Program 'Remaja Bernegara' NasDem Diapresiasi UGM: Bekal Agar Handal Berpolitik

Program 'Remaja Bernegara' NasDem Diapresiasi UGM: Bekal Agar Handal Berpolitik

Partai NasDem resmi meluncurkan program Remaja Bernegara (RBN) Model Parlemen untuk Remaja-Nasdem-

JAKARTA, DISWAY.ID - Partai NasDem resmi meluncurkan program Remaja Bernegara (RBN) Model Parlemen untuk Remaja usia 13-19 tahun.

Para remaja itu melakukan serangkaian kegiatan, seperti simulasi menjadi anggota dan pimpinan DPR, LSM, Masyarakat, hingga menjadi Kepala Daerah dan Menteri.

BACA JUGA:NasDem Bentuk Program RBN: Berikan Kesadaran Berpolitik pada Anak Muda

BACA JUGA:Surya Paloh: Nasdem Soroti Presidential Threshold Putusan MK soal Ambang Batas Nol Persen

Program ini diapresiasi positif oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIP UGM) Wawan Mas’udi.

Apa yang dilakukan Partai besutan Surya Paloh dinilai menjadi bagian untuk mengembalikan fungsi dasar partai politik yang sering dilupakan.

"Ini (Program RBN) bisa menjadi langkah positif untuk kesadaran partai-partai politik di Indonesia bahwa ada tanggung jawab juga bagi partai politik untuk melakukan pendidikan politik bagi semua warga negara, termasuk anak muda, sehingga perlu dikemas dengan cara itu,’’ kata Wawan, Jumat 21 Februari 2025. 

Lebih jauh Wawan menjelaskan, partai politik merupakan pilar penting demokrasi. Dalam peranannya sebagai pilar demokrasi, partai politik mempunyai banyak peran atau tanggung jawab. Bukan hanya terkait instrumen, kendaraan, atau agensi untuk melakukan pertarungan kekuasaan, menjadi bagian dari pertarungan kekuasaan, atau merebut kekuasaan, tetapi lebih dari itu partai politik memiliki fungsi untuk melakukan pendidikan bagi masyarakat.

BACA JUGA:Total Uang Rp 59 Miliaran Disita KPK dari Rumah Japto Ketua Pemuda Pancasila dan Politikus Nasdem

Peran untuk melakukan fungsi pendidikan politik ini sangat penting. Politik education, politik empowerment, dan civic education perlu dibangun dalam konteks partai politik.

"Selama ini, partai politik di Indonesia seolah-olah hanya menjadi alat atau kendaraan untuk merebut kekuasaan dan sumber daya. Padahal, fungsi partai politik lebih dari itu, ada fungsi yang lebih dari itu," kata Wawan.

Fungsi kedua partai politik adalah melakukan kaderisasi. Indonesia ini sistem kepartaiannya masih terjebak pada sistem kartel. Kartel yang dimaksud di sini adalah partai politik, menjadi wadah bagi siapa pun, tanpa ada karakteristik ideologi arau arah jelas partai politik ini mau apa.

Karena itu, fungsi kaderisasi ini menjadi sangat penting untuk dilakukan, sehingga nantinya menghasilkan tokoh-tokoh, figur-figur, dan calon-calon politisi yang memiliki pemahaman jauh lebih komprehensif terkait sistem ketatanegaraan, fungsi-fungsi yang menjembatani antara masyarakat dan negara, fungsi-fungsi untuk melakukan agregasi dan artikulasi kepentingan masyarakat.

"Ini fungsi partai politik yang bisa dilakukan dengan mengembangkan model-model pengaderan. Apa yang dilakukan Nasdem dengan meluncurkan program Remaja Bernegara menjadi bagian dari kaderisasi proses politik," jelas Wawan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads