Terungkap Pengakuan Kiki Saputri Kehilangan Rp 2,5 Miliar sampai Seret Nama Anies Baswedan

Terungkap Pengakuan Kiki Saputri Kehilangan Rp 2,5 Miliar sampai Seret Nama Anies Baswedan

Rizhky Nurasly Saputri-Instagram/@kikysaputrii-

JAKARTA, DISWAY.ID - Terungkap Kiki Saputri kehilangan Rp 2,5 Miliar sebelum Rosting Anies Baswedan.

Pengakuan komikus yang memiliki nama asli Rizhky Nurasly Saputri itu menjadi pelajaran baginya dan komedian lain, bahwa dunia entertaiment benar-benar membutuhkan profesionalitas.

Kiki Saputri kehilangan Rp 2,5 miliar. Anehnya muncul nama Anies Baswedan yang dikait-kaitkan atas peristiwa yang membuat Kiki mewek.

BACA JUGA:Besok Dipanggil Polisi, Marshel Widianto Malah Cekikikan di Instagram: Bagaimana Tanggapan Lesti?

Lho kok bisa Ki? uang Rp 2,5 miliar itu akibat Kiki Saputri bermain trending. Beban yang ditanggung Komika memang tidak mudah.

“Setiap roasting Kiki harus tampil maksimal, penonton kan gak mau tahu, ya harus profesional,” ujar Kiki Saputri saat diwawancarai Najwa Shihab belum lama ini.

Ya, satu sisi Kiki Saputri harus tampil maksimal saat roasting siapapun tokohnya, di satu sisi harus tampil sempurna.

BACA JUGA:Pamer Foto Prewedding Erina Gudono, Begini Kekaguman Kaesang Pangarep: Ayu Tenan

Tampil sempurna itu dibuktikan dengan penonton tertawa, terhibur tanpa harus tahu apa persoalan yang sedang dihadapi Kiki Saputri.

“Pernah kehilangan Rp 2,5 Miliar, saat itu harus roasting bapak Anies Baswedan,” kata wanita yang besar dari dunia komedia dan kini aktif mengisi acara “Lapor Pak” yang tayang di Net Tv.

Kehilangan Rp 2,5 miliar akibat trading yang diderita Kiki sempat membuatnya serba salah. Tuntutan profesional sebagai komika tak bisa diabaikan.

BACA JUGA:Jadwal Sidang Sambo Minggu Ini Setelah Ditunda Selama Sepekan

“Penonton ga mau tahu kalau lu habis terkena musibah. Apalagi banyak teman bilang kalau lagi ngerosting Kiki bawaannya beda,” ungkap Kiki.

Diakui Kiki me-roasting seseorang seperti Anies Baswedan itu butuh konsentrasi. Buth materi yang cukup dan mengena pada sasaran. Tidak sekadar fokus pada isi atau sajian materi yang akan disampaikan.

Sumber: