kebanjiran dana Pajak jika Menkeu nya sedikit "pintar" membangkitkan rakyat gemar main saham daripada main Togel online.

 

Yuli Triyono

Jadi penasaran ingin tahu, Alvin Lim ini dulu sekolahnya di Ambarawa SD mana. Karena saya SD, SMP dan SMA nya juga di Ambarawa. Meskipun sekarang sudah 32 tahun jadi warga Wonosobo.

 

Bahtiar HS

Hukum di Indonesia, kata Alvin, ditentukan oleh 3 hal. Kekuasaan, Uang, dan Viralkan (media). Tetapi sebenarnya itu semua tidak akan berpengaruh jika bisa terpenuhi 4 hal: hakim yang baik, jaksa yang baik, polisi yang baik, dan advokat yang baik. Bahkan, kata Maria Taverne, jika keempatnya terpenuhi, maka penegakan hukum tak memerlukan lagi Undang-undang selembar pun.

 

Rihlatul Ulfa

lagi baca disway sambil sarapan, ealah malah ada iklan mulut kakek2 menganga tanpa gigi. duh gusti, admin disway yg bener aja atuh

 

Rihlatul Ulfa

untuk kasus aksyena. apakah karena kepolisian saat itu terlalu terburu2 untuk menempatkan kasus tersebut adalah kasus pembunuhan? hingga akhirnya kepolisian terlalu susah untuk bisa membuktikan itu selama bertahun2 lamanya? ingat saat pembunuhan kopi sianida di kasus wayan mirna?dengan tersangka jessica wongso, awal pun keluarga mirna sudah berfikir mungkin ini kematian yg wajar, tapi saat itu kepolisian melalui pak Krisna Murti meyakinkan pihak keluarga Wayan Mirna kalau itu bukan kematian yg wajar,akhirnya walau jasad Mirna sudah di kubur,akhirnya di angkat kembali untuk proses Autopsi.ternyata benar dan selesai,kasus itus ampai membuat saya ke pengadilan jakpus secara langsung dan berfoto dengan hakim Binsar Goultom yg menurut saya paling keren,juga membuat saya mantap masuk ke fakultas ilmu hukum walau sementara hehe. tapi bagaimana kasus aksyena ini? ada surat wasiat(yg bisa saja tulisan tangan di palsukan) tenggelam di danau UI,kalau tidak salah membawa tas berisi batu2. memang agak rumit,apakah kasus aksyena hanya obsesi kepolisian saja saat itu, atau memang benar itu bukan pembunuhan.

 

Jokosp Sp

Mbak Ulfa koreksi lagi dikit ya : 1. Di awal kalimat wajib dimulai dengan huruf besar 2. wayan mirna, jessica wongso nama orang harusnya ditulis awal nama dengan huruf kapital. Jadinya Wayan Mirna dan Jessica Wongso. 3. Setiap habis koma ( , ) harus ada spasi. 4. Singkatan jakpus, maksudnya Jakarta Pusat ?, bisa disingkat Jak Pus. Terima kasih, salam.

 

Lukman bin Saleh

Berbuat baik. Mengajak berbuat baik. Itu tidak sulit. Semua kita bisa. Tp mencegah kemunkaran spt yg d lakukan Bung Alvin, tidak semua kita punya nyali. Resikonya besar. Musuh banyak. Siap2 d kucilkan. Maka saya hanya bisa hormat dan kagum dg orng spt Bung Alvin ini. Sy sendiri tidak punya nyali untuk bersikap seperti dia. Pun d dalam skup yg lebih kecil. Ada juga anak muda yg sedang gigih memberantas kemunkaran saat ini. Banyak yg mendukung. Tp tidak sedikit pula yg membenci dan memusuhinya. Namanya Si Rambut Merah. Dia fokus berjuang d bidang yg tdk pernah d sentuh aktivis: perdukunan. Kejahatan yg merajalela d tengah masyarakat kita. D biarkan. Baru kali ini ada yg melawan secara frontal. Maju terus Bung Alvin, maju terus Rambut merah. Mumpung anda punya nyali. Berantas kemunkaran...

 

yea aina

Kapolri sudah membubarkan satgassus. Apakah cukup hanya dibubarkan saja? Sebuah satuan khusus dalam institusi penegak hukum lho itu, bukan kaleng-kaleng. Publik menanti pengusutan tuntas, atas apa saja yang telah "ditugaskan" sekaligus prestasi satuan tersebut. Semoga pengusutan terhadap satgassus bisa menjawab keluhan Alvin: jika seorang polisi melakukan tindak pidana, lapornya ke polisi juga, masih bisa berlaku. Tanpa kekuatiran bakal selesai hanya di tingkat satgassus saja.

 

Mirza Mirwan

University of California Berkeley "sekitar satu jam dari San Fransisco"?. Saya yakin Pak DI sudah lupa, karena begitu banyak universitas di Amerika yang pernah beliau kunjungi. Jadinya lupa bahwa meskipun Berkeley berada di seberang Teluk San Fransisco, kota Berkeley cukup dekat dengan San Fransisco. Apalagi ada jembatan di atas teluk itu, The San Fransisco-Oakland Bay Bridge. Lebih dekat ketimbang jarak dari rumah Pak DI yang di Jakarta ke kampus UI Depok. Mongomong pengacara pro bono, saya sangat respek dengan Mr. Anil (Narain) Balchandani dari Red Lion Circle, Singapura, yang membela Mbak Parti Liyani dulu itu. Betapa tidak. Hampir 4 tahun Mr. Anil mendampingi Mbak Parti, sejak pemeriksaan hingga persidangan, 2017-2020, secara cuma-cuma. Padahal Mbak Parti bukan warganegara Singapura. Tetapi, memang, memperoleh keadilan hukum adalah hak setiap orang. Tidak peduli kewarganegaraan, etnis, agama, gender, strata ekonomi, dan afiliasi politiknya. Yang berduit layak ditarik fee atas jasa advokat, yang miskin tetap harus dibela secara gratis. Respek juga untuk Bang Hotman Paris Hutapea yang, melalui puteranya, telah membela Amelia, kasir Alfamart, yang diancam Mariana bersama pengacaranya dengan UU ITE, hingga akhirnya Mariana si pengutil cokelat minta maaf. Horas, Bang!

 

Macca Madinah

Uang dan kekuasaan, untung sekarang ada jalan sosmed, pem-viral-an, yang bisa berperilaku seperti pedang bermata dua. Semoga Koh Alvin tahan menghadapi cobaan dan gempuran dari berbagai penjuru. Referensi saya soal hukum sejauh ini hanya dari serial barat, ada satu yang bikin hati kecut, di salah satu episode The Good Fight, tentang memo 618. Kecut, karena di negara yang mengaku sangat demokratis, mbah dari mbahnya demokrasi dan harusnya juga masalah hukum, masih terjadi hukum yang melek dengan kekuasaan dan harta.

 

Lukman bin Saleh

Duren 3 cebong kadrun bersatu tak bisa d kalahkan... haha

 

Johannes Kitono

Bravo buat Alvin Lim yang jadi lawyer pro bono justru karena pernah masuk LP. Dengan pengalaman 6 bln bersama napi teroris tentu memberikan nilai tambah bagi LQ Lawfirm. Untuk cari klien pro bono pasti gampang. Mampir saja ke kantor BPN dimana banyak tanah rakyat Pamulang di jarah Mafia tanah yang melibatkan oknum oknum BPN, Pengadilan bahkan ke MA. Sadar akan banyaknya Mafia Tanah, Menteri BPN baru yang Marsekal ex KASAU sampai membuka channel Tel/ WA khusus pengaduan MafiaTanah. Juragan Disway terlalu basa basi kalau mengatakan susah dapat tel Alvin. Kenapa tidak tanya saja ke Ferdy Sambo ? Selamat bekerja Alvin dan harus super hati hati. Jangan sampai " di Munirkan " oleh Rambo Mafia Tanah.

 

Johan

Baca berita, seluruh rekening grup Duta Palma diblokir oleh kejaksaan. Jika berita itu benar. Komentar saya, penegakan hukum harus tegas, tetapi juga seharusnya proposional. Diblokirnya seluruh rekening perusahaan akan mematikan operasional perusahaan, mematikan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dengan mitra bisnis dan karyawannya. Betapa besar imbas yang akan ditanggung oleh pihak yang tidak ada sangkut pautnya dengan kasus Apeng? Ini konyol dan tindakan ceroboh dari aparat hukum negara ini.

 

yohanes hansi

Pak Alvin banyak dibenci? Jangan kuatir, pak.. yang sayang lebih banyak kok. Hehe..

 

Kurniawan Roziq

Uang hukum dan kekuasaan hulu nya di politik , kita perlu belajar ke gus dur , hulu nya politik tapi di hulu nya masih ada lagi , nama nya kemanusiaan , dan saya yakin alvin pengagum gus dur , bukan rambo yang kalau nembak pasti serampangan , apalagi ke dinding , gara-gara ada cicak melihat

 

Wawan Wibowo

Wah.. Waah.. Waaah.. Menarik d tunggu tulisan abah tentang indosurya narasumber dari pak alvin, krna indosurya itu "mandi" uang ????

 

Jejen Jaenudin

Hukum ada untuk menegakkan keadilan. Dan ketika ia gagal menjalankan tujuan eksistensialnya ini, maka dia berubah menjadi bendungan terstruktur yang sangat berbahaya untuk kemajuan dan kesejateraan sosial.

 

Lukman bin Saleh
Kalau hanya berdasar pasal undang2nya. Org yg memviralkan vidio kejahatan bisa d jerat UU ITE pasal 27 ayat 3: "Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mrndistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik." Tapi untunglah aparat dan pemerintah menyadari kelemahan pasal ini. Kemudian dibuat MOU antara kementrian Kominfo, Kejagung dan Kapolri. Bahwa setiap konten yg berisi kenyataan tdk dapat d terapkan pasal 27 ayat 3 itu. Maka amanlah menggunakan trik Bung Alvin itu. Viralkan. Jangan takut UUD ITE. Tidak spt sebelum2nya. Sopir yg memviralkan Polantas terima suap saja bisa d pidana. Atau yg lagi heboh sekarang. Pencuri coklat. Pencurinya sempat d atas angin krn pasal itu...

Sumber:

Komentar: 158

  • alasroban
    alasroban
  • Yudha Alviano
    Yudha Alviano
    • Yudha Alviano
      Yudha Alviano
    • Yudha Alviano
      Yudha Alviano
    • Yudha Alviano
      Yudha Alviano
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
  • Suwito Sumargo
    Suwito Sumargo
  • Suwito Sumargo
    Suwito Sumargo
  • Suwito Sumargo
    Suwito Sumargo
  • Suwito Sumargo
    Suwito Sumargo
  • baba kumasafii
    baba kumasafii
    • baba kumasafii
      baba kumasafii
  • baba kumasafii
    baba kumasafii
  • baba kumasafii
    baba kumasafii
  • baba kumasafii
    baba kumasafii
  • baba kumasafii
    baba kumasafii
  • yea aina
    yea aina
    • yea aina
      yea aina
  • iskandar zulkarnain
    iskandar zulkarnain
  • Akagami No Shanks
    Akagami No Shanks
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Kelender Indonesia Lengkap
    Kelender Indonesia Lengkap
  • Liam Then
    Liam Then
  • Kelender Indonesia Lengkap
    Kelender Indonesia Lengkap
  • Anto Jr
    Anto Jr
  • Ali Mazhar
    Ali Mazhar
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
  • Liam Then
    Liam Then
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Liam Then
    Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • yea aina
      yea aina
  • yea aina
    yea aina
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
  • yea aina
    yea aina
    • yea aina
      yea aina
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Liam Then
      Liam Then
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • yea aina
    yea aina
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
  • sutatosa bandung
    sutatosa bandung
  • HANVINCY ADNOV
    HANVINCY ADNOV
  • Tinos Polembros
    Tinos Polembros
  • hadi sutrisno
    hadi sutrisno
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • tari ningsih
    tari ningsih
  • Lulut Agustoro
    Lulut Agustoro
  • azid lim
    azid lim
    • azid lim
      azid lim
  • Alon Masz Eh
    Alon Masz Eh
  • Teguh Wibowo
    Teguh Wibowo
    • yea aina
      yea aina
  • Muin TV
    Muin TV
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Muin TV
      Muin TV
    • Muin TV
      Muin TV
  • agus budiyanto
    agus budiyanto
  • Er Gham
    Er Gham
  • Fajar Priokusumo
    Fajar Priokusumo
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • suhartono suhartono
      suhartono suhartono
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
  • adi ya adi
    adi ya adi
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Kelender Indonesia Lengkap
    Kelender Indonesia Lengkap
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • ibnuhidayat setyaningrum
    ibnuhidayat setyaningrum
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Dodik Wiratmojo
    Dodik Wiratmojo
  • Sri Wasono Widodo
    Sri Wasono Widodo
  • hoki wjy
    hoki wjy
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • agus budiyanto
    agus budiyanto
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Beny Arifin
    Beny Arifin
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • A fa
    A fa
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
  • Mbah Mars
    Mbah Mars
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • Amat Kasela
      Amat Kasela
  • Beny Arifin
    Beny Arifin
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • jobs 28
    jobs 28
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Budi Utomo
    Budi Utomo
  • Budi Utomo
    Budi Utomo
  • rid kc
    rid kc
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
    • memo kukuk
      memo kukuk
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
  • Haji Budiyono
    Haji Budiyono
  • herry isnurdono
    herry isnurdono
  • Enggar Estiko Handoko
    Enggar Estiko Handoko
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Jhelang Annovasho
    Jhelang Annovasho
  • Koko Koswara
    Koko Koswara
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
    • Agus Suryono
      Agus Suryono
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Nimas
    Nimas
  • daryanto warjono
    daryanto warjono
  • LiangYangAn 梁楊安
    LiangYangAn 梁楊安
  • Marom AlBanna
    Marom AlBanna
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
    • Nimas
      Nimas
  • Impostor Among Us
    Impostor Among Us
  • Rachmad Saleh
    Rachmad Saleh
  • Kesuma Atmaja
    Kesuma Atmaja
  • febriboy amra
    febriboy amra
  • Amat Kasela
    Amat Kasela
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Amat Kasela
      Amat Kasela
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • Parjono Parjono
    Parjono Parjono
  • Amat Kasela
    Amat Kasela
  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain