Lindungi Transaksi Keuangan Pekerja Migran, Kemenaker Luncurkan Bolehpayz di Malaysia

Lindungi Transaksi Keuangan Pekerja Migran, Kemenaker Luncurkan Bolehpayz di Malaysia

Lindungi Transaksi Keuangan Pekerja Migran, Kemenaker Luncurkan Bolehpayz di Malaysia-Kemenaker-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kemenaker terus berkomitmen untuk memberikan pelindungan hak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia dari keterlambatan pembayaran gaji atau pemotongan gaji yang berlebihan. 

Dalam rangka mewujudkan hal ini, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meluncurkan aplikasi Bolehpayz pada Sabtu 27 April 2024 di Malaysia.

BACA JUGA:Posko THR Tutup H+7 Lebaran, Kemenaker Akan Tindaklanjuti Aduan

BACA JUGA:Gelar Halal Bihalal, Kemenaker Minta Pegawai Tingkatkan Etos Kerja dan Pelayanan Terbaik

Bolehpayz merupakan aplikasi revolusioner di bidang pembayaran digital yang dihadirkan oleh Workerz Direct Financial Technology. 

Ida mengatakan, aplikasi tersebut  sudah mendapatkan izin dari bank negara Malaysia, sehingga secara legalitas dapat berjalan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia yang ada di Malaysia, khususnya pekerja migran yang tengah bekerja di Malaysia.

"Melalui aplikasi ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi lain atas transaksi keuangan selain transaksi perbankan tradisional melalui bank yang sudah ada," ucap Ida.

BACA JUGA:Kemenaker Optimis Mudik Gratis Bersama Dapat Tingkatkan Produktivitas Pekerja

BACA JUGA:Kemenaker Bagi-Bagi Beasiswa Putra-Putri Pegawai

Ida menambahkan, dalam aplikasi tersebut ada penambahan fitur untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan guna mempermudah para pekerja migran dalam melakukan pembayaran tanpa harus datang ke Bank/ATM.

Lebih lanjut dikatakan, aplikasi tersebut dapat diakses dan dibuat oleh pekerja migran ketika di Indonesia sebelum berangkat dan aktivasinya dapat dilakukan setelah sampai di Malaysia.

"Aplikasi ini yang pasti bisa digunakan untuk menyimpan pembayaran gaji pekerja asing atau transaksi perbankan di Malaysia, termasuk dapat digunakan juga pekerja migran," tukas Ida.

(Bianca Chairunisa)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: