Viral Pemukulan Siswa SMP di Turnamen Basket, KemenPPA Tegaskan Pentingnya Junjung Tinggi Sportivitas

Viral Pemukulan Siswa SMP di Turnamen Basket, KemenPPA Tegaskan Pentingnya Junjung Tinggi Sportivitas

Plh Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Indra Gunawan menyebut peristiwa pemukulan siswa saat turnamen basket di Bogor perlu diredam dengan menjunjung tinggi sportivitas-KemenPPA-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) buka suara soal viral pemukulan siswa SMP pada turnamen basket di Bogor.

Plh Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Indra Gunawan mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini terus mendalami dan memantau perkembangan insiden pada pertandingan SDH Basketball Cup 2025.

BACA JUGA:Dari Lapangan Bisnis ke Lapangan Basket: Kisah Inspiratif Gading Ramadhan Joedo

BACA JUGA:Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Korban Pemukulan di Saat Laga Persija vs Persib Bandung

Di mana, peristiwa ini melibatkan salah satu peserta berinisial AS (13 tahun) yang merupakan siswa SMPN 1 Bogor.

Ia diduga mengalami menganiayaan oleh peserta lawan berinisial RC dari SMP Mardi Waluyo Cibinong.

Berkaca dari kasus ini, Indra menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding olah raga.

"Olahraga adalah wadah untuk membentuk karakter, bukan untuk melampiaskan kekerasan. Sebagaimana disebutkan dalam peraturan-perundang-undangan yang berlaku, segala bentuk kekerasan terhadap anak tidak dapat diterima," tutur Indra dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 21 Februari 2025.

BACA JUGA:Update Kasus Evelin vs Anak Bos Prodia, Puluhan Saksi hingga Ahli Diperiksa

Pihaknya lantas mengapresiasi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) yang turut memberi perhatian khusus mengenai kasus ini.

Sebelumnya, PERBASI menyatakan dengan tegas mengutuk segala bentuk kekerasan dan tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang mencederai nilai-nilai sportivitas dalam pertandingan.

PERBASI pun telah menyurati cabang Bogor untuk memberikan sanksi kepada pemain agar tidak diperbolehkan bermain atau blacklist dari setiap pertandingan, khususnya di Kabupaten Bogor.

Kemudian, Indra mendorong agar organisasi olahraga, termasuk PERBASI, untuk melakukan asesmen atau audit terhadap kejadian ini.

Hal ini penting dilakukan untuk menilai ada tidaknya pelanggaran aturan atau bahkan kesengajaan dalam tindakan kekerasan yang ditujukan kepada satu anak tertentu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads