Ekonom Sebut Proyek Food Estate Memperparah Kemiskinan, Singgung Keterlibatan Pengusaha
Pendekatan transmigrasi dalam proyek food estate di Indonesia menuai berbagai kritikan dari kalangan pengamat, di mana ekonom sebut proyek food estate memperparah kemiskinan.-dok disway-
BACA JUGA:Karyawan PT Timah Wenny Myzon Hina Honorer Antre BPJS, Perusahaan Angkat Bicara
BACA JUGA:Antisipasi Banjir Besar, Modifikasi Cuaca di Jakarta Sampai Pekan Depan
“Untuk mendukung proyek ini, perusahaannya memesan 2.000 unit ekskavator dari SANY Group, produsen alat berat asal Tiongkok, dengan nilai mencapai Rp 4 triliun,” jelas Achmad.
Selain itu, alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian skala besar berisiko meningkatkan emisi karbon secara signifikan, yang berkontribusi pada perubahan iklim global.
Model pengelolaan ini tidak hanya mengabaikan hak-hak masyarakat lokal, tetapi juga memperparah kerusakan lingkungan dan ketimpangan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: