Master Letnan

Master Letnan

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, M.A dan Founder Dahlan Iskan tampak tertawa lepas saat berbincang di kantor Harian Disway.-Boy Slamet-

ANAK pasar jadi jenderal. Itulah Mayjen Farid Makruf MA. "Untung saya mengikuti nasihat ibu," ujar Farid ketika berkunjung ke Harian Disway kemarin.

Farid kini menjabat Pangdam V/Brawijaya. Sejak 30 Desember 2022.

Farid hampir saja frustrasi. Yakni ketika mendapat tugas yang tidak sesuai dengan harapannya. Ia masih sangat muda waktu itu. Pangkatnya baru letnan satu. Hatinya bergejolak. Tidak puas. 

Farid pulang ke Tanah Merah, Madura. Itu desa ramai di antara Bangkalan-Sampang. Jalan raya Bangkalan ke Sumenep sering macet di situ: ada pasar tumpah ke jalan.

Di pasar itulah sang ibu berjualan. Farid pun curhat atas penugasan barunya itu. Sang ibu memberi nasihat khusus: apa pun tugas yang diberikan harus diterima sepenuh hati. 

Kenapa tidak curhat ke ayah?

"Saya memang dekat dengan ibu," ujar Farid. "Saya langsung diminta Ibu balik," ujar Farid. Markas Farid di Cijantung. Ia anggota pasukan Kopassus.

Farid lantas ''melarikan'' kekecewaannya dengan sangat produktif. Ia kursus bahasa Inggris. Ia punya banyak waktu di tugas barunya itu. Ia suka bahasa Inggris. Waktu SMA di Bangkalan nilai bahasa Inggrisnya tidak pernah di bawah sembilan.

"Waktu itu saya suka menerjemahkan lagu-lagu Barat yang bertema cinta. Love song," ujarnya. Farid tidak hanya suka lagu. Ia juga suka menyanyi.

Kemarin malam Farid didaulat menyanyi. Di sebuah acara tahun baru Imlek: di Vihara Mahavira Graha, Jalan Pasar Besar, Surabaya. Ia pun melantunkan lagu Yue Liang dengan merdunya.

Saya juga hadir di Imlek itu. Satu meja dengan Pangdam, konglomerat Alim Markus, pengusaha emas Wen Jin, dan Suhu Besar Vihara itu.

Nasihat sang ibu membuahkan berkah. Kopassus punya program mengirim anggota sekolah ke luar negeri. Syaratnya: bahasa Inggris harus bagus. Farid ikut terpilih.

Maka Farid berangkat ke Inggris. Ke wilayah York Shire. Ke kota Hull. Ia masuk program master: studi masalah keamanan. Dengan spesialisasi Tiongkok.

Farid lulus: dapat gelar master. Padahal belum punya ijazah S1.

"Saya dinilai memenuhi syarat untuk langsung masuk program master. Tanpa gelar S1," ujarnya.

Belajar tiga tahun di Akabri ditambah pembelajaran selama penugasan di Kopassus dianggap layak ikut program master.

Dengan demikian ketika pangkatnya masih letnan satu, Farid sudah punya dua gelar MA: Madura Asli dari Tanah Merah dan Master of Art dari Inggris. 

Kenapa pilih spesialisasi Tiongkok?

Farid punya dua alasan. Pertama, ia melihat Tiongkok akan jadi negara maju. Dan itu terbukti.

Kedua, ini dia, waktu kecil ia gila membaca komik Kho Ping Ho. Ia hafal cerita perang Sam Kok (Tiga Negara) itu. Ia terkesan dengan berbagai strategi perang di dalamnya. Taktik dan karakter para panglima perangnya.

Begitu gilanya pada komik, Farid sampai tidak pernah sekolah di hari Sabtu. Tiap Sabtu pasar Tanah Merah sangat ramai. Ada pasar sapi. Banyak pedagang dadakan. Termasuk pedagang komik. Ia baca komik di kios Sabtuan.

Farid-kecil menyatu dengan pasar itu. Ia jadi tukang antar barang ke langganan toko ibunya.

"Sejak kecil saya sudah jadi go-send," guraunya. Farid adalah anak pasar. Siapa nyana ia bisa jadi jenderal. 

Dalam hal bahasa Inggris, Farid selalu ingat nasihat danjen Kopassus kala itu: kalian itu dari segi apa pun unggul daripada tentara negara Barat. Tapi begitu tentara barat bicara dengan kalian dalam bahasa Inggris langsung kalian kalah.

Farid selalu berhasil mengikuti latihan apa pun di Kopassus. Sampai pun untuk kualifikasi yang paling tinggi: Sandi Yudha. Sering pula ia yang nomor satu. Kemampuan fisiknya itulah yang membuat ia hampir frustrasi ketika dapat penugasan yang serba senyap di  ''bawah tanah''.

Tapi dengan tambahan kemampuan bahasa Inggris, Farid unggul di banyak hal. Ia sering masuk delegasi penting ke luar negeri. Pun ketika Indonesia harus menjelaskan masalah pelanggaran HAM ke Kongres Amerika Serikat. Farid ada di dalamnya: menghadapi 7 anggota Kongres.

Akhirnya Farid dapat tugas memimpin pasukan besar: jadi komandan Brigif 13 Galuh. Markasnya di Tasikmalaya. Tentu pengalaman internasional Farid melebihi lingkup sebagai Dan Brigif.

Farid populer sekali di Tasik. Meski jabatannya Dan Brigif, Farid menjadi koordinator banyak pejabat tinggi di sana. Tiga kepala daerah, tiga pimpinan DPRD, instansi-instansi horizontal, semua meminta Farid menjadi koordinator mereka.

Ketika jadi Danrem 162/Wira Bhakti di Mataram, Farid menyelesaikan urusan rumit melebihi jabatannya: pembebasan tanah lokasi Mandalika. Kalau tanah seluas lebih 100 hektare itu tidak terbebaskan balap motor Motor GP yang mendunia itu tidak bisa terselenggara di sana.

Tentu, itu sebenarnya bukan urusan Danrem. Tapi sudah lebih 30 tahun soal tanah Mandalika tidak terselesaikan. Tanah itu awalnya sudah menjadi milik perusahaan Mbak Tutut. Putri Pak Harto itu pun sudah menjualnya ke perusahaan Kuwait.

Lalu terjadi krisis moneter 1998. Pak Harto lengser. Rakyat menguasai kembali tanah itu. Ruwet. Banyak sekali yang ikut bermain. Pun aparat dan instansi. Tidak ketinggalan para preman.

Ketika Presiden Jokowi menegaskan Motor GP tetap di Mandalika, Danrem melapor ke Kapolda NTB. Ia minta izin untuk ikut menyelesaikannya.

Kapolda dengan senang hati memberikan lampu hijau. Barulah Farid mendalami persoalannya. "Dandim saya yang luar biasa. Ia hebat sekali," kata Farid merendahkan hati.

Farid pun memperoleh keyakinan bisa menyelesaikannya. Tapi ia tidak punya legalitas. Ia bukan pejabat di bidang itu. Pemerintah pusat akhirnya memberikan legalitas itu kepadanya. Ia diberi waktu 6 bulan.

Farid harus berkomunikasi dengan banyak kelompok. Pemilik tanah terpecah dalam banyak grup. Salah satu yang paling keras dipimpin seorang pengacara.

Mereka membawa dokumen tanah yang mereka bilang amat kuat. Farid memeriksa dokumen itu. Ia mencurigai sesuatu.

Dokumen diserahkan ke polisi: untuk diperiksa di lab. Benar. Dokumen itu palsu. Kelompok paling keras pun seperti terong direbus.

Proses seterusnya Farid sering diundang rapat di Jakarta. Ia seorang kolonel. Rapatnya dengan para menteri: Menko Luhut Panjaitan, Menkeu Sri Mulyani, Menteri Agraria Sofyan Jalil, dan para pejabat tinggi di pusat. Pembicaraan sudah sampai tahap berapa rakyat harus diganti rugi.

Yang diinginkan rakyat, ternyata sebenarnya tidak setinggi yang disuarakan selama ini. Itulah yang sebenarnya membuat rumit: terlalu banyak gorengan. Banyak pejabat yang ikut pasang wajan.

Farid berhasil. Ganti rugi disepakati. Pusat menyediakan uangnya. Ganti rugi pun dibayarkan. 

Rakyat Mandalika senang bukan main. Saking senangnya mereka datang ke markas Korem. Membawa bungkusan. Isinya uang. Rp 200 juta.

Farid menolak. Ia mengatakan sudah mendapat biaya operasional dari pemerintah pusat. Tapi perwakilan pemilik tanah itu mengancam: kalau pemberian itu tidak diterima maka persaudaraan diputus. Farid pun membagi uang itu ke anak buahnya yang bekerja di lapangan.

Maka Farid bisa mengakhiri jabatan Danrem NTB dengan lega. Ia dipindah ke Mabes TNI. Tidak lama. Farid kemudian disuruh balik ke Lombok lagi. Ada gempa besar di sana. Ia harus jadi ketua penanganan korban gempa. Sampai selesai. 

Setelah melewati beberapa jabatan lagi Farid kembali jadi Danrem. Kali ini di Sulteng. Pangkatnya naik jadi brigadir jenderal. Bintang satu. 

Di Sulteng ia pun melihat tantangan baru: Poso. Soal ekstremis. Yang tidak kunjung selesai. Ada kelompok teroris yang masih sangat aktif: MIT, Mujahidin Indonesia Timur. Ia pun mengajukan telaah staf ke atasannya. Tapi tulisan ini harus berakhir dulu di sini. Akan saya lanjutkan di Disway edisi Senin depan. (Dahlan Iskan)



Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Edisi 12 Januari 2023: Tahlil Kanjuruhan

MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.

Siapa dalang? Siapa sinden? Siapa wayang? Siapa boss yg nanggap? Siapa penggembira? Siapa qurbaan? Siapa yg ngunci? Uang berkuasa? Alloohummaa innaa na'uudzu bi Ka mina ljubni wa lbukhli. Ya Allooh kami berlindung kpd Mu dari takut & pelit. Karena pelit, kita takut? Karena takut, kita pelit? Semoga kita sukses selalu, berbarokah. 

 

edhi purwanto

Sedikit koreksi abah, RS yang terdekat dengan stadion Kanjuruhan bukan RS Wava Husada, tapi RSU Kepanjen, yang familiar dengan sebutan RS Panggung, hanya berjarak sekitar 1Km dari stadion

 

Macca Madinah

Setuju sekali. Bukan hanya sifat manusia-nya, tapi juga sifat institusinya, termasuk media masa. Kadang2 suka bertanya2 tentang suatu kasus yang awalnya super heboh, mengapa tidak ada kabarnya lagi perkembangannya. 

 

Fiona Handoko

andai masih bisa bertemu bpk mochtar lubis. akan saya usulkan tambahan sifat manusia indonesia. pemaaf dan pelupa 

 

Jokosp Sp

Tahlil atau Tahlilan, dimulai dari malam pertama setelah kematian, kemudian hari ke tujuh ( mitung dino ), kemudian hari ke dua puluh lima ( nyelawe ), kemudian hari ke empat puluh ( matang puloh ), kemudian hari ke seratus ( nyeratus ), lanjud hari ke seribu ( nyewu ). Beda daerah bisa beda hitungan hari pelaksanaan tahlilnya. Kalau baru ke seratus ( 100 ) kok sudah sepi ?. Memang, tahlilan bisa dilaksanakan di mana - mana. Bisa di rumah anaknya, di rumah sendiri ( orang tuanya ), di lokasi kejadian, di mushola/ mesjid dan lainnya. 

 

Parto Dookar

Bulan redup. semburatnya tipis terserak ditelikung mendung pas diujung atas tribun. hening. diatas kanjuruhan. kutatap nanar kelebat burung gares. jenak kasak-kusuk soal cuil cerita moyang bumi. yang dikebiri buram bulan. diatas Kanjuruhan.

 

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Saya sangat kagum dengan antusias suporter arema. Bahkan di asia, antusiasnya mengalahkan Jepang dan Korea. Saya berikan applause kepada suporter aremania. Buktinya antusia itu apa? Dulu di bulan Maret 2007, Arema mengikuti liga champion asia. Kala itu melawan , Kawasaki Frontale dari Jepang. Stadion Gajayana tak mampu menampung suporter.. 30.000 suporter hadir langsung. Riuh rendah stadion. Bendera berkubar kibar. Tidak ada tragedi. Walau kala itu Arema menelan kekalahan dari wakil Jepang itu. Dan ketika Arema melawat ke jepang, suporter klub di Jepang, hanya sepuluh ribuan yg hadir di stadion sana. Kalah jauh dari aremania. Aremania memang luar biasa.

 

bagus aryo sutikno

TAHLIL KANJURUHAN. Tahlil itu cuma casing, ibadahnya ya wiridan biasa, dzikrulloh. Ada casing lain bernama Al matsurot. Tahlil itu ibadah yg unik. Rangkaian doa dan keluhan diutarakan bersama2 ke hadapan Tuhan. Dalam tahlil gak ono petani, guru atau nelayan. Onone ming makhluk. Ndedungo nyenyuwun marang panguoso jagat. Indah sekali bukan. Dalam tahlil kita melupakan, melupakan si fulan bin fulan yg pergi jauh dan tak kembali. Dengan tahlil kita antar kepergiannya. Luar biasa. Dalam tahlil kita mengingat, mengingat-ingat si fulan bin fulan. Kepergiannya tidak membuat kita berpisah, justru ingat terus. Dan yg telah tiada, akan senantiasa hidup dan hadir di sanubari kita. Tahlil, ritual yg indah. 

 

Kalender Lengkap

Sebenarnya gak perlu heran kenapa sepi. Saya ingat dalil yang biasa dipegang Abah, peristiwa apa pun angetnya ya cuma 40 hari. Tapi dalil ini sanadnya ga jelas dan saya khawatir ada yang mengkategorikannya sebagai bi't'ah. 

 

Muh Nursalim

Katanya stadion kanjuruhan akan dihancurkan, mo diganti sekelas JIS di jakarta. Semoga kalau tiadak tahun ini ya tahun depan. Bila tahun depan belum ya tahun depannya lagi. Sampai presiden baru dilantik.

 

Rihlatul Ulfa

Tragedi kanjurahan ada di malang. aremania adalah julukan sang pahlawan mereka pergi untuk bergembira ria duka lara yang menyambutnya pagi pagi buta adakah keadilan yang terselip disana? iringan doa menjadi bagian akhir dari skema mereka lelah dan hancur tapi seolah semua hilang terkubur. 

 

EVMF

Kasus Kanjuruhan dari perspektif Teori Chaos. Chaos Theory and Constitutive Criminology (Henry and Milovanovic, 1996). Kriminolog Konstitutif mengadopsi tiga konsep utama dari Teori Chaos : 1. Gagasan ketidakpastian. 2. Gagasan bahwa satu individu dapat membuat perbedaan yang signifikan. 3. Analisis kondisi yang jauh dari keseimbangan. Dua gagasan pertama mengalir dari gagasan penting bahwa perbedaan awal yang sangat kecil dapat memiliki efek kausal yang sangat besar, tetapi masalah dengan ini adalah mengingat sangat banyak kemungkinan variabel awal, gagasan ketidakpastian berarti bahwa sosial sains menjadi tidak mungkin. Kami tidak bisa mengetahui hasil apa yang mungkin kami harapkan dari serangkaian variabel awal. Tanggapan konstitutif terhadap teka-teki ini hanyalah hal-hal yang tak terduga, mengejutkan, ironis dan kontradiktif (Milovanovic, 1997). Penggunaan teori chaos lebih lanjut menyangkut situasi di mana, setelah banyak replikasi, jauh dari hasil kondisi ekuilibrium, dan sistem itu sendiri dapat berubah secara dramatis. Penggunaan teori chaos yang agak berbeda adalah klaim bahwa nilai-nilai kebenaran adalah 'fraktal' : dengan demikian, masalah benar atau salah, baik atau buruk, adil atau tidak adil hanyalah masalah derajat (Arrigo, 1997). Selengkapnya mengenai Teori Chaos : ebrary.net chaos_theory_constitutive_criminology

 

Lukman bin Saleh

Saya termasuk orang yg sulit percaya teori2 konspirasi. Dalam hal ini. Sy tdk percaya tragedi Kanjuruhan ada dalangnya. Ada skenarionya. Tapi murni karena keteledoran, kecerobohan, kelalaian, dan sejenisnya. Bahwa pelaku d hukum berat. Saya setuju. Untuk memberi efek jera. Agar ke depan tdk terulang lagi. Dan satu lagi. Saya sangat setuju jika tersangkanya tdk berhenti d angka 5...

 

yea aina

Cara melupakan "mantan" adalah dengan menikahinya. Cara melupakan "tragedi" tentunya jangan pernah mengingatnya. 

 

Pryadi Satriana

UNTUK RIZKY DWINANTO & DAHLAN ISKAN. Sdr. Rizky Dwinanto, saya salut, Anda orangnya 'wani', ndhak 'pengecut' - 'merasa tahu tapi diam saja' - kayak Dahlan Iskan. Saya perlu memberi tahu Saudara, tulisan Dahlan Iskan hari ini isinya 'sampah', 'cuma sekadar bau gak enak yg menyebar seperti kentut'. Sekadar rumor. Kalau Dahlan tahu - karena dibisiki & 'tidak terkejut' - kan mestinya tinggal lapor ke Kapolres Malang yg ada di situ, sekalian aja bawa 'pembisik yg jadi nara sumber', dg menyertakan bukti2 yg ada! FAKTA bahwa laporan itu tidak ada menunjukkan itu semua rumor belaka! Termasuk yg Anda ketahui, Mas Rizky. Cuma rumor. TAPI Anda telah membuat 'tuduhan serius' dg MENYEBUT NAMA YG BERTANGGUNG JAWAB ATAS TRAGEDI KANJURUHAN, walaupun Anda sendiri menyebut 'tidak tahu mengapa ybs dituduh demikian'. Saran saya, segera MINTA MAAF KEPADA YANG BERSANGKUTAN SEBELUM HAL INI JADI MASALAH. MINTA MAAFLAH DI KOLOM KOMENTAR DAN DATANG LANGSUNG KE YBS. Makin cepat makin baik. Lain kali lebih hati2 ya. Pak Dahlan, tulisan Anda yg isinya menyebarkan rumor & provokatif ini saya sarankan dihapus saja, sebelum jadi masalah dan ada korban, kalau Mas Rizky 'dimasalahkan', 'pemicunya' adalah tulisan Anda. Saya sdh sangat sering mengingatkan Anda, bahkan dg cara yg "keras & kasar", sampai Anda bilang saya "kurang ajar", pakai 'mulutnya Lukman dalam komentarnya, yg dg sigap Anda pilih sbg komentar pilihan' (hi..hi.., ora iso ngempet ngguyu). Sampai kapan Anda perlu diingatkan terus? Salam. Rahayu. 

 

Antonius Anang

"Aremania tahu semua, hanya tidak ada yang berani mengatakan" Berarti dia juga tahu siapa-siapa yang turun ke lapangan pertama kali... Semoga mereka nantinya ditampilkan di film tsb 


Mirza Mirwan

...kepada siapa yang bisa bikin kalimat bahasa Indonesia berisi 12 kata juga, tetapi tiap kata diawali hurup S." Yang bilang barusan Ny. Leong, yang lantas mengeluarkan lembaran-lembaran merah dari dalam tasnya. "Deal, Jeng?" kata Ny. Kliwon. "Deal!" "Dengerin, Jeng: Sebenarnya Saya Sebel Sama Situ, Soalnya Setiap Saat Situ Selalu Saja Suka Senyum-Senyum Sama Suami Saya. Lebih dari 12 kata, malah." Ibu-ibu tertawa riuh. Dengan senyum kecut Ny. Leong menyorongkan lembaran-lembaran merah di tangannya kepada Ny. Kliwon. "Alhamdulillaah. Namanya rejeki nggak akan salah alamat," ujar Ny. Kliwon. Senda-gurau berisi tebak-tebakan terus berlanjut. Tetapi tak ada lagi yang menawarkan hadiah.

 

Mbah Mars

Tiba-tiba Ny. Mirza menyela, "Buah apa yang jika diucapkan kepadamu, lantas kamunya jadi marah ?" Hayooo...yang tahu saya kasih hadiah kue serabi.

 

Mirza Mirwan

Arisan ibu-ibu PIPD -- Paguyuban Isteri Perusuh Disway kali ini berlangsung di Sekretariat PIPD. Tahu sendiri, kan, kalau ibu-ibu ngumpul. Heboh. Lebih heboh ketimbang ABG yang reunian alumni SMP. ABG suka berghibahria, memang. Tapi masih kalah dengan ghibah level ibu-ibu. "Ibu-ibu," kata Ny. MZ Arifin Umar Zain yang jengah mendengar ghibah yang berseliweran di telinga. "Ndak ada untungnya kita berghibah. Bisa menjurus ke fitnah. Kenapa kesempatan ngumpul begini tidak diisi dengan hal-hal di luar ghibah? Teka-teki, misalnya. Atau tebak-tebakan. Atau apalah!" lanjut ibu menjelang 70-an tahun itu. "Setujuuu...!" seru ibu-ibu lain. "Maaf, ibu-ibu," kata Ny. Kliwon yang giliran dapat uang arisan. "Saya akan menghadiahkan 10% dari tarikan sore ini kepada ibu siapa saja yang bisa membuat kalimat yang berisi lebih dari sepuluh kata, yang tiap kata berawalan hurup K." "Kalimat bahasa Jawa boleh, Jeng?" tanya Ny. Mars. "Boleh, Bu, bahasa apa saja boleh." "Tapi 10%-nya disisihkan dulu, Jeng." "Oke. Nih!" Ny. Kliwon meletakkan belasan lembar warna merah. "Ingat, Bu, lebih 10 kata yang tiap kata berawalan hurup K." Ny. Mars beringsut untuk mengambil uang tersebut. "Saya pegang dulu, Jeng. Nih kalimatnya: Kala Kula Kelas Kalih Kula Kelingan Kalung Kula Keli Kalen Kilen Kula. Dua belas kata, Jeng.!" "Selamat, Bu Mars," Ny. Kliwon tersenum kecut. "Saya nggak mau kalah sama Jeng Kliwon. Saya akan beri sejumlah yang diterima Bu Mars

 

Fa Za

Tragedi Kanjuruhan bukan sekedar tragedi sepakbola. Itu adalah tragedi kemanusiaan, karena mengakibatkan lebih dari 130 orang meninggal dunia. Penyebab tragedi ini sudah seharusnya diusut tuntas, dan pelakunya dihukum berat. Bukan saja terhadap para pelaku yang berada di dalam stadion, tetapi juga pihak-pihak di luar stadion yang bertanggung jawab.

 

yohanes hansi

Ada yang memang salah, ada pula yang kelihatan salah. Yang memang salah, biarlah mendapat hukuman. Yang kelihatan salah, belum tentu salah. Perlu pembuktian lebih mendalam. Kalau ternyata tidak salah, kita jadi salah menuduh & menghukum. Kita memang sangat berduka tapi di atas emosi, biarlah akal sehat & fakta yang berbicara, supaya kita tidak salah. Kalau kita salah, kita hanya menambah jumlah orang yang salah dalam tragedi ini. 

 

Yellow Bean

Seumpama tragedi Kanjuruhan adalah sebuah gojlogan berarti siapa yang sedang menggojlog sipa jika itu sebuah kecelakaan kecil maka sangat mengerikan jika kematian ratusan nyawa dalam satu waktu dianggap kecelakaan kecil. Cerminku semoga masih bisa dipakai  

 

Handoko Luwanto

Dengan tetap mengapresiasi perjuangan timnas di AFF kemarin, seyogyanya tragedi Kanjuruhan bisa lebih memotivasi permainan timnas di semifinal. Atau jika dari sudut pandang berbeda, jangan-2 hasil AFF kemarin menjadi kode alam karena dalang tragedi belum ditangkap ? Ayolah... masa mau biarkan alam memberikan kodenya lagi di even Piala Dunia u-20 tahun ini ? Semoga gak ya, dan si dalang segera terungkap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber:

Komentar: 1341

  • Leong putu
    Leong putu
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
    MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
    • MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
      MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
    • MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
      MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
    • MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
      MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Kalender Lengkap
    Kalender Lengkap
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Liam Then
    Liam Then
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
  • Handoko Luwanto
    Handoko Luwanto
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • DeniK
    DeniK
  • donwori
    donwori
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong putu
      Leong putu
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong putu
      Leong putu
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • EVMF
    EVMF
  • Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
  • Munir elbadrie
    Munir elbadrie
  • Anang Adji Sunoto
    Anang Adji Sunoto
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
  • Re Hanno
    Re Hanno
  • yea aina
    yea aina
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • Raja Putera
    Raja Putera
  • agus budiyanto
    agus budiyanto
  • Nimas
    Nimas
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
    • Nimas
      Nimas
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • Mahmud Al Mustasyar
    Mahmud Al Mustasyar
  • Rihlatul Ulfa
    Rihlatul Ulfa
  • Rihlatul Ulfa
    Rihlatul Ulfa
  • Ummi Hilal
    Ummi Hilal
  • Ummi Hilal
    Ummi Hilal
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Ummi Hilal
    Ummi Hilal
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Alex Slamet Suhamto
    Alex Slamet Suhamto
  • Saiful Amri
    Saiful Amri
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Fiona Handoko
    Fiona Handoko
  • Beny Arifin
    Beny Arifin
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
    • Atho'illah
      Atho'illah
  • EDI HERMANTO
    EDI HERMANTO
  • Dodik Wiratmojo
    Dodik Wiratmojo
    • AnalisAsalAsalan
      AnalisAsalAsalan
  • Hendri Ma'ruf
    Hendri Ma'ruf
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Atho'illah
      Atho'illah
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Ummi Hilal
      Ummi Hilal
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Atho'illah
      Atho'illah
  • Leong putu
    Leong putu
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Leong putu
      Leong putu
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Leong putu
    Leong putu
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • praz ty
    praz ty
  • praz ty
    praz ty
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • JIM vsp
    JIM vsp
  • DeniK
    DeniK
    • Legeg Sunda
      Legeg Sunda
    • Mas Ito
      Mas Ito
    • Amat Kasela
      Amat Kasela
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
  • alasroban
    alasroban
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • rid kc
    rid kc
  • Amat Kasela
    Amat Kasela
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Amat Kasela
      Amat Kasela
  • MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
    MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
    • MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
      MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • Leong putu
      Leong putu
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
      MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • mz arifinuz
      mz arifinuz