Kejar Pelaku Penembakan Pengacara di Bone, Polisi Terjunkan Tim Gabungan!

Kejar Pelaku Penembakan Pengacara di Bone, Polisi Terjunkan Tim Gabungan!

Pengacara asal Kota Makassar, Rudi S Gani (49) tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) saat malam tahun baru di rumahnya, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan-Istimewa-

Maryam yang panik mencoba memeriksa kondisi suaminya, mengira ia terkena serangan jantung dan pecah pembuluh darah karena darah keluar dari mulutnya.

Namun, setelah memeriksa lebih lanjut, ternyata tidak ada darah yang keluar dari mulut korban.  Maryam menjelaskan, saat kejadian rumah tersebut dipenuhi oleh keluarga, termasuk anak-anak, cucu, keponakan, dan saudara-saudara.

Ia kemudian memeriksa tubuh suaminya dan hanya menemukan luka di wajah, tepatnya di pipi kanan.

BACA JUGA:Aipda R Ditetapkan Tersangka Setelah Dijatuhi PTDH Atas Penembakan Siswa Semarang

"Saya melihat ada luka memar di samping hidung bagian kanan. Baru saya tahu saat di puskesmas, polisi memberitahukan bahwa itu adalah luka tembakan," ujarnya.

Istri korban membeberkan jika suaminya Rudi S. Gani, yang dikenal sebagai seorang pengacara, menangani berbagai kasus hukum, termasuk pidana, perdata, dan sengketa lahan. Istrinya menyebutkan bahwa meskipun almarhum memiliki banyak kasus yang ditangani, ia tidak pernah memiliki masalah pribadi dengan orang lain. 

Sedang tangani perkara sengketa lahan

Keluarga sangat terkejut dengan peristiwa tragis itu menyebut Rudi tengah banyak menangani perkara.

Bahkan, saat penembakan di rumah istrinya, korban diketahui sedang mengawal sebuah perkara sengketa lahan.

"Dia ada persidangan di Bone. Kasus sengketa lahan," ujar Kakak korban, Burhan S Gani kepada wartawan, Rabu 1 Januari 2025. 

Burhan pun meyakini adiknya itu tidak memiliki permasalahan dengan orang lain sebelumnya. Rudi juga dikenal sebagai seorang pengacara yang menangani perkara sengketa lahan di Bone.

"Mungkin banyak kasus, kalau permasalahan tidak ada musuh saya punya adik cuma dia pengacara banyak kasus yang dia tangani. Kasus-kasus sengketa tanah," kata Burhan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads