Pengembang Minta Harga Rumah Subsidi Dinaikan, Ini Alasannya

Pengembang Minta Harga Rumah Subsidi Dinaikan, Ini Alasannya

Ilustrasi Rumah Subsidi--

JAKARTA, DISWAY.ID - Real Estat Indonesia (REI) seluruh Sumatera mendesak agar pemerintah bisa menaikkan harga rumah subsidi

Tuntutan itu lantaran naiknya harga bahan bangunan, dan bahan bakar minyak (BBM). 

Koordinator Regional I Dewan Pengurus Pusat REI Mohammad Miftah mengatakan, bisnis penyediaan papan khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sudah berat karena adanya kenaikan harga material secara drastis dalam dua tahun terakhir. 

"Terlebih dengan adanya kenaikan harga BBM subsidi sehingga dapat dipastikan harga material dan biaya produksi akan semakin tinggi," katanya dalam keterangannya, Senin 12 September 2022.

BACA JUGA:Kemendikbudristek Ambil Alih Sistem Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Untuk itu, pelaku usaha properti dari wilayah Sumatera berharap usulan penyesuaian harga jual rumah bersubsidi bisa segera direalisasikan. 

Hal itu karena sudah tiga tahun rumah subsidi tidak mengalami kenaikan harga. 

"Padahal, industri rumah bersubsidi berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, menggerakkan ekonomi rakyat dan menyerap jutaan lapangan pekerjaan," jelasnya.

Senada, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Sumatera Utara Andi Atmoko Panggabean mengatakan, pengembang asal Pulau Sumatera berkumpul di Jakarta. 

"Kami berkumpul di Jakarta guna menyuarakan bisnis properti di daerah dalam kondisi tidak baik-baik saja. Untuk itu, bisnis ini butuh perhatian dari pemerintah pusat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Jambi Ramond Fauzan mengakui, bagi pemerintah masalah penyesuaian harga jual rumah bersubsidi merupakan isu sensitif karena seiring penyesuaian harga BBM subsidi yang akan mendongkrak inflasi.

"Kami pahami bahwa langkah menyesuaikan harga jual rumah subsidi di tengah kondisi saat ini berpeluang menimbulkan inflasi. Namun, pertaruhannya adalah industri properti khususnya, rumah MBR di daerah bakal terganggu. Ini akan berimbas terhadap serapan tenaga kerja dan perekonomian daerah," tegas Ramond.

BACA JUGA:'Diusir' Chelsea, Thomas Tuchel Sakit Hati: Saya Hancur..

Asosiasi pengembang perumahan sudah mengajukan usulan penyesuaian harga jual rumah bersubsidi dengan besaran usulan penyesuaian yakni 7-10 persen.

Sumber: