BPS: Angka Migrasi ke Kalimantan Meningkat Tajam, Imbas Ibu kota Mau Pindah!

BPS: Angka Migrasi ke Kalimantan Meningkat Tajam, Imbas Ibu kota Mau Pindah!

Kalimantan menjadi tujuan favorit migrasi orang Indonesia.-Julian Romadhon-disway.id

JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hasil Long Form Sensus Penduduk (LFSP) 2020 mencatat, Kalimantan menjadi tujuan favorit migrasi orang Indonesia.

"Selama lima dekade terakhir, migrasi ke Kalimantan menunjukkan pola peningkatan," kata Deputi Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono dalam rilis LFSP 2020, Senin 31 Januari 2023.

Menurut Ateng, ini tercermin dari angka migrasi seumur hidup secara neto di beberapa provinsi di Kalimantan termasuk yang tertinggi. 

"Angka migrasi seumur hidup dihitung berdasarkan banyak penduduk yang mengalami perpindahan tempat tinggal antar provinsi," ujarnya. 

"Angka positif berarti jumlah migran yang masuk dan menetap lebih banyak ketimbang yang keluar dan sebaliknya," sambungnya. 

BACA JUGA:Pemprov DKI Jakarta Stop Pembangunan Rumah DP 0 Rupiah, Apa Alasannya?

Hasil survei BPS menunjukkan, angka migrasi secara neto tertinggi terdapat di tiga provinsi. Yakni Kepulauan Riau, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. 

"Masing-masing tumbuh 40,55%, 29,52% dan 28,6%. Sebaliknya angka migrasi paling rendah di Jawa Tengah yang minus 12,26%, Sumatera Utara 10,93% dan Sulawesi Selatan 10,39%," bebernya.

Data BPS juga mencatat, arus migrasi ke Kalimantan, Sulawesi dan lainnya telah melonjak lebih dari tiga kali lipat selama 50 tahun terakhir. 

"Khusus untuk tahun ini saja, data menunjukkan semua provinsi di pulau Kalimantan mencatat angka migrasi seumur hidup yang positif, artinya jumlah orang yang masuk lebih banyak daripada yang keluar," terangnya. 

"Tren di Kalimantan itu beda dengan yang terjadi di Jawa. Beberapa provinsi di pulau Jawa menunjukkan angka migrasi yang negatif, terutama di kawasan timur Jawa, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta," sambungnya. 

"Sebaliknya, angka migrasi tercatat positif dan cukup tinggi di beberapa wilayah barat Jawa, terutama di Banten sebesar 14,06%," lanjutnya.

BACA JUGA:Zelensky 'Manyun', Jerman dan Amerika Serikat Ogah Kirim Jet Tempur ke Ukraina, Ini Alasannya

Ateng mengaku tidak heran jika Kalimantan menjadi magnet migrasi masyarakat karena wilayah tersebut memiliki kawasan pertambahan hingga perkebunan yang menjadi sumber penghidupan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: