Siaga Banjir Jakarta, Pramono Gelar Apel Pasukan di Dekat Rumah Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ggelar apel kesiapsiagaan untuk mengantisipasi banjir.-Cahyono-
JAKARTA, DISWAY.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan di Ruang Limpah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025).
Lokasi ini diketahui berjarak tak jauh dari kediaman mantan Gubernur DKI, Anies Baswedan.
Apel bertajuk “Simulasi Kesiapsiagaan Jaga Jakarta dalam Menghadapi Musim Penghujan” itu melibatkan personel gabungan dari Pemprov DKI, BPBD, Dinas SDA, TNI, Polri, hingga relawan SAR.
BACA JUGA:KAI Siapkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Tarifnya Disubsidi
Dalam apel tersebut, juga digelar simulasi penyelamatan korban banjir yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Pramono menyebut, langkah ini diambil lebih awal untuk memastikan Jakarta siap menghadapi potensi banjir yang diprediksi terjadi hingga empat bulan ke depan.
“Berdasarkan prediksi BMKG, pada bulan November sampai Februari curah hujan akan meningkat. Karena itu, kami bersiap sejak awal agar tidak ada keterlambatan dalam penanganan banjir,” ujar Pramono.
Apel Siaga di Lima Wilayah
Pramono menegaskan, apel serupa juga akan digelar di seluruh kota administrasi DKI Jakarta.
- Jakarta Timur akan dilaksanakan pada 8 November,
- Jakarta Utara pada 10 November,
- Jakarta Pusat dan Jakarta Barat pada 11 November,
- serta Kabupaten Kepulauan Seribu pada 12 November.
BACA JUGA:Data Statistik BPS, Ekonomi Indonesia Tetap Solid Hingga November 2025
“Kegiatan ini agar seluruh wilayah bersiaga penuh. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk modifikasi cuaca,” katanya.
Pemprov DKI telah menyiagakan seluruh peralatan dan infrastruktur penanggulangan banjir. Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) per 17 Oktober 2025, terdapat 560 unit pompa stasioner di 191 lokasi, serta 627 unit pompa mobile di lima wilayah kota.
“Dengan kesiapan pompa yang ada, kami menargetkan genangan bisa surut maksimal dalam waktu enam jam,” ujar Pramono.
Selain itu, Pemprov DKI juga akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 25 hari ke depan untuk mengurangi potensi curah hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek.
“Mudah-mudahan semuanya bisa teratasi dengan baik,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: