Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Kok Bisa?

Indonesia Masuk 100 Negara Paling Miskin di Dunia, Kok Bisa?

Pemerintah target tidak ada kemiskinan ekstrem pada 2030--FIN

JAKARTA, DISWAY.ID - World Population Review (WPR) menempatkan Indonesia masuk dalam jajaran 100 negara paling miskin di dunia.

Ya, Indonesia masuk dalam urutan ke-73 negara termiskin di dunia.

Indikator ini diukur dari Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto RI tercatat US$3.870 per kapita pada 2020.

Sementara, mengutip gfmag.com, Indonesia menjadi negara paling miskin nomor 91 di dunia pada 2022.

BACA JUGA:Pengakuan Kolonel Abdul Latief Tentang G30S, Dikhianati Soeharto dan Jebloskan ke Penjara

Hal ini diukur dengan produk domestik bruto (PDB) atau gross domestic product (GDP) dan purchasing power parity (PPP) atau keseimbangan kemampuan berbelanja. Tercatat, angka PDB dan PPP RI sebesar US$14.535

Kendati begitu, posisi ini masih lebih baik dari beberapa negara di Asia Tenggara yang masuk di daftar 100 negara termiskin, seperti Vietnam yang berada di urutan ke-82, Filipina ke-72, Kamboja ke-46), Myanmar ke-45, dan Timor Leste ke-29.

Sebelumnya, Bank Dunia (World Bank) mengubah batas garis kemiskinan. Hal ini membuat 13 juta warga Indonesia yang sebelumnya masuk golongan menengah bawah menjadi jatuh miskin.

Hal ini terungkap dalam laporan 'East Asia and The Pacific Economic Update October 2022'.

BACA JUGA:Fakhri Husaini Dipecat Persela, Manajemen Ungkap Prestasi Tak Sesuai Target

Basis perhitungan terbaru ini mengacu pada keseimbangan kemampuan berbelanja pada 2017. Sementara, basis perhitungan yang lama adalah keseimbangan kemampuan berbelanja 2011.

Batas garis kemiskinan Bank Dunia tersebut tentu berbeda dengan yang menjadi acuan Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam basis perhitungan terbaru, Bank Dunia menaikkan garis kemiskinan ekstrem dari US$1,9 menjadi US$2,15 per kapita per hari.

Dengan asumsi kurs Rp15.216 per dolar AS, maka garis kemiskinan ekstrem Bank Dunia adalah Rp32.812 per kapita per hari atau Rp984.360 per kapita per bulan.

Sumber: